10 November 2021

Siapakah Kusaeni?

Saya adalah seorang blogger musiman yang menulis di situs ini dengan penuh ke-tidak-konsistensian.

Saya menulis jika ada keinginan untuk menulis, jika tidak maka kegiatan utama saya adalah makan, tidur, & kadang kala bepergian atau travelling.

Di sosial media

Saya terdaftar di beberapa akun sosial media berikut ini :

  • Twitter, saya memiliki 2 akun. Tapi sebaiknya anda mengikuti akun umum saya yaitu 😸kuspoes karena akun satunya lebih banyak twit untuk pandangan politik (yang anda biasanya tidak nyaman).
  • Instagram, merupakan akun umum untuk menampilkan foto - foto hasil hunting landscape . Anda wajib follow! ya.
  • Facebook, karena akun Instagram harus tertaut ke akun Facebook membuat saya masih memiliki akun ini. Tapi saat ini sangat tidak aktif. Sudah saya non-aktifkan.

Tidak ada akun linkedIn karena saya tidak punya portofolio yang menarik untuk ditampilkan. Dan oh iya saya adalah seorang Gooner's meski sekedar karbitan.

Blog ini

Setelah memakai beberapa CMS/blog engine sebelumnya seperti Wordpress, Textpattern, Jekyll, Hugo & 11ty. Saya sekarang beralih ke Lume dan css framework Tailwindcss.

Source code blog ini dihosting di Upcloud, hanya file HTML saja hasil dari build di local. Kamu bisa melihat repository kode blog ini di Notabug.

Domain dan hosting situs ini sebelumnya dilayani oleh Dracoola. Kemudian agar mudah dan cepat saya pindah hosting ke Upcloud.

Management Image and Delivery diladeni oleh Imagekit untuk menampilkan gambar fotografi dan gambar cover buku. Imagekit memberikan layanan gratis dengan batasan storage and bandwidth sebesar 20Gb masing - masing dan layanan transformasi gambar tidak terbatas.

Untuk pencatatan statistik, saya mempergunakan jasa pencatat statistik gratis dari goatcounter.

Sedangkan text editor saya lebih sering mempergunakan VIM (yang berjalan diatas WSL) untuk menulis artikel dan lain - lain. Jika bosan (atau melakukan operasi teks yang agak ribet) saya pergunakan Sublimetext.

Terminal emulator untuk menjalankan WSL adalah Alacritty dengan distro Ubuntu 20.04. Kadang kala pakai Hyper Terminal yang berjalan diatas Electron.

Font yang dipakai di blog ini :

Sedangkan untuk code mempergunakan standar bawaan masing - masing OS, diantaranya Monaco, Consolas, Monospace

Mengenai tulisan

Semua tulisan dan catatan yang tertulis di situs ini merupakan pendapat pribadi dari saya & menjadi tanggung jawab dari saya (kecuali saya sebutkan tersendiri).

Usia situs/blog ini sendiri sudah memasuki 16 tahun, sudah banyak sekali artikel maupun catatan yang pernah saya tulis disini. Sayangnya karena satu dua tiga hal arsip - arsip tulisan maupun catatan tersebut lenyap.

Jika anda ada keperluan terkait artikel maupun catatan lama saya, maka halaman web archive ini adalah tempat yang tepat untuk mencari.

Apabila ada tulisan maupun catatan saya yang tidak berkenan bagi anda, silakan menghubungi saya di akun twitter @kuspoes dan atau email kus@kusaeni.com. Namun jika anda merasa bahwa tulisan saya menarik dan ingin mendapatkan update terbaru setiap terbit, silakan berlangganan RSS atau melalui email.

Oh iya, layanan update via email ini dibantu (secara gratis) oleh ButtonDown.

Fotografi

Ketika psikolog perusahaan (medio 2014) menganjurkan saya untuk mencoba bepergian atau travelling untuk melihat luasnya dunia dan bertemu dengan hal - hal baru, maka pada saat itu saya memutuskan untuk menekuni hobi fotografi.

