Sudah lebih dari 8 tahun ane punya Flashdisk Transcend JetFlash 64GB, flashdisk ini termasuk kuat dan handal karena ane pakai dengan cara bar - bar. Pernah ikut kecuci di mesin cuci dan pernah jatuh berkali - kali tapi flashdisk ini bisa bertahan dan tetap bisa dipergunakan dengan baik. Namun baru saja ane mengalami hal yang sempat membuat ane harus ikhlas jika Flashdisk Transcend JetFlash harus rusak untuk selamanya.
Ceritanya seperti ini.
Kenapa bisa rusak? #
Di tempat kerja ane ada server bekas yang dulu kala dipakai untuk file server Samba, ditenagai dengan prosesor Intel Pentium 4, 2x 512MB RAM, 80GB HDD dan OS Centos 4.3 pernah jadi andalan untuk berbagi file jaman dulu. Setelah hampir 10 tahun kemudian akhirnya server ini diparkir dan digantikan dengan file server dari Synology. Setelah ini praktis server ini sudah tidak dinyalakan.
Tapi beberapa hari yang lalu, tiba - tiba kami membutuhkan data yang ternyata tidak dibackup ke Synology dan masih tersimpan di dalam server Samba ini. Sehingga mau tidak mau server ini terpaksa dibangkitkan lagi dari tidur panjangnya dan harus bekerja lagi.
Long story short setelah pembersihan dan perbaikan di sana dan di sini akhirnya server ini menyala dan ane bisa browse ke dalam Centos untuk langsung menuju ke folder tempat file sharing berada untuk menyalin data yang dibutuhkan. Setelah dihitung data yang perlu diambil sekitar 60Gb. Cara pengambilannya ada beberapa cara diantaranya yang menjadi opsi adalah dengan menyalin data lewat network dan yang kedua mempergunakan external disk.
Cara yang pertama tidak ane ambil dengan pertimbangan karena akan butuh banyak waktu untuk mengunduh files dari jaringan dan ane pilih cara kedua dengan mempergunakan external disk. Problemnya ane ada SSD eksternal dengan colokan type C sedangkan server cuma ada USB 2.0 saja, pasang konverter sambungan? bisa tapi muncul masalah kedua, Centos tidak support membaca SSD!!!. Biasanya masalah seperti ini mudah saja untuk diselesaikan tapi OS Centos ini ketinggalan jaman, masih versi 4.3 yang sudah lewat masa dukungannya kira - kira 15 tahun yang lalu. Hal ini menyebabkan Centos tidak bisa mengunduh packages yang dibutuhkan untuk membaca SSD.
Masalah selanjutnya adalah kernel Centos 4.3 tidak banyak mendukung jenis file system, dalam hal ini seperti exFAT maupun NTFS. Sedangkan file system yang didukung adalah FAT dan keluarga extfs. Karena ini seharusnya ane mengformat ulang SSD tapi tidak ane lakukan karena ada data cukup penting di dalamnya. Sehingga ane mencari substitusi disk lainnya dan ketemu dengan pakai USB Flashdisk 64Gb.
Setelah membackup dan mengformat ulang flashdisk ke FAT32, kemudian ane pasang ke server. Tidak ada masalah dengan Centos untuk mendeteksi disk ini dan langsung dikenali sebagai Generic USB Disk di /dev/sdb1. Agar bisa untuk ditulisi data nantinya, ane mount flashdisk ini dengan cara:
# mkdir -p /mnt/transcend
# mount -t fat32 /dev/sdb1 /mnt/transcend
maka flashdisk bisa diakses di /mnt/transcend. Untuk proses backup sederhana saja, ane copy - paste data dari /opt/samba (folder samba file sharing) ke flashdisk.
# cp -r /opt/samba /mnt/transcend
Proses backup berjalan dibackground, bisa ane tinggal minum teh. Beberapa menit kemudian ane cek progressnya dan menemukan kalo ada masalah I/O error dan system tidak responsive. Ane mencoba mendapatkan akses lagi ke system tapi tidak bisa, terpaksa ane hard reboot servernya dan Viola!!! system crash dan USB tidak bisa ditemukan.
Ane langsung cabut flashdisk dan memasangnya di laptop Windows, namun tetap saja tidak terdeteksi. Di Disk Management hanya muncul drive D: No Media. Ini adalah indikasi bahwa flashdisk sudah rusak. Setiap ditancap ke port USB, Windows mendeteksinya sebentar dan kemudian hilang. Perlu kecepatan tangan untuk mencoba assign drive letter, ane coba atur ke drive K. Namun tetap saja drive ini hanya muncul sebentar dan kemudian hilang.
Tapi ane tidak yakin kalo rusak fisiknya (meski bisa saja karena overload voltage di port USB server) dan ini hanya partisi, bootloader yang rusak sehingga masih bisa diperbaiki.
Recovery #
Sebenarnya ane sudah banyak pengalaman dalam memperbaiki flashdisk tapi sudah hampir 10 tahun tidak pernah lagi melakukannya sehingga lupa - lupa ingat. Hasil pencarian di Google kebanyakan hanya menampilkan artikel dari vendor software recovery data yang pada akhirnya adalah jualan aplikasi.
Ane coba beberapa aplikasi seperti Mini Tools, Easus, dan Aoemi Recovery namun tidak ada yang berhasil mungkin karena pakai yang versi gratis. Hampir semua bisa mendeteksi flashdisk namun tidak bisa melakukan operasi apapun.
Kedua, ane coba dengan tools bawaan Microsoft Windows yaitu Disk Management dan diskpart. Sayangnya Disk Management selalu not responding setiap mencoba membaca deskripsi flashdisk. Sedangkan diskpart tidak bisa membaca flashdisk dan menganggapnya sebagai no media.
Ketiga, ane coba dengan tools Flashbot.ru yang punya aplikasi unik untuk mengflash firmware tapi tidak ada satupun yang cocok.

