Orang Bodoh Sejati
Follow me @kusaeni • Gooners Karbitan

23 Nov 2014

Virtual Box full screen dan seamless windows

Virtual Box adalah sebuah aplikasi yg dapat menjalankan sebuah atau lebih sistem operasi di atas sebuah environment yg sering disebut Virtual Machine.

VirtualBox dengan Full Screen Window

Normalnya, Virtual Box hanya akan berjalan dengan 2 buah jendela kecil. Satu adalah Oracle VirtualBox Manager, dan satunya adalah jendela berisi OS yang sedang dijalankan.

Settingnya lebar jendela akan menyesuaikan dengan resolusi layar yang dipergunakan. Semakin besar resolusi yang dipakai maka jendela akan menyesuaikan. Sudah dicoba berulang kali, tapi dengan pengaturan resolusi paling besarpun. Jendela Virtual Box tetap tidak bisa menjadi full screen.

Ternyata, untuk mengatur agar ukuran jendela bisa menjadi full screen itu tidak hanya terbatas pada ukuran resolusi. Namun Virtual Box menyediakan opsi lain yang lebih baik yaitu dengan memasang OS tersebut sebagai guest dalam sistem. Sehingga OS tersebut bisa berintegrasi dengan baik yang pada akhirya membuat OS guest menjadi berjalan lebih gegas.

Sebagai contoh, saya punya komputer yg sudah terpasang Archlinux dan Virtual Box dengan OS Windows XP Profesional. Agar Windows XP bisa menjadi guest maka perlu memasang virtual-box-utils

 $ sudo pacman -Syu
 $ sudo pacman -S virtual-box-utils

yg akan secara otomatis akan memasang kebutuhan yg lain yaitu virtual-box-utils, virtualbox-guest-modules, dan virtualbox-guest-iso.

Setelah selesai pemasangan, biasanya VirtualBox selalu mengsyaratkan reboot. Kemudian dicoba dengan meload modul – modulnya terlebih dahulu

 $ sudo modprobe -a vboxguest vboxsf vboxvideo

Selesai. Langkah selanjutnya adalah menjalankan Windows XP dengan VirtualBox.

Setelah Windows XP berjalan, yg perlu dilakukan adalah memasang modul Guest Addition di Windows XP. Caranya dengan klik menu Devices dan pilih Insert Guest Addition Disc Image yg secara otomatis akan memasang berkas – berkas dan drivers Windows XP.

Selesai memasang, Windows XP akan mereboot sendiri dan akan muncul dengan jendela sepenuh layar.

Seamless Integration

Adalah fitur VirtualBox Guest Addition yg memberikan manfaat yaitu jendela – jendela aplikasi yang berjalan diatas lingkungan Virtual Machine VirtualBox bisa berdampingan dengan jendela – jendela aplikasi dari native sistem operasi yang dipakai. Sehingga dengan ini bisa dilakukan perintah copy – paste antar aplikasi, sinkronisasi waktu, pemakaian jaringan internet bersamaan, bahkan berbagi berkas secara langsung.

Untuk menjalankan Seamless mode sangat mudah, yaitu dengan menekan tombol CTRL KANAN + L akan membuat Guest OS menjadi transparan dan mempergunakan wallpaper sistem operasi asli.

19 Jul 2014

Yang menarik hari ini

  1. Saat sedang mencoba tersambung dengan jaringan dengan Vidalia + Tor. Semua aplikasi pengakses internet yang akan dipergunakan di atas Tor harus ditutup. Sudah dicoba saat Vidalia mencoba tersambung ke jaringan, pada saat yang sama peramban Luakit masih terbuka.

    Ketika Vidalia sudah tersambung ke jaringan, agar Luakit bisa berjalan di atas Tor. Maka harus dijalankan dengan perintah torify luakit.

    Namun jika pada saat Vidalia sedang menyambung sudah ada Luakit terbuka (tidak berjalan diatas Tor) maka peramban Luakit yang dijalankan dengan torify luakit tidak akan bisa mempergunakan akses Tor.

    Solusi? . Tutup semua peramban, kalo perlu matikan dengan paksa.

    $ ps -ax | grep luakit
    $ pkill luakit
    

    Kemudian restart Vidalia. Baru jalankan Luakit dengan torify luakit. Untuk memastikan sudah berjalan diatas Tor, bisa diperiksa dengan mengunjungi lama Tor Check

  2. Akhirnya terlepas dari Adblock Plus. Sebagai pengganti dipilih hostsblock.

  3. Hostsblock adalah aplikasi atau lebih tepatnya sebuah script yang memanfaatkan berkas HOST yang ada di sistem UNIX-Like guna melakukan filtering terhadap paket – paket jaringan internet. Tidak terbatas pada iklan – iklan, domain berbahaya, trackers, dan situs yang tidak di inginkan.

