23 Oktober 08
Appnr : memasang aplikasi Ubuntu Online

Pakai distro Ubuntu atau yang berbasis Debian ?. Kamu mesti mencoba Appnr. Versi web dari APT.
Dengan Appr sekarang kamu bisa memasang aplikasi langsung dari web, tanpa lewat Sypnatic atau aplikasi Installation Manager lainnya. Cukup pilih kategori dari aplikasi, kemudian pilih aplikasinya dan klik install, secara otomatis Appnr akan menunjukkjan tautan pengunduhan dari respositories Ubuntu, dan memasangkannya ke dalam sistem kamu.
Tapi sebelumnya kamu harus memiliki apturl terpasang di sistem kamu, agar bisa mempergunakan layanan ini. Cukup langsung pasang dari Sypnatic dulu.
Aku belum mecoba karena tidak mempergunakan Ubuntu. Tapi aplikasi web ini benar – benar membuatku cemburu. Saya belum tahu ada versi untuk Slackware nya.
29 Mei 08
Pessulus
“.. Pessulus is a lockdown editor for GNOME. It is included is the admin suite since 2.14…“
Ya sejenis deep freeze jika di Windows, efektif digunakan untuk memblok aktifitas pengguna yang “mungkin“ berbahaya, seperti salah hapus, kena virus, atau sebagainya.
Bedanya Pessulus lebih bagus karena bisa dipergunakan untuk memblok aktifitas “hanya pada pengguna yang di duga akan berbuat jahil“ saja, selebihnya bisa diatur. Termasuk pemblokiran untuk otak – atik pengaturan GNOME.
tags: app, gnome, linux, slackware
28 Mei 08
Windows asyiik
Beberapa hari yang lalu, komputer keponakan yang memakai sistem Windows terkena virus, kalau gak salah namanya TROJAN AMBURADUL/PARAYSUTKI. Virus ini buatan orang Indonesia , karena isi pesan virusnya jika dijalankan berisi kata – kata permusuhan ke Malasyia dan Australia.
Ciri – ciri virusnya adalah mengkamuflase dirinya dari berkas eksekusi ( EXE ) menjadi berkas ber-ikon gambar ( JPG atau PNG ), dan tentu saja dengan nama yang cukup menggoda untuk di buka. Virus ini tidak begitu berbahaya sih, cuma membuat duplikat dirinya setiap di hapus ( rata – rata memang begini ).
Informasi lebih lengkap bisa didapat dari vaksin.com .
Di komputer keponakan ada antivirus Avast sebenarnya, tapi sayang sekali gak jalan baik. Dia gak bisa mengdeteksi virus lokal ini. Akhirnya saya terpaksa mencari antivrus lain. da Kaspersky tapi ketika di pasang , virus mengebloknya. Sehingga percuma.
Akhirnya bertanya ke Google dan mendapatkan antivirus lokal yang bernama Ansav dan SmadAV . Juga tutorial bagaimana membuang virus amburadul ini dari sistem.
OK Ansav memang tidak bisa mendetek langsung virus ini, tapi Ansav punya alat untuk mempermudah membuangnya. Dan setalh 30 menit melakukannya , akhirnya si virus amburadul sukses tereliminasi dari sistem.
Uggh pengalaman membongkar banyak hal di Windows membuat sedikit penyegaran diantara suntuknya terkena virus. Ketika sukses bukan maijn senangnya.
Ahh di LInux gak ada virus, gak ada tantangan buat membedah sistem. Agggh di Linux gak ada anti virus, ada pun cuma buat Windows yang bisa di jalanin dari Linux macam ClamAV dan Panda AV.
Komentar [4]
17 Mei 08
Fedora di USB
Topik paling menarik menurut kus minggu ini adalah : Cara mudah mempergunakan OS Linux dengan distro Fedora tanpa harus memasangnya di hard disk.
Ya dipasang di Flash Disk, jadi OS Linux yang portable bisa di bongkar pasang di pelbagai komputer.
Fedora mempersembahkan liveusb-creator, sebuah aplikasi untuk menanamkan sistem fedora kedalam sebuah USB flash disk. Pengguna tidak perlu memiliki sistem Linux yang terpasang untuk menjalankan aplikasi ini, karena liveusb-creator dibangun agar bisa dijalanlkan dari sistem Windows.
Besar ruang kosong yang diperlukan paling tidak adalah 1 GB ( umumnya flash disk sekarang memiliki kapasitas minimal 1 GB ) lebih bagus jika lebih.
Lalu apa fungsi portable fedora ini ?
Sederhana, dengan sistem yg dijalankan dari sebuah USB flash disk, kita bisa mempergunakannya sebagai OS untuk membackup data, mengscan virus, atau menjalankan pelbagai aplikasi untuk pekerjaan, dll.
Komentar [4]
6 April 08
Frustasi dengan adobe air
Adobe air versi Linux sudah keluar, dan bisa diunduh dari laboratoriumnya Adobe.Ukurannya 15 MB , lebih besar kira – kira 4 MB dari ukuran untuk Windows.
Dari keterangan resmi Adobe, disebutkan untuk menjalankan pemasangan Adobe Air, pengguna harus memberikan perijinan eksekusi untuk berkas Adobe Air baru memasangnya. Jelasnya mempergunakan kode seperti berikut :
$ chmod +x adobeair_linux_a1_033108.bin
$ ./adobeair_linux_a1_033108.bin
Saya sudah mencoba dengan memberikan perijinan eksekusi untuk berkas ini, pada akun yang saya gunakan ( bukan root ), tapi gagal dalam pemasangan.

