— 5 menit membaca

The Labyrinth House Murder's

10 orang berkumpul di sebuah rumah unik untuk memperingati ulang tahun seorang novelis terkenal tanpa mereka sadari hendak dikorbankan mengikuti legenda Yunani kuno

The Labyrinth House Murder's
Penulis
Yukito Ayatsuji
Bahasa
Bahasa Inggris
Format
epub
ISBN
9781805335276∷ 2024
Rating
Beli dimana?
Pushkinpress

Hideyuki Utayama dan Keiko istrinya sedang dalam perjalanan ke sebuah daerah terpencil untuk menghadiri undangan acara ulang tahun seorang penulis terkenal bernama Miyagaki Yotaro, di tengah perjalanan mereka bertemu dengan Shimada Kiyoshi yang meminta tumpangan karena mobilnya mogok. Seperti Utayama dan istrinya, Shimada pun diundang oleh Miyagaki.

Sesampainya di rumah Miyagaki mereka menemukan bahwa rumah Miyagaki unik dan aneh karena memiliki pintu depan yang sangat kuat dan rumah berada di bawah tanah bukit berbatu. Yang paling menarik adalah ruangan dan lorong - lorong di dalam rumah dibangun seperti labirin yang membingungkan para tamu kalo tidak memegang peta rumah saat menjelajah.

Di dalam rumah ada 5 tamu undangan dan 2 orang pembantu Miyagaki yaitu Ino sebagai sekretaris dan Fumie asisten rumah tangga. 5 tamu undangan itu adalah Kiyomura Junichi, Suzaki Shosuke, Funaoka Madoka, Hayashi Hiyora yang merupakan novelis sekaligus anak didik dari Miyagaki serta Samejima Tomoo seorang kritikus sastra yang terkenal.

Para tamu gelisah karena sudah lama namun pihak tuan rumah belum juga menemui mereka sampai kemudian Ino sang sekretaris menyampaikan kabar duka bahwa Miyagaki sudah meninggal bunuh diri karena lelah dengan penyakit kanker yang dideritanya, hal ini dikonfirmasi oleh dokter pribadi Miyagaki. Mendiang meninggalkan surat dan kaset berisi rekaman suaranya yang menyampaikan bahwa dia akan membagi 2 harta warisannya yang sangat banyak yaitu

  1. Untuk mendanai acara - acara penghargaan karya sastra dan menjadikan namanya sebagai nama penghargaan,
  2. Memberikan sisanya kepada salah satu dari 4 orang anak didiknya yang bisa membuat cerita misteri yang hanya boleh dikerjakan di dalam rumah labirin dalam tempo 5 hari ke depan. Tema penyusunan cerita misteri ini berkaitan dengan rumah labirin dan harus menempatkan si penulis cerita sebagai korban kejahatan di dalam novelnya,
  3. Jika salah satu muridnya mengundurkan diri atau tidak ikut dalam kontes, maka surat wasiat ini batal.

Miyagaki menunjuk Utayama, Saejima, dan Shimada sebagai juri untuk menentukan siapakah diantara 4 peserta tersebut yang menang. Syarat lainnya adalah semua orang yang sudah hadir tidak boleh keluar dari rumah labirin selama kontes berlangsung, Ino akan mengunci pintu depan dan hanya akan membuka setelah kontes selesai dan juara ditentukan.

Ino dan Fumie akan menyediakan semua kebutuhan bagi para tamu termasuk membagi kamar - kamar di dalam rumah labirin yang ternyata dibangun berdasarkan kisah Yunani Kuno tentang Minotaurs sehingga nama - nama kamar pun disesuaikan dengan nama tokoh yang ada di legenda itu seperti Minoss, Europa, Icarus, Medea, dan seterusnya (lihat peta).

Demi memenuhi wasiat mendiang gurunya sekaligus untuk mendapatkan warisan harta yang sangat banyak, keempat novelis akhirnya setuju untuk ikut serta dalam kontes ini. Di antara mereka Kiyomura lah yang paling semangat untuk mengikuti lomba ini.

Keesokan paginya, Ino menghilang dan Suzaki ditemukan tewas dengan kepala terpenggal dan diganti dengan kepala patung banteng (kepala Minotaur), diikuti dengan kematian satu per satu novelis lainnya dengan cara kematian mirip dengan cerita yang mereka tulis sendiri.

Ada apa dengan rumah labirin ini dan siapakah pembunuh sebenarnya?

Novel yang ringan #

Ini adalah novel ketiga dari Yukito Ayatsuji yang sudah ane baca setelah The Mill House Murder’s, The Decagon House Murder’s. Temanya tetap sama mengikuti penyelidikan Shimada Kiyoshi terkait misteri rumah - rumah aneh yang dibangun oleh Nakamura Seiji seorang arsitek eksentrik.

Saat membaca ane merasa novel ini cukup ringan, konflik tidak banyak dan (mungkin karena ane sudah terbiasa baca honkaku) bagaimana cara pembunuh berkeliaran sudah ketebak di 1/3 awal novel. Juga ane sudah bisa menebak siapa pelaku sebenarnya meski ga seratur persen tepat karena di belakang ada plot twist yang jadi ciri khas Ayatsuji dan ane ga kaget dengan ini. Bahkan meski sudah bisa menebak pelaku (yang disamarkan) sejak awal ane yakin kalo endingnya bakalan kayak novel - novel sebelumnya.

Salah satu ciri novel Ayatsuji lainnya adalah “pelaku sesungguhnya” tidak pernah tertangkap polisi secara lagsung, yang penting bagi Shimada misteri sudah terungkap dan biarkan si pelaku menyerahkan diri atau hidup dengan penuh penyesalan (jika benar menyesal).

Membaca novel ini harus memahami alur di prolog dan epilog, karena disitulah salah satu letak poin yang penting. Novel ini bagus tapi (seperti karya Ayatsuji sebelumnya) tidak cukup berkesan buat ane, jadi ane kasih nilai 3 yaitu Buku yang bagus, tapi sepertinya tidak terlalu ingin untuk membacanya lagi.

Selanjutnya ane ingin menamatkan buku keempat dari Ayatsuji yaitu The Clock House Murder’s, tapi sebelum itu mungkin ane mau mencari buku Seishi Yokomizo terlebih dahulu untuk merefresh arti novel misteri yang lebih misteri.

buku lain yang mungkin kamu suka

dari Fediverse

Kamu juga bisa meninggalkan komentar dari akun fediversemu dengan menyalin tautan dibawah ini dan mencarinya di instance Mastodon atau ActivityPub pilihanmu

Belum ada komentar dari fediverse/ActivityPub