    Pada dasarnya hostsblock membantu untuk memblok isi dari situs – situs yang didaftarkan. Bisa berupa situs iklan bahkan sampai ke akses situs pornografi.

    Pengguna Archlinux, bisa memasang hostsblock lewat AUR

      # untuk pengguna cower
      $ cower -d hostsblock
      $ cd Build/hostsblock
      $ makepkg
      $ sudo pacman -U hostblock.0.12.3-1.tar.xz
    
      # untuk pengguna yaourt (lebih mudah)
      $ yaour -S hostsblock
    

    Agar hostsblock bisa berjalan dengan gegas, ada baiknya memasang juga dnsmasq untuk dns caching daemon

    
    $ sudo pacman -S dnsmasq
    $ sudo vim /etc/dnsmasq.conf
    listen-address=127.0.0.1
    addn-hosts=/etc/hosts
    $ sudo vim /etc/resolv.conf
    nameserver 127.0.0.1
    
    $ sudo vim /etc/hostsblock/rc.conf
    postprocess(){
    

    systemctl restart dnsmasq.service
    }

    Alternatif lain bisa dengan memakai Provoxy

14 Jul 2014

lftp & jekyll

Jika tidak dihost di Github, maka untuk mengunggah berkas – berkas HTML statis hasil dari Jekyll bisa dengan mengunggahnya secara manual lewat kontrol panel maupun ftp. Standarnya Jekyll mempergunakan fungsi Git untuk mengpush repo ke Github.

Perlu diketahui, dengan mempergunakan Git, maka berkas yang diunggah adalah berkas – berkas yang termodifikasi saja. Sayangnya git tidak didukung oleh (sebagian besar) penyedia layanan hosting.

Glynn

Selama ini, saya mempergunakan Glynn. Memakai Glynn ini sangat membantu dalam proses unggah berkas, selain itu Glynn dibuat juga dengan bahasa Ruby sehingga bisa menyatu dengan Jekyll dengan baik.

Namun begitu, Glynn juga memiliki sebuah masalah yaitu ketiadaan fungsi untuk mengunggah berkas berdasarkan timestamp. Sehingga berkas – berkas yang diunggah Glynn adalah semua berkas yang ada dalam 1 folder _site. Hal ini selain menjadikan besaran berkas yang diunggah meningkat, juga memperlama waktu pengunggahan.

lftp

Alhamdulillah ketemu dengan lftp, sebuah aplikasi ftp yang berjalan di Terminal. lftp ini mendukung fungsi untuk membandingkan isi berkas di remote dengan yang di local, dan kemudian mengunggah berkas – berkas yang sudah termodifikasi saja.

Awalnya saya pikir ini adalah fitur khusus yang dimiliki oleh lftp, namun ternyata hampir semua aplikasi ftp terbaru sudah memiliki fitur yang sama. Namun saya lebih suka lftp, selain cepat dan ringan. lftp jalan di Terminal :).

Di Archlinux bisa dipasang dengan perintah :

 $ sudo pacman -S lftp

Untuk mengunggah berkas Jekyll dengan lftp maka yang harus dilakukan adalah :

 1  # pastikan bahwa berkas sudah selesai di regenerate 
 2  # oleh Jekyll
 3  
 4  # pindah ke direktori _site di jekyll
 5  $ cd /home/poes/kusaeni.com/_site
 6 
 7  # lftp login ke server hosting ~/public_html
 8  $ lftp ftp.situsku.com
 9 
10  # masukkan user & password
11    lftp ftp.situsku.com:~> user loginku
12    Password :
13    lftp loginku@ftp.situsku.com:~> cd ~/public_html
14 
15  # upload files dengan lftp
16    lftp loginku@ftp.situsku.com:~> mirror --reverse\
17    					--only-newer\
18    					--ignore-time\
19    					--parallel=5\
20    					--verbose	

Bagian terpenting dari proses dan perintah lftp ini adalah di baris ke-16. Kalau ditulis dalam 1 baris maka :

 mirror --reverse --only-newer --ignore-time --parallel=5

Maksud dari kode diatas adalah :

 # hasil dari perintah diatas
 Total: 28 directories, 47 files, 0 symlinks
 New: 1 file, 0 symlinks
 Modified: 8 files, 0 symlinks
 342281 bytes transferred in 10 secs (33.4 KiB/s)

Secara kemampuan memang lftp belum bisa disejajarkan dengan git. Tapi setidaknya lftp lebih baik daripada Glynn. Mampu mengcopy sedikit fitur git sehingga bisa mempercepat dan memperingan tugas unggah mengunggah berkas HTML statis hasil regenerate Jekyll. :)

13 Jul 2014

RainbowStream

Rainbowstream adalah sebuah Twitter klien yang dibangun dengan python dan berjalan di Terminal. Kelebihan dari Rainbowstream adalah kemampuan untuk menampilkan twit secara realtime, mengirim dan mencari twit, menampilkan list dan lain – lain tapi dalam tampilan yang Colorfull.