Dari pesan kesalahan, ada informasi bahwa saya tidak memiliki akses untuk memasangnya di sistem. Padahal pada saat pemasangan , Adobe Air meminta kata sandi root dan saya sudah memberikannya.
Saya kemudian mencoba dengan akun root, hasilnya sama gagal. Kemudian mencoba mengganti perijinan dengan grant access
# chmod 777 adobeair_linux_a1_033108.bin
Hasilnya tidak berubah, masih gagal. Ini benar – benar membuat frustasi. Saya beranggapan mungkin berkasnya korup, saya coba unduh lagi, tapi tetap. Gagal dengan sukses.
Ternyata eh ternyata , setelah selidik punya seilidk. Adobe Air masih belum mendukung arsitektur 64-bit, sehingga tidak bisa dipasang.
#file adobeair_linux_a1_033108.bin
adobeair_linux_a1_033108.bin: ELF 32-bit LSB executable,
Intel 80386, version 1 (SYSV), dynamically linked (uses shared libs)
, stripped
Yah ini masih berstatus alpha, berharap di rilis finalnya sudah bisa dipergunakan di 64-bit.
Komentar [3]
3 April 08
NgeGame di Linux
Daftar emulator game yang ( saat ini ) bisa dipergunakan di Linux .
Sony Playstation
Sony Playstation 1 / Sony Playstation One
- epsxe , stabil, dan sangat disarankan untuk memainkan game PS 1 / PS One.
- pcsx, juga bisa digunakan, tidak lagi terupgate, karena pengembangnya terfokus untuk pembuatan dan pengembangan emulator PS 2
Kedua emulator tersebut membutuhkan beberapa plugins agar bisa berjalan baik.
- peops, untuk menampilkan suara dan gambar.
- anmoq Untuk pengguanan joystick atau gamepad, atau bisa juga dengan padxwin
Sony Playstation 2
pcsx2 adalah proyek penerus pcsx, untuk memainkan permaian PS 2 di PC, statusnya masih belum stabil, walau bisa dipergunakan tapi untuk beberapa game akan menyebabkan crash.
Ada baiknya melihat daftar game yang bisa dimainkan terlebih dahulu.
PC Games ( MS Windows )
Untuk game PC berbasis MS Windows, relatif lebih mudah untuk di mainkan di Linux, terutama setelah proyek Wine semakin matang.
Ada beberapa emulator yang bisa dipergunakan antara lain :
- Wine , adalah aplikasi yang mengimplementasikan MS Windows untuk Linux, hampir semua aplikasi yang berjalan di MS Windows bisa dijalanakan di Linux lewat Wine. Beberapa game juga bisa.
- Cross Overs, dibangun dengan landasan Wine, tapi memberikan fitur yang lebih banyak dan memiliki kompatibilitas dengan MS WIndows lebih baik, buruknya aplikasi ini berbayar.
- Cedega, Wine khusus untuk game!!!, kompatibilitas untuk memainkan game sagnat baik, tapi aplikasi ini juga berbayar.
- PlayONLinux , dibangun oleh komunitas, aplikasi ini cukup bagus untuk memainkan Windows game di Linux, gratis dan cukup stabil, kelemahannya tidak semua game bisa dimainkan. Ada baiknya melihat daftar game yang sudah bisa dimainkan. Tapi kabar baiknya, jika saat memainkan ada masalah dalam game, bisa jadi karena pengaturan applikasinya yang belum tepat, jadi ada anggapan semua game bisa dimainkan, dengan skrip.
Nintendo
Super Nitendo
Zsnes, bisa dipergunakan untuk memainkan game Super Nitendo, untuk pecinta Mario, pasti tak akan melewatkan ini.
Nintendo DS
iDeas bisa dipergunakan untuk memainkan Nintendo DS di PC, gratis dan tersedia untuk platform Linux dan Windows.
XBOX, PSP, PS3
untuk XBOX, PSP ,dan PS3 masih belumada programmer yang membuat emulatornya, sebelumnya untuk PSP pernah ada isu akan ada emulatornya yang akan dirilis akhir tahun lalu , tapi sampai saat ini masih belum ada kabar lanjutannya.
Tapi sambil menunggu , mainkan saja game – game yang sudah bisa. Salam gamer’s
Komentar [3]
2 April 08
Linux Go Mobile
Sekarang jamannya gadget dengan fitur yang hampir menyaingi komputer. Apple dengan iPhone sudah memulai genderang persaingan, dimana Linux dan MS Windows sudah terlebih dulu terjun kedalamnya.
Penggunaan Linux sebagai dasar pengatur sistem pada sebuah HandPhone memang jarang ditemui, samapai setahun yang lalu, saya hanya melihat kalau Linux dipergunakan oleh Motorola di produknya sekelas E398 keatas.
Sedangkan MS Windows sudah mengeluarkan MS Windows CE dan Mobile Edition, yang cukup banyak dipergunakan di gadget HandPhone kelas atas, seperti milik O2 ataupun PDA.
2008, tahun pijakan Linux

Awal tahun ini sepertinya akan menjadi titik balik bagi perkembangan Linux sebagai platform gadget mobile. Salah satunya adalah peluncuran Ubuntu Mobile oleh Ubuntu yang didukung olhe Canonical, kemudian mulai bermunculannya beberapa proyek , pengaplikasian Linux ke dalam perangkat bergerak seperti :
Lebih murah
Semua aplikasi diatas memiliki lisensi gratis dengan kode sumber terbuka. Dengan penggunaan aplikasi open source tentu bisa memangkas harga produksi, sekaligus mempermurah harga perangkat. Ujungnya pengguna yang diuntungkan.
