— 4 menit membaca

Murder at The Black Cat Café

Sesosok jasad perempuan dengan wajah hancur di temukan di belakang Cafe Kucing Hitam, novel pendek yang kurang

Murder at The Black Cat Café
Penulis
Seishi Yokomizo
Bahasa
Bahasa Inggris
Format
epub
ISBN
9781805335511∷ 2025
Rating
3 dari 5
Beli dimana?
Pushkinpress

Ini adalah buku/novel yang sangat ane antisipasi terbitnya ketika petang baru beranjak datang di pertengahan bulan Juli. Namun informasi yang beredar novel ini baru tersedia di akhir tahun. Ketika gegap gempita orang - orang membuat kaleidoskop yang berisi tentang sesosok plonga plongo yang sekarang meminang sebagian kekuasaan, akhirnya ane mendapatkan versi e-book dari buku ini.

The Black Cat Café #

Di sebuah malam yang tenang di kota Tokyo yang mulai berbenah setelah kehancuran di Perang Dunia II, seorang anggota polisi berpatroli di daerah yang bernama Pink Labyrinth. Daerah ini cukup sepi karena berada di sisi perbukitan yang di atasnya ada kuil, ada pemakaman yang berada di bawah kuil, dan area luas dengan sebuah kafe di ujung jalan. Kafe itu dikenal dengan nama Kafe Kucing Hitam karena di dalamnya ada seekor kucing hitam yang menjadi maskot peliharaan pemilik kafe. Seperti umumnya kafe di Tokyo saat itu, di Kafe Kucing Hitam juga menyediakan “kucing” yang bisa elus dan menemani untuk sekedar minum - minum.

Namun saat itu Kafe Kucing Hitam sudah tutup karena pemilik sebelumnya − yaitu Daigo dan Oshige Itojima − sudah menjualnya kepada orang lain dan sekarang sedang dalam proses renovasi. Namun tidak ada pekerja di sekitar situ karena sedang libur.

Si Polisi berjalan melewati depan Kafe dan mendengar suara aneh seperti orang sedang menggali tanah di tanah lapang di belakang Kafe. Penasaran, si Pak Pol kemudian menyelidikinya dan menemukan seseorang sedang menggali tumpukan tanah di belakang Kafe, dia adalah seorang biksu muda bernama Nitcho yang merupakan biksu di kuil Renge-in di atas bukit. Nitcho berteriak histeris melihat apa yang ditemukannya, ternyata di dalam lubang galian terdapat jasad perempuan dengan wajah hancur dan tidak bisa dikenali lagi.

Distrik kecil itu langsung heboh, para detektif dikerahkan untuk melakukan penyelidikan. Yokomizo sendiri ditahuan dan dimintai keterangan, katanya kepada petugas kalo dia bermimpi bertemu seorang perempuan di dekat situ dan terus kepikiran sehingga kemudian turun dan memeriksa. Dia melihat ada semacam gundukan tanah yang sepertinya masih baru dan melihat ada sedikit bagian tangan yang tersembul di permukaan dan kemudian mulai menggali. Menurut keterangan para saksi, dari bentuk tubuh korban mirip dengan bentuk tubuh istri dari pemilik kafe. Namun si Pak Pol membantah karena sempat melihat dan menyapa pasangan suami istri itu saat hendak pergi setelah menutup kafe, meski tidak bisa melihat jelas wajah istri pemilik kafe karena tersembunyi di bawah kerudung.