Rainbowstream

Cara pemasangannya mudah, karena Rainbowstream mendukung 2 versi Python, yaitu 2.7 dan 3.4 sehingga tidak ada masalah khusus dalam pemasangannya.

 $ sudo pip install rainbowstream # untuk python2
 $ sudo pip3 install rainbowstream # untuk python3

Namun, saya lebih suka untuk memasang aplikasi ini didalam virtualenv karena lebih nyaman mempergunakan Python 2.7 dibandingkan yang versi 3 keatas.

 $ mkdir venv 
 $ virtualenv2 --system-site-packages venv
 $ source venv/bin/activate
 $ pip install rainbowstream
 $ rainbowstream

Setelah terpasang, untuk menjalankannya cukup ketik rainbowstream didalam virtualenv.

 (venv)$ rainbowstream

Jika ingin menampilkan gambar didalam Terminal, bisa mempergunakan opsi -iot (image on terminal).

 (venv)$ rainbowstream -iot

rainbowstream -iot

Pertama kali menjalankan, rainbowstream akan meminta PIN untuk menghubungkan dengan Twitter. Seperti aplikasi klien Twitter pada umumnya. Setelah masuk, di interactive terminal mode bisa ketik h untuk menampilkan bantuan perintah – perintah.

Rainbowstream juga datang dengan beberapa pilihan tema. Tema – tema populer seperti Monokai, Solarized, Larapaste sudah disediakan.

  [@kusaeni] theme
     tomorrow_night
     monokai
     larapaste
     default
     solarized
   * custom (loaded)
  [@kusaeni] theme larapaste # pilih tema larapaste
  [@kusaeni] theme current_as_default # tema sbg default

Pelajari lebih lanjut perintah – perintah Rainbowstream di Read The Docs.

25 Jun 2014

DHCP Smartfren Bermasalah

Seperti yang sudah kutulis sebelumnya tentang tidak bisa login ke Masterkey MWN ternyata masalah memang pada alamat IP koneksiku. Tapi bukannya di blacklist atau di ban, melainkan ternyata DHCP Smartfren selalu memberikan IP berubah – ubah setiap beberapa menit (atau mungkin beberapa detik).Sehingga Masterkey memaksa untuk memutuskan sambungan demi alasan keamanan. Hal yang bisa dimaklumi.

Lalu bagaimana dengan penyelesaiannya?

Karena memang Smartfren menerapkan kebijakan (yang kurang bijak) untuk merubah – ubah alamat IP tersebut, entah untuk alasan apa (bisa jadi agar tidak dipakai akses game online) maka salah satu solusi adalah berpindah ke layanan internet dari ISP lain.

Jika tidak, bisa memaksa dengan mempergunakan IP Static agar koneksi tetap lancar. Ada banyak penyedia layanan VPN yang bisa menyediakan IP Static. Beberapa ada yang berbayar dan ada pula yang gratis.

Disini aku pergunakan layanan dari Tor. Tor adalah aplikasi gratis yang bisa menghubungkan ke jaringan terbuka untuk menghindari analisa tranfik oleh pihak ketiga.

Tor is free software and an open network that helps you defend against traffic analysis, a form of network surveillance that threatens personal freedom and privacy, confidential business activities – relationships, & state security.

Dengan Tor, aku bisa dapat IP Static sekaligus status “anonymous” sehingga trafik Internetku tidak mudah di intip dan ditelusuri. Untuk mempergunakannya aplikasi ini harus dipasang terlebih dahulu. Di Archlinux bisa dipasang dengan pacman
 # pacman -S tor torsocks vidalia

Akan memasang tor dan torsock. Sedangkan Vidalia itu optional, hanya dipergunakan jika ingin mempergunakan tor dengan GUI. Setelah terpasang, jalankan aplikasi dan secara otomatis Tor akan mencari daftar jaringan yang terbuka dan kemudian menghubungkan diri ke jaringan terdekat dan tercepat.

Agar aplikasi yang berjalan bisa meluncur diatas Tor, maka perlu dirubah konfigurasi proxynya. Semua lengkap dan bisa merujuk ke situs dokumentasi Tor. Kalo tidak ingin sedikit repot utak – utik bisa juga memasang bundle Tor Browser. Tor Browser adalah peramban web yang dimodifikasi dari Firefox.

Khusus pengguna Luakit, bisa langsung dijalankan dengan perintah $ torify luakit.

Akhirnya memang cara ini yang paling dekat untuk dipilih, dan untuk sementara bisa berjalan dengan baik. Namun begitu, dengan mempergunakan Tor tentu saja pada akhirnya harus mengorbankan masalah kecepatan internet yang harus “berputar” sebelum sampai ke tujuan.

Bagaimana lagi?