31 Maret 08
Mac , Vista , And Linux
“After Mac was hacked in 2 minutes at the CanSecWest Conference, it was now the time for Vista to get hacked on the 3rd day. Vista’s security was compromised through the popular 3rd party software, Adobe Flash. Linux? Undefeated after 3 ( three ) days conferrence” CanSecWest Conferenc
29 Maret 08
Dari Kiba ke wbar
Untuk waktu yang lama , saya setia mempergunakan Kiba untuk mempercantik tampilan desktop xfce Kus. Dan sekarang saya memutuskan untuk membunuhnya dan menggantikannya dengan yang baru , wBar.
Wbar adalah aplikasi yang mirip dengan Kiba, sama – sama dipergunakan untuk urusan docking launchers di desktop Linux , agar mirip dengan di Mac OSX.
Ada beberapa alasan yang membuat saya berpindah ke Wbar, salah satunya Kiba cukup berat untuk dipergunakan dan memakan resource cukup banyak. Saya tidak akan menginstall AWN, walau AWN tampil lebih baik, tapi AWN malah lebih berat daripada Kiba, selain itu dia butuh desktop compositioning sejenis Beryl atau Compiz.
Memasang Wbar
Di Zenwalk atau Slackware sudah ada paket wbar yang tinggal pasang dengan perintah installpkg, mudah dan cepat, tapi saya lebih suka dengan pemasangan lewat pengcompilean kode sumbernya.
Di konsol :
$ wget http://www.tecapli.com.ar/rodolfo/wbar-1.3.3.tbz2
$ tar -jxvf wbar-1.3.3.tbz2
$ cd wbar-1.3.3
$ make
# make install
Dan wbar pun sudah terpasang dengan baik. Di xfce saya tidak bisa menemukan menu wbar di xfce menu, tapi wbar bisa di eksekusi lewat konsol dengan perintah wbar. Ada baiknya membaca manual dari wbar sebelum menjalankannya. Untuk cara cepatnya bisa dengan mengetikkan wbar --help di konsol dan akan menu pilihan konfigurasi wbar.

Saya mempergunakan perintah wbar -above-desk -pos bottom -bpress untuk menampilkan wbar di bawah desktop.
Kekurangan wbar adalah susahnya menambah dan mengurangi item launchers di dock nya. Untuk melakukannya harus menggubah manual berkas dot.wbar di /usr/share/wbar.
Tapi kalau buat yang gak mau susah – susah atau paranoid dengan gubah manual lewat editor teks, bisa mempergunakan aplikasi kecil bernama wbarconf, aplikasi ini merupakan tampialn antar muka GUI untuk menggubah berkas konfigurasi wbar.
Ditulis dengan Python, dan bisa langsung dijalankan tanpa harus di pasang ke sistem.
$ wget http://kapsi.fi/ighea/wbarconf/wbarconf-0.5.tar.gz
$ tar -zxvf wbarconf-0.5.tar.gz
$cd wbarconf-0.5
$python wbarconf.py

Tips untuk wbar, jangan pernah mempergunakan ikon gambar bertipe svg, ini hanya akan membuat wbar tidak bisa dijalankan. Gunakan saja ikon bertipe PNG. Tidak tahu tempat mendapatkan ikon untuk dock yang bagus? . Deviant Art adalah tempat awal yang bagus untuk di kunjungi.
tags: app, linux, slackware, xfce, zenwalk
25 Maret 08
ZenHeron
Hardy Heron???
Bukan!!!, ini Zenwalk dengan tampilan wallpaper milik Hardy Heron.
Wallpaper diambil dari Hank.Ballew
tags: desain, flickr, gnome, linux, slackware, xfce, zenwalk
23 Maret 08
Greader diatas Mozilla Prims
Google Reader berjalan diatas Mozilla Prims dengan mempergunakan add on stylish : OS X Style Google Reader buatan Jon Hicks.
tags: flickr, google, linux, slackware, zenwalk
19 Maret 08
Zenwalkus crash setelah..
Zenwalkus crash setelah mengupdate atk dan gtk via NetPKG, maksud hati ingin memasang tema Murrina di xfce desktop, tapi setelah diaktifkan , tiba – tiba wallpaper langsung lenyap.
Saya lihat di Desktop Setting , tanda centang untuk pengaturan wallpaper oleh xfce sudah tidak ada lagi. Saya kembalikan pengaturan desktop ke xfce tapi masih tidak membantu. Mengembalikan tampilan tema ke tampilan sebelumnya juga sama.
Beberapa aplikasi yang kebetulan terbuka seperti Thunar, dan Iceweasel, langsung tewas tak berbekas, hanya Pidgin yang masih bisa jalan di background.
Ku restart……
Dan malah gak bisa masuk ke desktop, tampilan xfce baru sampai mau masuk ke halaman login, tapi tidak bisa, layar jadi berwarna sama dngan background splash screen, dan setelah 10 menit masih belum bisa masuk ke tampilan login. Di restart dengan CTRL + ALT + BACKSPACE , tidak jalan, setelah 5 – 6 kali, muncul pesan kesalahan :
“Server GTK dimatikan , karena interupsi sebanyak 6 kali selama 90 detik. Otomatis akan mencoba ulang dalam 60 detik”
Terus begitu.
Dari berkas log, ketemu laporan seperti ini :
“gdm-binary [3221]: WARNING: gdm_slave_xioerror_handler: Kesalahan fatal X – Restart :0”
Sudah mencari bantuan ke Google, masih belum menemukan jawaban.