Cara selanjutnya dengan mempergunakan TestDisk yang sangat powerfull untuk recovery data maupun partisi. TestDisk bisa mendeteksi flashdisk dengan sangat baik tapi tidak bisa menemukan partisi yang seharusnya. Saat mencoba fungsi analisa, TestDisk menemukan bad sector di setiap sektornya. Di titik ini ane sudah putus asa dan mulai bersiap ikhlas kalo flashdisk ini sudah tidak bisa diselamatkan.
Tapi sebelum itu ane coba cari tools dari produsen flashdisk yaitu Transcend yang ternyata menyediakan aplikasi untuk flashing firmware bernama JetFlash Online Recovery. Ada 2 pilihan aplikasi yaitu JetFlash Series dan JetFlash 620. Karena ane tidak tahu pasti serienya ane pilih versi legacy yaitu JetFlash Series. Setelah selesai diinstall ane jalankan aplikasi dan kemudian tancapkan flashdisknya. Begitu terdeteksi, aplikasi langsung mengunduh firmware secara online sehingga akses internet memang dibutuhkan saat memakai aplikasi ini.
Prosesnya1 tidak bisa langsung selesai, kira - kira sampai di 60% dan kemudian aplikasi menyatakan bahwa proses flashing gagal. Saat ane cek di Windows Explorer, di drive tree di sidebar sekarang muncul drive K: dan tidak hilang lagi. Pertanda baik meski saat ane klik ada error bahwa drive tidak bisa diakses.
Ane coba lagi, proses stuck di 20% dan butuh waktu beberapa lama sampai kemudian bisa lanjut sampai ke 99%. Namun muncul pesan lagi kalo proses gagal dan aplikasi meminta flashdisk dicabut dan dipasang ulang. Setelah dipasang ulang, di drive tree muncul drive D:!. Ini tandanya bahwa UUID dari flashdisk sudah berubah sehingga Windows tidak mendeteksinya di drive K.
Ketika diklik, muncul pesan bahwa drive tidak bisa dipakai karena tidak diformat!!!. YES! akhirnya partisi dan bootloader terdeteksi. Ane langsung coba format dan proses format berjalan dengan lancar. Sekarang flashdisk ane sudah hidup lagi!!!. Untuk memastikan ane coba cabut pasang beberapa kali dan buat folder dan taruh files semua berjalan dengan baik. Kemudian ane coba akses dari MacOs dan ternyata juga bisa dibaca dan tulis dengan baik kecuali saat ane coba format ulang di MacOs selalu gagal. Tapi tak mengapa yang penting masih bisa dibaca dan tulis.

Kesimpulan #
Jika punya flashdisk yang original dan dari merk populer dan mengalami masalah seperti ini, jangan dulu pakai aplikasi dari pihak ketiga untuk recover meski kadang bisa namun biasanya produses sudah menyediakan tools sendiri untuk hal ini dan dengan metode lebih mudah dan murah (gratis).

dari Fediverse
Kamu juga bisa meninggalkan komentar dari akun fediversemu dengan meng-reply di toot ini