
Torata Yashiro adalah seorang penulis novel misteri (veteran perang dunia ke 2) yang karirnya biasa saja, lebih ke stagnan karena selama ini tidak mampu membuat karya yang benar - benar bestseller. Untungnya di sekolah dulu dia berkenalan dengan Naoki Sengoku, keturunan bangsawan dari klan Furugami. Naoki lah yang selama ini membantu kehidupan dan kebutuhan Torata. Karena itu Torata merasa berhutang budi dan harus rela kadang kala dianggap seperti pembantu daripada seorang teman dan mau tidak mau harus menuruti perintah dan keinginan Naoki.
Suatu hari Naoki menceritakan bahwa saudara sepupunya si putri nan cantik jelita bernama Yachiyo Furugami kemungkinan besar pada suatu malam pernah melakukan tindakan kejahatan menembak seorang seniman di sebuah klub malam.
Yachiyo ini adalah putri dari Oribe Furugami kepala klan Furugami dengan istri kedua bernama Lady Oryu, namun Naoki berpikiran bahwa Yachiyo adalah adik tirinya karena Lady Oryu berselingkuh dengan Tetsunoshin Sengoku ayah dari Naoki karena Yachiyo mewarisi kelainan berjalan dalam tidur yang merupakan kelainan yang dimiliki oleh Tetsunoshin dan anak keturunannya termasuk Naoki.
Karena cantik dan menarik Yachiyo disukai oleh banyak pria termasuk Naoki dan Morie Furugami (putra dari Oribe dengan istri pertama) yang merupakan kakak beda ibu. Di dalam keluarga Furugami turun temurun melakukan praktik incest atau pernikahan sedarah sehingga menjadikan keturunan keluarga Furugami mengalami kelainan fisik. Namun karena menganggap Yachiyo adalah saudari tirinya, maka Naoki berusaha memendam perasaannya meski sering terbakar api cemburu melihat kedepakat Yachiyo dan Morie.
Morie Furugami meskipun tampan tapi memiliki cacat fisik yaitu bungkuk dan memiliki daging punuk sejak lahir. Ini membuat dia terasing dari pergaulan luar dan seumur hidup berdiam di dalam mansion Furugami.
Dari potongan berita di surat kabar, Naoki mengatakan bahwa yang ditembak oleh Yachiyo adalah Koichi Hachiya seorang seniman pahat dan lukis yang sedang naik daun kepopulerannya. Dia ditembak oleh perempuan yang diduga oleh Naoki sebagai Yachiyo tepat di paha sebelah kanan. Meskipun tidak fatal, namun kejadian ini menjadi sensasi berita tersendiri di luar berita lainnya tetang Hachiya yang sering bermain dan bergonta ganti pasangan.
Anehnya Hachiya memiliki perawakan yang sangat mirip dengan Morie, seumuran, tampan, dan bungkuk berpunuk di punggungnya.
Beberapa bulan setelah kejadian itu, tidak disangka tiba - tiba Yachiyo mengundang Hachiya untuk menginap di mansion Furugami. Ternyata mereka berdua telah menjalin hubungan asmara, saat ditanya Yachiyo mengatakan bahwa itu adalah bentuk penyesalan telah menembak Hachiya.
Hubungan ini membuat Naoki dan Morie sangat cemburu sehingga membuat pertengkaran dan kekacauan di dalam mansion Furugami. Sedangkan Hachiya sendiri memiliki sifat usil telah membuat Tetsunoshin marah besar saat mabuk dan mengejar Hachiya dengan samurai yang terhunus. Untungnya Hachiya masih selamat dari peristiwa itu, ternyata saat mabuk Tetsunoshin menjadi sangat pemarah dan selalu menghunus samurai untuk menebas orang.
Takut akan terjadi apa - apa saat mabuk lagi, Tetsunoshin meminta Naoki untuk menyembunyikan samurai di tempat yang Tetsunoshin tidak ketahui. Namun Naoki merasa heran, darimana ayahnya mendapatkan samurai itu padahal dia sudah sembunyikan dengan baik.
Sorenya sebelum makan malam, Morie marah karena cemburu kepada Hachiya dan melemparkan vas bunga ke arahnya. Sehingga membuat Hachiya tidak mau hadir saat makan malam, Yachiyo kemudian pergi ke kamar Hachiya untuk mengantarkan makan malam. Naoki dan Torata yang curiga Yachiyo tidak segera kembali kemudian menghampiri kamar Hachiya dan menemukan Yachiyo berlari keluar dari kamar Hachiya dengan wajah habis menangis dan baju berantakan.
Malamnya Naoki yang ketakutan dengan Tetsunoshin yang akan minum - minum, mabuk, dan menebas orang mengajak Torata untuk menyembunyikan samurai di dalam lemari berkunci kode ganda. Masing - masing memegang kode sendiri - sendiri tidak saling tahu sehingga untuk membuka lemari harus ada mereka berdua. Setelah menyimpan samurai mereka kemudian tidur dalam 1 kamar, karena tidak bisa tidur Naoki melihat keluar jendela dan menemukan Yachiyo sedang kambuh kelainannya berjalan dalam tidur.
Keesokan paginya, pembantu keluarga Furugami menemukan mayat seorang laki - laki bungkuk berpunuk terpenggal di dalam pondok kecil di dekat mansion Furugami dengan kepala hilang entah kemana. Juga Hachiya dan Morie tiba - tiba menghilang dari mansion secara bersamaan, sedangkan senjata pembunuhnya yaitu samurai berlumuran darah masih tersimpan rapi di dalam lemari.
Misteri dimulai, siapakah mayat laki - laki tanpa kepala itu? Apakah itu Morie atau itu Hachiya? Siapakah pembunuh dan motifnya?
Berlangganan artikel lewat email
Masukkan alamat email anda untuk memulai berlangganan artikel.
Saya tidak akan mengirimkan spam dan tidak pula menjual alamat email anda. Jika sudah tidak ingin berlangganan, anda bisa berhenti berlangganan kapan saja dengan mudah.
Sudah tertebak? #
Menurut ane novel ini adalah salah satu masterpiece dari Seishi Yokomizo selain The Honjin Murders dan Inugami Curse! meski alur penceritaannya bukanlah hal yang baru karena ada penulis dari Inggris yang pernah berjaya dengan plot dan penulisan yang sama. Tetap saja versi Seishi ini terasa lebih gelap dan lebih menarik.
Namun tidak seperti di novel - novel sebelumnya, porsi kemunculan Kindaichi di dalam novel lebih sedikit mirip di novel Murder in the Black Cat Cafe.

Ane bisa menebak siapa pelakunya disekitar 1/3 membaca novel ini, ya karena mirip dengan novel asal Inggris itu. Tapi plot twist motifnya memang keren! tidak tertebak meski ane sudah punya feeling salah satu alasan utama.
dari Fediverse
Kamu juga bisa meninggalkan komentar dari akun fediversemu dengan menyalin tautan dibawah ini dan mencarinya di instance Mastodon atau ActivityPub pilihanmu