Dan …. frustasi. Mungkin aku perlu mengembalikan settingan gconf memakai drivers vesa lagi.
tags: frustasi, linux, slackware, zencafe, zenwalk
6 Maret 08
Linux Media Content Manager.
Era Linux identik dengan segala kesusahan dan kerumitan dengan tampilan penuh huruf putih diatas papan hitam sudah hampir berlalu, sekarang jamannya desktop nice eye catching . Dulu , perkara tampilan keindahan serta kemudahan dalam menangani berkas multimedia memang menjadi kelebihan Windows dan Mac OS, mereka memiliki segudang cara dan inovasi untuk memudahkan penggunanya untuk mengorganisir koleksi berkas multimedia , entah itu musik, gambar , atau film sekalipun.
Sementara itu Linux masih berkutat dengan cara kuno, semua harus diketik, kalaupun ada aplikasi sejenis, tapi datang dengan tampilan yang kurang sedap dipandang dibandingkan kompatriotnya.
Sekarang berbeda. Di Linux pun sudah ada pelbagai aplikasi untuk mngolah berkas multimedia dengan tampilan yang tidak kalah dengan aplikasi di Windows maupun Mac, beberapa diantaranya:
- My Media System Adalah aplikasi untuk mengorganisir berkas multimedia, kelebihan dari aplikasi ini adalah kemampuan untuk menampilkan dan mengunduh informasi multimedia ( film atau clip ) dari TV ( asal tersambung ke PC ). Juga kemampuan untuk mengorganisir berkas – berkas permainan ( game ), entah itu permainan yang khusus untuk Linux, atau permainan yang dijalankan lewat emulator seperti
- Entertainer Baru di luncurkan dan langsung mendapatkan banyak aplous di pelbagai tempat, Entertainer adalah solusi media center yang dikhususkan untuk Gnome dan xFce. Dibangun dengan python, dan membutuhkan banyak dependencies yang harus dipenuhi, namun hasil akhirnya tidak akan membuat kecewa, Entertainer adalah salah satu yang terbaik.
- Elisa Elisa adalah aplikasi cross platform yang di desain untuk memanajemen koleksi multimedia kamu, dengan tampilan indah dan mudah, Elisa memberikan pelbagai fitur diantaranya kemudahan untuk menampilkan koleksi gambar , musik , dan video serta kemudahan untuk memount ipod, kamera digital, dan pemutar musik portable lainnya.
- Sofa Aplikasi ini lebih cocok sebenarnya jika digunakan sebagai Music Manager, tapi dia juga memiliki kemampuan untuk mengorganisir berkas multimedia seperti aplikasi sebelumnya.
snes, epsx



Elisa sangat lengkap dari segi fitur dan cukup indah dari tampilan, cuma Elisa datang dengan paket yang cukup besar dan dibangun dengan python. Pada proses pemasangannya dibutuhkan kejelian dalam mengerti depedencies apa saja yang harus di penuhi. Cukup rumit tapi untuk Elisa apa sih yang nggak dilakukan??

Tapi dibandingkan yang lainnya, Sofa tidak memiliki banyak fitur, seperti menampilkan gambar, podcast , dan perekam TV. Namun menurut pengembangnya, fitur tersebut akan hadir di rilis selanjutnya. Patut ditunggu.

Saya senang dengan kenyataan bahwa Linux tidak lagi menakutkan, dan meiliki banyak pilihan aplikasi yang indah dan menarik. Linux sudah tidak lagi kalah dengan OS lainnya. Linux sudah tidak lagi identik dengan command line.
Itu menyenangkan.
22 Pebruari 08
Apa sih Fx-Foundry itu sampai sekarang ...
“Apa sih Gimp Fx-Foundry itu? sampai sekarang aku masih belum selesai menjelajahi fiturnya, tapi yang pasti dia punya segudang plugins keren untuk GIMP” - Kus berbicara tentang Gimp FX-Foundry
12 Pebruari 08
Wine-Doors
Saya mencoba Wine-Doors tadi pagi. Wine-Doors adalah aplikasi yang dipergunakan untuk membantu pengguna Wine untuk memasang aplikasi Windows dengan mudah dan cepat.
Hampir mirip dengan sypnatic , netpkg ataupun aplikasi pemaketan yang lain. Saya sudah mencoba untuk memasang Google Sketch Up lewat Wine-Doors. Sukses tapi tidak bisa dijalankan karena saya tidak mengeset drivers yang benar untuk Slack Kus.
Google Sketch Up membutuhkan OpenGL untuk dapat berjalan, dan itu tidak tersedia atau belum terkonfigurasi di sistem saya.
Jadi saya ingin menguninstallnya. Mudah, lewat Wine-Door juga, 1 klik dan jalan, tapi….. gagal.
Gagal, Wine-Doors tidak dapat menguninstallnya. Ini dikarenakan OpenGL tadi. Untuk aplikasi lain bisa dengan baik, khusus yg membutuhkan graphik 3D memang bermasalah.
Sekarang saya sedang memikirkan bagaimana cara menguninstallnya tanpa harus melewati Wine-Doors.
Wine-Doors bagus dan menjanjikan. Pssst konon kabarnya, pengguna bisa langsung memasang Photoshop CS2 lewat Wine-Doors. Ya memasangnya, tentu harus diunduh dulu di respositorynya Wine-Doors. Kebayangkan, itu artinya Photoshop gratis. Siapa tahu saya belum coba, akses Internet lemot!!!
tags: app, gnome, linux, slackware
9 Pebruari 08
Banshee dan Last.fm
Baru sadar kalau Banshee , mengfetch Last.FM untuk mendapatkan info cover album dari lagu yang sedang diputar, dan menampilkan informasi Metadata, dan Recomendations Songs berdasarkan catatan statistik Last.FM .