Hobi ini sangat cocok berdampingan saat travelling, untuk mengabadikan momen dan pemandangan. Gawai yang saya pergunakan sebagai berikut :

  • 📸 kamera Nikon D7100, ini adalah kamera semi-profesional dari Nikon. Dipilih karena murah namun memiliki fitur yang cukup bagus.
  • lensa Nikkor 50mm f/1.4 AF-D untuk potrait & low light photography, dan Tamron 17-50mm f/2.8 untuk landscape photography.
  • ⬛ filter Haida ND Nano Pro 100mm series, Haida GND Nano Pro, Haida Slim Pro CPL, Haida Filter Holder untuk filter sets khusus perlengkapan landscape photography.
  • tripod Manfrotto MKBFRA4R dan Beike Q666.

Jika dilihat dari segi usia, hampir semua perangkat saya adalah tipe lama, photography is expensive. Mengikuti tren terkini sekarang sudah bukan sebuah pilihan. Apalagi ini cuma sekedar hobi. Saya tidak sedang berdalih, tetapi membayar 30 - 50 juta rupiah untuk sebuah kamera adalah sebuah pemborosan yang luar biasa. The Best Camera Is The One You Have With You kata Chase Jarvis, pergunakan kamera yang kamu miliki dan maksimalkan untuk menciptakan karya terbaik darimu.

Sebagian besar foto yang saya ambil mempergunakan format NEF/RAW bawaan Nikon dan di proses dengan mempergunakan aplikasi

  • Adobe Lightroom CC dan Adobe Photoshop (desktop) dan Adobe Photoshop Lightroom (mobile),
  • Luminar 3 dari Skylum. Saya masih punya 3 akun untuk Luminar 3 bagi yang berminat silakan hubungi saya, harga murah ada untuk anda gratis (terbatas). Lisensi resmi dari Skylum.
  • Skylum sudah mengeluarkan Luminar 4. Versi terbaru dengan banyak tambahan fitur tersedia. Saya sendiri sampai sekarang masih belum menguasai Luminar 3 dengan baik. Kasang terasa mubadzir membelinya.

    Meskipun punya beberapa aplikasi pengolah gambar, saya masih belum bisa memaksimalkan aplikasi tersebut. Permasalahan utama seringnya adalah sumber daya PC/Laptop ternyata tidak cukup untuk menjalankan aplikasi - aplikasi diatas. Saat ini aplikasi yang paling sering dipakai untuk mengolah gambar hanya Lightroom Mobile dan Snapseed (keduanya tersedia di App Store maupun PlayStore) dari Google.

Sedangkan PC/Laptop yang dipergunakan adalah Lenovo Thinkpad E470 dengan Windows 10 Pro, laptop sebelumnya adalah Lenovo Ideapad G460 dengan ArchLinux namun sudah tidak mampu jika dipergunakan melakukan editing file RAW.

Saya berharap bisa mengganti laptop dengan Macbook Pro M1 misalnya.

Sebagian besar hasil foto - foto saya unggah ke Instagram @kusaeni dan sebagian ke Flickr (hanya backup).

Buku dan bacaan

Dulu saya suka membaca apa saja, namun saat ini lebih suka membaca buku - buku cerita atau novel. Genrenya pun sebagian besar tentang kriminal/misteri/cerita detektif, meski kadang kala diselingi novel romatika agamis seperti Ayat - Ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih dan sebagainya.

Ironisnya saya tidak memasukkan Ayat - Ayat Cinta maupun Ketika Cinta Bertasbih kedalam daftar buku yang sudah saya baca.

Saya menulis resensi buku pertama kali sekitar tahun 2009 (sayang arsipnya hilang). Memang agak jarang karena tidak semua buku pada saat itu ditulis resensinya. Namun saat mengalami hiatus, situs ini dulu memakai halaman depan hanya tentang daftar buku saja dengan sedikit resensi sebagai penyerta.

Kemudian saya tambahkan juga rating sebagai hasil penilaian saya terhadap isi dan kualitas buku tersebut. Penilaian ini subyektif berdasarkan asumsi saya dan bisa jadi tidak sesuai dengan pendapat orang lain.

Berlangganan Artikel

Dapatkan notifikasi saat artikel baru diterbitkan, langsung ke dalam inbox-mu

Saya tidak akan mengirimkan spam dan tidak akan menjual alamat email anda. Jika sudah tidak ingin berlangganan, anda bisa berhenti berlangganan dengan mudah kapan saja.

Masukkan alamat email anda untuk memulai berlangganan artikel.

Layanan ini didukung oleh Buttondown.