— 4 menit membaca

The Honjin Murder’s

Sepasang pengantin dari keluarga kaya ditemukan tewas di dalam kamar, siapakah pembunuhnya?

The Honjin Murder’s
Penulis
Seishi Yokomizo
Bahasa
“Bahasa Inggris”
Format
“Papperback - 192 halaman”
ISBN
“9781782277316”∷ 2020
Rating
Beli dimana?
Pushkinpress

Di akhir tahun 1937, ketika Jepang mulai masuk ke perang dunia kedua di sebuah desa kecil Okamura tinggal keluarga dari klan Ichiyanagi, keluarga keturunan bangsawan yang terpandang. Sebentar lagi putra pertama sekaligus kepala keluarga Ichiyanagi akan melangsungkan pernikahan dengan wanita pujaan hatinya yang merupakan keponakan dari seorang petani kaya.

Meski begitu pihak keluarga Ichiyanagi merasa bahwa sang calon penganti perempuan tidak pantas bersanding dengan sang putra mahkota karena garis keturunan yang tidak setara, keluarga bangsawan mendapatkan menantu wanita tak berkasta keponakan seorang petani, meskipun kaya raya tetap saja seorang petani. Namun Kenzo Ichiyanagi bersikeras bahwa dia hanya mau menikah dengan Katsuko.

Katsuko sendiri adalah seorang anak yatim piatu yang dibesarkan oleh Ginzo seorang petani yang sukses dan kaya. Setelah lulus sekolah, Katsuko menjadi guru di sebuah sekolah khusus perempuan dan kemudian bertemu dengan Kenzo dan saling jatuh cinta. Akhirnya disepakati tempat dan tanggal pernikahan, seluruh warga desa ikut menyambut dan bersuka cita dengan acara ini dan menjadi buah bibir di kalangan masyarakat karena jarang - jarang acara pernikahan bangsawan diadakan.

1 hari sebelum hari H, di sebuah kedai datang seorang laki - laki misterius dengan pakaian lusuh dan memakai topi yang ditarik ke bawah sehingga wajahnya tidak jelas. Lelaki ini (sebut saja Si Tiga Jari) mampir untuk meminta minum dan menanyakan arah jalan menuju rumah kediaman keluarga Ichiyanagi. Pemilik kedai menunjukkan jalan dan melihat bahwa si lelaki ini cacat, dia hanya memiliki 3 jari saja di tangan kanannya saat menerima gelas berisi air. Sontak hal ini menjadi bahan perbincangan para warga.

Diketahui si Tiga Jari muncul di pintu belakang rumah keluarga Ichiyangi dan menitipkan selembar surat untuk Kenzo, tanpa mengatakan tujuannya dia langsung pergi. Begitu surat sampai ke Kenzo dia langsung merobeknya menjadi serpihan kecil - kecil sehingga sulit untuk diketahui apa isinya.

Pesta pernikahan berjalan dengan sangat lancar, pihak keluarga kedua mempelai masih tinggal di aula untuk makan dan minum sementara mempelai masuk ke dalam kamar mereka, sebuah rumah khusus yang terpisah dari rumah utama. Salju turun dengan derasnya.

The Honjin Murders live action

Scene dari file Death on Old Mansion, film live action dari novel The Honjin Murders. Akira Nakao berperan sebagai Kosuke Kindaichi.

Malamnya saat semua terlelap, terdengar dentingan suara Kotto (alat musik petik seperti Kecapi) dan teriakan suara perempuan. Para penghuni rumah dan tamu berlarian ke sumber suara yaitu rumah pengantin yang terkunci. Ditemukan sebilah samurai berlumuran darah tertancap di tengah halaman bersalju. Pintu dan jendela rumah terkunci rapat sehingga perlu kapak untuk bisa menjebolnya, di dalamnya? ditemukan mayat kedua pengantin tersayat - tewas secara mengerikan.

Siapakah pembunuh suami istri ini, apa motifnya, dan bagaimana pembunuhan ini bisa dilakukan karena semua pintu jendela terkunci rapat???

Karya pertama sekaligus masterpiece #

Ini adalah novel kesekian karya dari Seishi Yokomizo yang ane baca. Meski merupakan karya di awal seri Kindaichi, namun secara urutan ane membacanya belakangan. Di novel ini polisi melakukan penyelidikan peristiwa pembunuhan pengantin keluarga Ichiyanagi namun mengalami kebuntuan. Gizo paman dari pengantin perempuan akhirnya menghubungi salah satu anak asuhnya untuk datang dan membantu, yaitu Kosuke Kindaichi. Sehingga boleh dibilang ini adalah novel perkenalan tokoh Kindaichi sang Detetektif jenius yang eksentrik.

Di kisah ini pula dimulai persahabatan antara Kindaichi dan Inspektur Polisi Isokawa yang akan membersamainya di beberapa kasus.

Pertama membaca novel ini ane agak malas karena awal yang agak ruwet dan bertele - tele khas novel Honkaku klasik, apalagi dengan banyaknya tokoh yang disebut namun dengan berjalannya waktu dan membaca novel Seishi lainnya akhirnya bisa membuat ane terbiasa/familiar. Memahami karakter dan peran masing - masing tokoh ini menjadi krusial untuk bisa menebak siapakah pelaku sesungguhnya, karena seperti biasa Seishi akan membuat plot twist yang sering berbeda dengan tebakan para pembaca.

Ane perlu membaca beberapa kali untuk sampai pada kesimpulan bahwa Kindaichi benar. Rasa kebanggaan atas keturunan dan ketakutan atas dosa masa lalu yang menjadi landasan utama dari tragedi yang terjadi di dalam novel ini.

buku lain yang mungkin kamu suka