Ini menarik dan bagus di bandingkan harus melongok ke Amazon, lebih cepat dan lengkap. Cuma untuk beberapa lagu yang masuk kategori “ gak beken” atau Super Djadoel sangat susah mendapatkan cover album. Atau bahkan beberapa cover Album tidak cocok dengan Albumnya di karenakan cover teresebut adalah hasil upload-an dari pengguna Last.FM .
Solusinya?
Untuk lagu yang sepertinya dinikmati sendiri , atau jenis lagu indie bisa dengan membuat cover album sendiri. Caranya :
- Scrobblerrrrrr lagu ke Last.FM dan kemudian gubah informasi tentang lagu tersebut, dan jangan lupa upload cover Art nya.
- Cari cover album gubah dengan GIMP untuk menyesuaikan ukuran, kemudian buat map baru di bawah map Music Library dan simpan cover album disitu.
Selesai.
tags: app, berita, linux, musik
8 Pebruari 08
Jika Ubuntu menjadi seperti ...
Jika Ubuntu menjadi seperti ini, maka rasa – rasanya aku sudah gak tahan untuk pindah, terutama tentang masalah itu. Ahh Tapi ya.. slackware tetep yang terbaik. ( via Digg
6 Pebruari 08
SFDownloader
Ketika mempergunakan Windows , ada banyak aplkasi yang bisa dipergunakan untuk membantu proses mengunduh berkas di Internet. Tapi ketika pertama kali mempergunakan Linux, Saya agak khawatir dengan ini. Aplikasi yang saat itu saya pergunakan adalah wget, sebuah aplikasi untuk membantu mengunduh yang berbasiskan pada shell command.
Untuk yang tidak terbiasa dengan console dan terbiasa dengan kemudahan klik , maka hal ini cukup merepotkan.
Sebenarnya ada gak sih aplikasi sejenis Flash Get atau DAP ?
Untungnya ada, saya sudah mencoba bebererapa diantaranya DownloaderForX dan ProZilla ( atau ProzGUI , ProZilla dengan tampilan GUI ).
Keduanya hebat dalam mengatasi proses pengunduhan di Internet, juga mendukung fungsi resume download. Biasanya di beberapa distro besar sudah menyertakan DownloaderForX dan ProZilla di dalam paketnya, atau jika tidak ada bisa mencari di rspository masing – masing distro.
Saat ini, saya sudah terbiasa dan selalu memakai ProzGUI, versi GUI dari ProZilla. Bagus. Mantap.
Namun ternyata Linux kaya dengan pelbagai macam aplikasi alternatif, untuk masalah pengunduhan, ternyata ada juga aplikasi lain yang tak kalah bagus. Misalnya SFDownloader.

SFDownloader adalah aplikasi kecil yang ditulis dengan bahasa Python, dikhususkan untuk membantu pengunduhan berkas. Walau kecil ukurannya, namun SFD memiliki banyak fitur yang menarik dan lebih dibandingkan ProZilla dan DownloaderForX, yaitu pengunduhan berkas video dari YouTUbe.

SFD bisa mengunduhkannya untuk saya, dan kebetulan juga saya memiliki ffmpeg terpasang sehingga SFD bisa langsung juga menawarkan pengubahan format .flv ke format video atau audio lain yang di dukung oleh ffmpeg.
Oh ya SFD juga memiliki fungsi mengunduh gambar. Lebih dari yang lain, SFD bisa mengunduh gambar dari sebuah situs galeri , ya semua gambar . Tanpa memasukkan satu per satu alamat berkas. Cukup URI utamanya saja, dan tentu pengaturan ke dalaman tautan dan SFD akan menerka jumlah set gambar dan memulai mengunduhnya.
Menarik, dan lengkap.
tags: linux
5 Pebruari 08
Kenapa hampir semua ...
“Kenapa hampir semua aplikasi bagus dan hebat serta menarik di Linux hanya tersedia untuk Debian dan Ubuntu? E tanya kenapa ?” – Kus
3 Pebruari 08
Membuang Ffmpeg sama susahnya dengan..
“Membuang ffmpeg sama susahnya dengan memasangnya, tentu lewat compile source, shit!” – Kus
tags: ego, frustasi, linux, slackware
9 Januari 08
Tema iPhony untuk K750i - Fix
Adham Somantrie membuatnya 3 bulan yang lalu. Tema iPhony untuk ponsel buatan Sony Ericsson.
Tapi ada masalah dengan tema ini jika di pergunakan di Sony Ericsson K750i, jenis warna yang dipergunakan hampir mirip dengan warna latar belakang, sehingga tulisan sangat sulit untuk di baca.
Saya sudah melaporkannya ke Adham, tapi karena dia sedang sibuk dengan TA, maka pembetulan bug ini mungkin akan menunggu waktu yang lama. Dan saya meminta ijin darinya untuk memperbaiki sendiri.
Sederhana, cukup mengganti nilai hexa untuk penulisan text SMS saja. Caranya :
- Unduh berkas tema iPhony terlebih dahulu.
- Gubah dengan SonyEricsson Themes Creator.
- Selesai, simpan. Dan kompres kembali dengan format tar, dan ganti akhirannya dengan nama thm ( khusus untuk Linux yang gak mau pasang SonyEricsson Themes Creator.
Tapi saya pemakai Linux, dan tidak mau memasang SonyEricsson Themes Creator, bagaimana?
Cukup dengan :
#file iphony.thm
Theme.thm: tar archive
Jadi terlihat kalau berkas tema SE cuma berkas tar atau berkas terkompresi tar saja. Cukup di urai dan ….
