
Hai! : ingin mendapatkan buku ini? Silakan ikut giveaway buku ini. Terbatas.
Ini adalah buku ke dua dari Soji Shimada dan kisah seorang dukun yang mengaku sebagai detektif bernama Kiyoshi Mitarai. Seperti halnya Tokyo Zodiac Murders setting waktunya melampau pada medio tahun 1984.

Setting waktu yang melampau ini banyak dipakai Shoji Shimada. Salah satu alasannya mungkin adalah di waktu lampau teknologi belum berkembang pesat, sehingga analis dari sang detektif lebih diutamakan dibandingkan bantuan dari alat/perangkat. Sebagai contoh di Tokyo Zodiac Murders, seandainya pada masa itu tes DNA sudah ada, maka kasus ini tidak akan menunggu 40 tahun untuk diselesaikan.
Kozaburo Hamamoto seorang pengusaha pabrik Hama Diesel yang memproduksi Mesin Diesel yang sukses dan terkemuka mengadakan acara santap malam untuk merayakan Christmas Eves dengan putrinya Eiko Hamamoto dan mengundang 8 orang tamu.
Daftar tamu - tamu tersebut adalah :
- Eikichi Kikuoka seorang Direktur perusahaan produsen Bearing (salah satu perusahaan yang bekerja sama dengan Hama Diesel dan menjadi pemasok suku cadang),
- Kumi Aikura sekretaris dan rumornya adalah selingkuhan Eikichi,
- Michio Kanai dan Hatsue Kanai, pasangan suami istri dimana Michio adalah salah satu manajer di perusahaan Eikichi
- Kazuya Ueda sopir pribadi Eikichi,
- Shun Sasaki seorang mahasiswa kedokteran tingkat akhir yang bekerja paruh waktu merawat kesehatan Kozaburo. Mengincar Eiko untuk dijadikan istri,
- Masaki Togai mahasiswa dari Universitas Tokyo, putra seorang politikus terkemuka di Jepang, mengincar Eiko untuk dijadikan istri,
- Yoshiko Hamamoto cucu dari saudara laki - laki Kozaburo sekaligus kemenakan dari Eiko. Seorang atlet memanjat tebing dan memiliki hobi naik gunung.
Tamu - tamu ini diundang hadir pada jamuan makan malam yang diadakan di sebuah rumah istimewa yang diberi nama Rumah Miring yang terletak di ujung utara Jepang (berbatasan secara laut dengan Rusia), di sebuah tanjung yang di bulan Desember tertutup oleh salju. Malam itu badai salju turun dengan dasyatnya.
Pada saat makan malam, Eiko memperkenalkan para tamunya kepada staf/pembantu rumah tangganya yang terdiri dari :
- Kohei Hayakawa Kepala pelayan sekaligus sopir dan suami dari
- Chikako Hayakawa Istri dari Kohei sekaligus pelayan rumah tangga
- Haruo Kajiwara seorang celebrity chef yang dibajak agar mau bekerja di rumah Kozaburo.
Namun saat itu Eiko melakukan sedikit kesalahan karena tidak memperkenalkan Ueda kepada staf rumah tangganya. Selain itu dia secara tidak sengaja mempermalukan Hatsue dan Kumi.
Setelah makan malam selesai, Kozaburo memberikan teka - teki kepada tamunya dengan hadiah restu untuk menikahi Keiko. Semua tamu laki - laki diijinkan ikut perlombaan ini.
Malam itu setelah semua tamu tertidur.
Kumi yang tidak bisa tidur karena marah akibat hinaan dari Keiko tiba - tiba mendengar suara seperti seseorang yang sedang berusaha memanjat naik ke kamarnya di lantai 3 dan suara rintihan seorang laki - laki. Eiko dan Kozaburo datang dan memeriksa namun tidak menemukan apapun.
Keesokan harinya saat sarapan pagi Ueda tidak hadir, dan ketika diperiksa oleh Sasaki ditemukan Ueda tewas terbunuh di dalam ruangan tertutup dan ditemukan boneka Golem yang berserakan di luar kamarnya.
Polisi datang untuk melakukan penyelidikan dan pengamanan, namun dengan cepat para polisi itu putus asa ketika pembunuhan kedua terjadi bahkan pada saat para polisi mengawasi. Eikichi menjadi korban berikutnya, lagi - lagi dengan kodisi pembunuhan di ruangan tertutup dan ditemukan bukti kasus yang menyangkut ke Golem.
Ditengah ketakutan para penghuni rumah dan keputusasaan para pertugas kepolisian, Kantor Pusat Kepolisian mengirim detektif eksentrik untuk membantu. Datanglah Kiyoshi Mitarai untuk membantu.
Namun tak lama berselang jatuhlah korban ketiga, Masaki ditemukan tewas dikamarnya sementara semua orang sedang berkumpul di ruang makan.
Jadi siapakah pembunuhnya? Apakah ada orang asing yang menyusup ke dalam rumah? Atau benarkah sang Golem yang melakukan pembunuhan? Lalu apa hubungannya dengan Rumah Miring?
Catatan #
Setelah membaca Tokyo Zodiac Murders, saya langsung menjadi fans kisah detektif Mitarai. Bahkan saya juga mencari film - film tentangnya, diantaranya adalah Mitarai Casebook : Clockwork Current dan Tantei Mitarai.
Cukup sulit mendapatkan film seri Mitarai ditambah lagi ketiadaan subtitle yang sesuai, sehingga sulit memahami alur kisah dalam film - film ini. Oh iya Serial Tantei Mitarai malah diproduksi oleh Rumah Produksi di China
Salah satu yang menarik adalah setting latarnya yang mundur ke era tahun 40 - 80 an, dimana teknologi pada waktu itu belum berkembang pesat dan teknik psikologi kriminal yang hebat membuat seri Mitarai ini benar - benar luar biasa.
Hanya saja dibandingkan dengan Tokyo Zodiac Murder’s, kasus Pembunuhan di Rumah Miring ini kurang memiliki ending yang dramatis. Bahkan pelakunya langsung saja menyerah dikesempatan tuduhan pertama. Selain itu Mitarai hanya hadir disekitar 2 babak akhir dan semua berlangsung begitu cepat.
Dan ini menjadi satu - satunya kekurangan di buku ini.