Setelah melakukan penyelidikan, polisi menemukan beberapa fakta sebagai berikut

  1. Suami istri tersebut adalah warga Jepang yang kabur kembali dari Manchuria (Cina) setelah perang, namun mereka tidak kembali bersama - sama melainkan Oshige (istri) pulang terlebih dahulu baru setelah beberapa bulan sang suami menyusul,
  2. Selama tinggal di Tokyo, Oshige berkerja di kabaret dan kemudian menjadi simpanan seorang pengusaha konstruksi yang juga bekas bos Yakuza,
  3. Daigo (suami) kemudian datang ke Tokyo, dia datang bersama dengan seorang perempuan kenalan yang merupakan pasangannya selama tidak bertemu istrinya. Jadi baik Daigo dan Oshige sama - sama berselingkuh,
  4. Setelah saling bertemu, Daigo memutuskan hubungan dengan perempuan kenalannya itu dan kemudian membeli sebuah kafe dan diberi nama Black Cat Café,
  5. Meski begitu Oshige masih sering menemui bos konstruksi dan masih berhubungan/berselingkuh,
  6. Daigo tahu ini tapi tidak berdaya dan kemudian dia juga mulai kembali berselingkuh dengan perempuan kenalannya itu,
  7. Oshige marah, pasangan ini jadi sering bertengkar. Oshige curhat kepada pegawainya dan mengungkapkan betapa bencinya dia dengan perempuan selingkuhan Daigo. Mereka kemudian menjual kafe dan berencana pergi ke kota lain dan memperbaiki hubungan keluarga kembali,
  8. Sebelum kafe terjual, Oshige sakit karena alergi kulit parah akibat salah memakai make up. Dia tidak terlihat selama beberapa hari, bahkan oleh para pekerja di kafenya. Menurut Daigo, Oshige bersembunyi karena malu,
  9. Pekerja di kafe menemukan kucing maskotnya makin lama makin kurus dan menemukan beberapa bercak darah di pintu shoji (pintu geser kertas) yang menurut Daigo adalah darah si kucing yang menggila,
  10. Kafe dijual, pekerja dipecat, dan kemudian suami istri Daigo Oshige keluar dan pindah ke kota lain,
  11. Ditemukan mayat perempuan di belakang kafe yang fisiknya mirip Oshige,
  12. Ditemukan mayat kucing hitam,

Pertanyaanya adalah jasad siapakah itu? siapa yang membunuhnya? lalu apa hubungan Daigo dan Oshige dengan Yakuza?

Catatan #

Meski judulnya Murder at Black Cat Café, buku ini ternyata terdiri dari 2 cerita yang tidak saling berkaitan sehingga bisa dibilang ini adalah novel pendek.

Ane tak pernah meragukan kualitas cerita misteri karya Seishi Yokomizo, beliau adalah salah satu penulis hebat dari Jepang dengan karakter fiksinya Kosuke Kindaichi yang masih sangat populer dari dulu sampai sekarang. Sentuhan khasnya dalam membuat karakter yang kuat, trik pembunuhan ruang tertutup, dan plot yang sering kali tragis menjadi semacam standar emas dalam kesusastraan novel misteri di Jepang (bahkan dunia).

Pertama membaca bukunya yang berjudul The Inugami Curse ane sudah kagum dengan penulisannya, bukunya adalah literatur klasik. Dibuat antara tahun 1946 - 1975 membuat ane harus menurunkan ekspektasi dan berusaha menyelam di era itu yang metode dan alat penyelidikan belum secanggih sekarang. Tapi ternyata ekspektasi rendah ane tidak berbuah manis karena isi bukanya adalah kumpulan masterpieces, sejak saat itu Yokomizo adalah penulis favorit ane.

The Inugami Curses

Seishi Yokomizo

Kutukan yang menimpa keluarga Inugami, saat waris dibacakan, satu persatu akan mati

Namun untuk buku ini ada sehelai sembilu di hati, bukan tentang kualitas Seishi melainkan betapa pendeknya cerita Murder at The Black Café, hanya ada 9 bab saja (11 dengan prolog dan epilog) bandingkan dengan The Inugami Curses yang terdiri dari 35 bab!. Begitu juga dengan porsi kemunculan Detektif Kindaichi yang kesannya cuma sebentar saja. Ini mengingatkan kekecewaan ane juga pada buku Murder in The Crooked House karya Soji Shimada yang memiliki pola serupa.

Pembunuhan di Rumah Miring. Kasus ruang tertutup yang nyaris sempurna

Meski begitu ane tetap menikmati karya Seishi satu ini (dan satu lagi cerita yang belum selesai ane baca di buku yang sama (8 bab)). Namun menurut ane tokoh penjahatnya cukup mudah ditebak. Ya mungkin karena sudah banyak buku atau film dengan plot yang serupa.


dari Fediverse

Kamu juga bisa meninggalkan komentar dari akun fediversemu dengan meng-reply di toot ini

Belum ada komentar dari fediverse

kembali ke atas