Kemudian buka berkas theme.xml, lihat di baris ke 36 : <Input_text Color="0xffffff"/>, terlihat kalau warna input text adalah ffffff.
Saya ingin merubahnya menjadi hitam, maka diganti dengan kode 000000.
Untuk yang males utak – utik, saya sudah menggubahnya dan hasilnya bisa diunduh disini.
PS : Gambar diatas diambil dari milik Adham Somantrie.
Komentar [2]
27 Desember 07
Iseng, Tampilan Desktop Terbaru
Setelah reinstall ulang, ini tampilan desktop terbaru. Zencafe dengan xfce dan Kiba. Ooops wallpaper nya pakai punya Vista, tidak lagi milik Adham Somantrie.
Ping Pong : Dektop Kriwil.
tags: linux, slackware, zencafe
Komentar [8]
23 Desember 07
Rapelan Artikel
Saya tidak punya banyak waktu untuk menulis artikel yang panjang akhir – akhir ini, karena pekerjaan banyak dan melelahkan. Jadi saya upayakan untuk menulis walau pendek dan sedikit.
- Minggu – minggu menjelang akhir tahun ini, harusnya banyak liburan. Tapi karena program kerja akhir tahun yang menumpuk ditambah hendak adanya Audit Internal , membuat saya tidak bisa libur. Libur cuma satu hari, Hari Lebaran Ied Adha kemarin.
- Saya mereinstall ZenCafe yang saya gunakan selama ini, dan terlupa untuk memback up data sehingga semuanya amblas!.
- Dan sekarang baru saja memasang font dari Windows ke ZenCafe ( Zen Walk )
- Dan SuperBPL sama sekali tidak akrab dengan Linux. Pasalnya saya tidak bisa melihat klip – klip disana dengan mempergunakan perambah di Linux. Saya sudah mencoba dengan PCLinux OS, FreeBSD, PCBSD, dan ZenCafe ( ZenWalk ) hasilnya sama saja. Walau sudah mendaftar dan memasang plugin Flash. Menyebalkan!.
- Saya sedang mengerjakan logo baru untuk Weblog Kus, dan juga sedang menunggu kiriman “tombol” dari seseorang yang sulit dipercaya bahwa itu adalah “nama asli” nya.
Caranya, setelah mendapatkan font yang diinginkan maka salin atau pindah font tersebut ke map /usr/share/fonts sesuaikan dengan jenisnya, jika berformat TTF letakkan di dalam map ttf.
Gunakan akun root untuk memindahkannya. Karena standar dari ZenWalk tidak mengijinkan user untuk mengutak – utik map dan seluruh berkas file system.
Kemudian perbarui dan baca ulang daftar font dengan mengetikkan perintah di konsol yaitu,
fc-cache -fv
Selesai. Sekarang saya sudah bisa melihat desain situs yang mempergunakan font Windows semacam Trebuchet MS dengan baik.
Hei liburan hampir usai Bung!
tags: berita, linux, slackware, zencafe
Komentar [5]
11 Desember 07
Zencafe + Bluetooth + k750i = stall
Saya membeli HP Sony Ericsson K750i 2 hari yang lalu, dan ingin mengtransfer berkas lagu dan tema dari komputer ke HP.
Ada 3 cara untuk melakukannya yaitu:
- Dengan Kabel Data / USB
- Dengan InfraRed
- Dengan Bluetooth
Dari ketiga cara, saya memilih untuk mempergunakan 2 cara terakhir yaitu dengan InfraRed dan Bluetooth, saya tidak mau membawa kabel data / USB kemana – mana.
Dari percobaan pertama dengan mempergunakan InfraRed hasilnya gagal, InfraRed tidak terdeteksi oleh ZenCafe, walaupun saya sudah memasang Gnokii.
Kemudian di percobaan kedua dengan Bluetooth hasilnya masih gagal, walau sudah memasang KDEBluetooth. Dengan alat ini sebenarnya USB Bluetooth sudah dapat terdeteksi, cuma setelah itu KDEBluetooth stall dan harus di kill.
Sepertinya cara terbaik cuma lewat Kabel Data, walau saya masih penasaran dengan Bluetooth dan IrDa. Akan saya coba lain waktu.
UPD 12 Desember :
OK , saya mencoba mengaktifkan dan mengsinkronisasi K750i dan bluetooth doggle lewat terminal.
Setelah memasukkan bluetooth doggle / USB , kemudian mengaktifkan fungsi bluetooth di K750i.
Lewat konsol saya coba mengsinkronisasi dengan perintah :
#hciconfig
Dan mendapatkan hasil :
#hciconfig
hci0: Type: USB
BD Address: 00:00:00:00:00:00 ACL MTU: 0:0 SCO MTU: 0:0
DOWN
RX bytes:0 acl:0 sco:0 events:0 errors:0
TX bytes:0 acl:0 sco:0 commands:0 errors:0
Kemudian menghidupkan layanan hci0 dan melihat apakah layanan sudah berjalalan.
#hciconfig hci0 up
#hciconfig -a
hci0: Type: USB
BD Address: 11:11:11:11:11:11 ACL MTU: 678:8 SCO MTU: 48:10
UP RUNNING
RX bytes:85 acl:0 sco:0 events:9 errors:0
TX bytes:33 acl:0 sco:0 commands:9 errors:0
Features: 0xbf 0xfe 0x8d 0x78 0x08 0x18 0x00 0x00
Packet type: DM1 DM3 DM5 DH1 DH3 DH5 HV1 HV2 HV3
Link policy:
Link mode: SLAVE ACCEPT
Name: 'ISSCBTA'
Class: 0x000000
Service Classes: Unspecified
Device Class: Miscellaneous,
HCI Ver: 1.2 (0x2) HCI Rev: 0x1fe LMP Ver: 1.2 (0x2) LMP Subver: 0x1fe
Manufacturer: Integrated System Solution Corp. (57)
Dan memulai pemindaian terhadap K750i dengan :
#hcitool scan
Scanning ...
