kuspoes     About     Archive     Feed

Modifikasi Luakit

PS: Artikel ini diambil dari blog lain di fanadir.in.

Luakit adalah web browser yang mempergunakan webkit sebagai mesinnya ( sama seperti Chromium / Google Chrome ). Tapi Luakit dibuat dengan filosofi vim, sehingga tampilan dan key-binding pun dibuat sama / mirip. Luakit adalah web browser sederhana, bisa dibilang hadir hanya untuk sekedar jelajah web saja, hanya itu.

Oleh karena itu, untuk beberapa keperluan perlu sedikit memodifikasi agar Luakit bisa berjalan seperti apa yang aye minta. Modifikasi tersebut antara lain :

  1. Otomatis jalankan Pidgin saat klik ikon tautan Yahoo! Messenger
  2. webview.init_funcs.ym_hook = function (view, w)
    	 view:add_signal("navigation-request", function (v, uri)
           if string.match(string.lower(uri), "^ymsgr:") then
            luakit.spawn(string.format("%s %q", "purple-url-handler", uri))
               return false
       	   end
      	end)
    end

  3. Download dengan eksternal Download Manager
  4. mime_decision = function (view, w)
    
        view:add_signal("mime-type-decision", function (v, uri, mime)
            info("Requested link: %s (%s)", uri, mime)
    
            if (mime == "audio/mpeg") or (mime == "application/octet-stream") or (mime == "video/mov") then
                local cmd = string.format("%s %q","uget-gtk", uri)
                luakit.spawn(cmd)    
                return false
            end
        end)
     end,

Masih ada beberapa fungsi lain, yang sudah aye tambahkan seperti download .torrent dengan Transmission, buka tautan email dengan Geary Email Client dll. Tapi secara kode dan fungsi mirip dengan snippet no 1.

Luakit ringan dan gegas, secara tampilan memang sederhana ( bahkan tidak ada tombol apapun! ) mungkin sulit untuk yg sudah terbiasa dengan GUI, tapi buat yang biasa pakai VIM pasti akan lebih mudah dan cepat. fnd

Yang Menarik Hari Ini

The Art of Command Line

This is a selection of notes and tips on using the command-line that I’ve found useful when working on Linux. Some tips are elementary, and some are fairly specific, sophisticated, or obscure.

Material Theme

Material Theme, the most epic theme for Sublime Text 3 by Mattia Astorino

PapyrOS

Bringing modern features and Material Design to (Arch)Linux

Modifikasi SublimeText

SublimeText sudah menjadi text editor favorit berdampingan dengan Vim jika menggunakan konsol.

Seperti Vim, saya juga perlu untuk meng-tweak Sublimetext agar sesuai dengan keinginan. Terlebih di sisi tampilan. Berikut beberapa tweak yang sudah dilakukan untuk membuat SublimeText menjadi seperti dibawah ini.

SublimeText

1. Package Control

Rasa - rasanya Package Control adalah semacam addons wajib yang harus dipasang. Package Control ini memiliki banyak fitur yang bisa memperkaya fungsi dari SublimeText.

Cara memasangnya mudah, kunjungi laman Package Control. Kemudian pilih versi SublimeText (2/3) lalu copy paste kode Python kedalam SublimeText Console yang bisa diakses lewat menu View > Show Console atau lewat shortcut CTRL + `.

2. Tema dan skema warna

Ada banyak tema tersedia untuk SublimeText dan yang paling menarik adalah tema minimalis/flat. Pilihan jatuh kepada spacegray.

Untuk menginstall tema - skema warna ini jalan paling mudah adalah dengan mempergunakan Package Control. Caranya adalah dengan menu Preferences > Package Control , dari menu pop out yang muncul ketik Package Install . Maka SublimeText akan mengambil data dari repositorynya, kemudian ketik SpaceGray dan pilih sebagai tema. Setelah terpasang, restart SublimeText.

Untuk mengaktifkan UI dan skema warna bisa dengan memodifikasi user preferences. Tentang apa saja yg harus dilakukan untuk mengaktifkan tema ini termasuk didalamnya modifikasi bisa merujuk halaman manual spacegray.

Bacaan sebagai referensi

  1. Manual Install SpaceGray

3. Visual & Tipography

Karena mempergunakan dark theme seringnya saya merasa bahwa letak baris teks di SublimeText terlalu rapat sehingga sulit dibaca. Selain itu perlu juga ada perubahan tampilan visual yang bisa diatur melalui baris - baris kode di Preferences > Setting User.

  • Merubah Caret Style (kursor)

Normalnya pengaturan kursor adalah blink, namun saya lebih suka mengaturnya menjadi fade agar ada efek muncul hilang terasa lebih lembut.

{
 "caret_style": "phase"
 }
  • Highlight Current Line

Dengan mengaktifkan fungsi ini, maka Sublimetext akan memberi tanda warna pada posisi baris kursor yang sedang aktif. Sangat membantu sekali saat mengetikkan kode - kode yang panjang, sehingga bisa tahu apakah baris yang sedang aktif masuk kedalam wrap kode atau tidak.

{
 "highlight_line": true
 }
  • Mengatur tinggi baris (line height)

Baris teks SublimeText terlalu rapat? dengan kode ini jarak baris bisa diatur dengan mudah.

{
 "line_padding_bottom": 1,
 "line_padding_top": 1
 }
  • Menentukan Font

Normalnya SublimeText akan mempergunakan mono font yang menjadi standar di sistem. Namun jika kurang berkenan, bisa dirubah sendiri.

{
 "font_face": "Fira Code",
 }

Saya sengaja tidak menentukan besar ukuran font agar bisa diatur secara manual lewat shortcut CTRL + = dan CTRL + - .

Ada banyak mono font yang tersedia bebas dan gratis, salah satu yang bagus adalah Fira Code. Namun juga ada Source Code Pro, Inconsolata, Roboto Mono yang bagus.