00:1D:28:DE:72:C1 Kus
Bisa dilihat kalau K750i saya sudah bisa di pindai dan menghasilkan MAC adress 00:1D:28:DE:72:C1 , kemudian coba menghubungkan komputer dengan K750i dengan perintah :
# rfcomm connect 0 00:1D:28:DE:72:C1 1
Sukses, dan bisa meng-mount K750i lewat Thunar ( /home/kus/mnt/usb ).
Masalahnya waktu koneksi cuma sebentar, kurang dari 1 menit, tentu susah kalau hendak melakukan proses transfer. Bingung.
Pakai ObexFTP.
#obexftp -b 00:1D:28:DE:72:C1 -p test.jpg
Jalan, tapi tanpa progress bar , tanpa hasil, dan mengecewakan.
Bagaimana sekarang?
Saya sedang memasang Blueman , sepertinya menjanjikan untuk dipergunakan sebagai alat transfer lewat Bluetooth.
PS : Dengan Kabel USB , transfer data bisa di akomodir dengan baik, Slack love K750i.
tags: linux, slackware, tutorial, zencafe
8 Desember 07
Berpindah ke Epiphany
Firefox sudah kupergunkan lebih dari 4 tahun kebersamaan, sejak mulai versi 0.2 beta dulu sampai versi stabil 2.0.2 yang sekarang kupakai. Dan selama itu tidak kurang dari beratus – ratus kali mengalami hal menjengkelkan seperti crash dan freeze karena pemakaian memory yang berlebihan oleh Firefox. Bayangkan saat mengunduh berkas sebesar 60 MB dengan kecepatan unduh cuma 10 kbps dan sudah selesai hampir 90 %, kemudian Ff crash dan minta mulai ulang? . Server unduh tidak mendukung resume download dan rasa – rasanya langit jatuh diatas kepalaku.
Saya sudah mencoba mengakali dengan mengatur pemakaian memory tapi tidak begitu sukses meredam kejadian menjengkelkan itu.
Jadi sekarang saya mulai melirik alternatif perambah internet lainnya. Dan pilihan jatuh ke Epiphany. Saya sudah memiliki Opera, tapi juga sering crash jika dipergunakan untuk membukan situs dengan animasi Flash dan Js rumit semacam Youtube dan GReader.
Kenapa harus Ephipany
Alasan utama tentu karena kecepatan dam ringan karena terintegrasi dengan Gnome, tidak hanya pada saat membuka aplikasi ini dan menjalankannya. Kecepatan juga dimiliki epiphany dalam merender halaman web.
Dan yang paling penting Epiphany stabil dan tidak mudah crash.
Saya suka tapi …
Cuma saya tidak serta merta pindah dari Ff ke Epiphany karena Ff memiliki Firebug. Sebuah adds on untuk menyelidiki kode sumber dari sebuah situs. Selain untuk mencuri meniru cara penampilan gaya situs, juga bermanfaat untuk mencari kesalahan dalam mendesain.
Selain itu saya masih belum bisa mengaktifkan plugin Flash, yang secara dokumentasi bisa jalan asal saya masih dan sudah memasangnya di perambah Ff.
Ini aneh, tapi bukan masalah besar. Saya masih menyisakan Ff dan Opera. Khusus untuk pekerjaan tertentu. Ya itu .. desain.
Komentar [14]
29 November 07
AWN di xFce
xFce datang dengan tampilan standar mirip dengan Mac, terutama penempatan panel dan launcher nya. Tapi sayang tidak seanimatif dan seindah Mac.
Namun ada aplikasi di Linux yang bisa membuat dock atau launcher mirip dengan Mac. Namanya Avant Window Navigator atau sering disingkat Awn. Memiliki banyak fitur untuk menampilkan dock seperti milik Mac, dari mulai dock kelas Tiger sampai yang terbaru Leopard ( 3d look ).
Awn dibuat dengan GTK, jadi hanya jalan di lingkungan desktop Gnome, dan desktop lainnya yang mempergunakan GTK semacam xFce.
Kebetulan saya mempergunakan, ZenCafe yang dektop standarnya adalah xFce. Dan mencoba memasangnya.
Langkah awal adalah mendapatkan paket source dari Awn, karena Awn tidak terdapat dalam paket Zencafe, bahkan tidak juga ada di respository nya.
bzr co http://bazaar.launchpad.net/~awn-core/awn/trunk avant-window-navigator
Buka konsol dan ketikkan perintah diatas, gunanya untuk mengunduh berkas source terbaru dari Awn lewat bazaar. Dan hasil unduhan disimpan di dalam map bernama avant-window-navigator.
Khusus untuk perintah bzr, saya harus memasang aplikasi Bazaar, aplikasi ini semacam dengan SVN tapi dikhususkan untuk pengunduhan aplikasi yang di host di launchpad. Bazaar bisa juga dipasang dari respository ZenCafe, tinggal pasang dari NetPKG.
Setelah terunduh, masuk ke map avant-window-navigator :
cd avant-window-navigator
Pra langkah untuk mempersiapkan pemasangan, ketikkan
./autogen.sh
Perintah ini sama dengan perintah ./configure , berguna untuk memeriksa kesiapan sistem sebelum pemasangan seperti kebutuhan ketergantungan aplikasi terhadap library dan sebagainya, normalnya ( apakah bisa disebut normal ? ) , perintah ini akan menampilkan banyak pesan kesalahan, karena ZenCafe tidak memiliki beberapa persyaratan yang di minta Awn.
Perhatikan baik – baik, dan pasang aplikasi atau library yang dibutuhkan. Beberapa memang ada dan bisa dipasang lewat NetPKG, tapi banyak yang harus dipasang lewat compile source. Ugghhh dengan begini jadi belajar Linux beneran :) .
Setelah semua kebutuhan selesai dipasang, dan hasil dari perintah ./autogen.sh tidak menimbulkan masalah, maka compile source dengan mengetikkan :
make
Dan pasang aplikasi Awn dengan perintah :
make install
Untuk menjalankan perintah make install harus dalam posisi menjadi root.
Setelah selesai, jalankan dengan perintah :
avant-window-navigator &
Awn dan masalah dengan xFce + ZenCafe
Apakah setelah menjalankan perintah diatas , akan segera Awn berjalan? .
Berharaplah begitu, tapi jangan kaget jika tidak. Ada beberapa bug jika Awn di jalankan di atas xFce, namun untuk versi rilis terbaru bug bug tersebut sudah diperbaiki.
Tapi kok masih tidak jalan?
ZenCafe.
Zencafe adalah sebuah distro dengan xFce sebagai desktop manager standar, tentu dengan pelbagai pengaturan di sana dan disini sehingga tampil tidak lagi mirip dengan xFce versi standar. Karena hal itulah, Awn walaupun sudah di jalankan, tapi tidak terlihat berjalan.
Nah, untuk melihatnya berjalan, maka diperlukan pengaturan dan tweak desktop xFce.
Pastikan Awn belum berjalan, kemudian tuju menu Start | Settings | Window Manager Tweaks.
Setelah terbuka tuju menu Compositor dan beri tanda centang ( aktifkan ) Enable display compositing.
Mulai / start Awn. Lewat konsol atau menu Start | Accessories | Awn Navigator .
Insha Allah bisa.
Untuk melakukan pengaturan Awn, bisa dilakukan dengan membuka jendela Awn Manager, dengan cara lewat konsol dengan perintah awn-manager atau lewat menu Start | Settings | Awn Manager.
Sebagai contoh tampilan Awn di atas xFce dan ZenCafe milik saya :
Akhirnya tidak dipakai
Awn memang bagus, membawa pengguna desktop dengan GTK serasa mempergunakan Mac, apalagi jika memasang ikon dan themes mirip dengan Mac. Tampilannya akan benar – benar menipu.
Sayangnya Awn yang saya pasang di ZenCafe ini berjalan begitu lambat, sehingga setiap melakukan perpindahan antar jendela aplikasi sering terjadi stall walau tidak sampai crash atau hang. Mungkin ini juga karena pengaktifan display compositing.
Saya berencana memasang aplikasi dock yang lain, bisa engage atau leluhurnya Awn si Cairo dock.
tags: linux, slackware, tutorial, zencafe
Komentar [11]
26 November 07
Banshee diatas Zencafe 1.2
Saya memasang Banshee beberapa hari yang lalu, dan langsung mencintainya. Awalnya saya pakai Audacious sebagai aplikasi pemutar musik standar bawaan ZenCafe distro yang saya gunakan.
Oh kembali ke beberapa minggu sebelumnya, saya sebenarnya ingin memasang Ubuntu, tapi urung karena proses installasi Ubuntu yang lama. OK hardware yang kupergunakan mungkin sudah kuno dan tidak mendukung Ubuntu. Dengan AMD Athlon XP 1.8 GHz dan memory 256 MB sepertinya tidak mencukupi untuk mempergunakan Ubuntu.
Setelah menimbang dan memilih akhirnya jatuh kepada ZenCafe, selain ringan distro ini juga racikan anak negeri A Hardiena, dan sekaligus ingin juga merasakan desktop xFce, setelah sekian lama bergelut dengan Gnome.
Banyak hal yang belum saya perdalami dengan ZenCafe, dan sepertinya pertualangan kali ini akan panjang dan menegangkan. Bagaimana tidak saya masih kesulitan untuk memasang gogh di ZenCafe.
Ada yang tahu bagaimana cara meng-compile Python dengan Numeric ?
Saya sudah memasangnya lewat NetPkg tapi masih gagal untuk menjalankan Gogh. Ada yang bisa bantu.
Oh iya, tangkapan layar diatas adalah tampilan desktop ZenCafe Kus
dengan desktop background buatan Adham Somantrie yang bernama Greeny Wallpaper .
Kembali ke Banshee.
OK kenapa saya memasang Banshee ? . Pertanyaan yang bagus mengingat ukuran Banshee yang besar dan membutuhkan ketergantungan terhadap beberapa aplikasi berat semacam Mono .
Satu – satunya alasan adalah karena Banshee menampilkan cover art dari setiap album lagu, dan kemudahan untuk meng-scrooble ke Last.fm.
OK Amarok memang bisa melakukannya, tapi sungguh saya tidak mau mempergunakannya. Secara Gnome Fans banget gitu.
tags: app, linux, slackware, zencafe
Komentar [11]
23 Juli 07
Gratis 10 DVD Sun Solaris
Selepas berganti lisensi ke GPL3 Sun Solaris juga memberikan layanan bagi – bagi DVD gratis untuk pengguna komputer yang ingin mencoa sistem Sun Solaris tanpa susah – susah mengunduhnya.
Jumlah DVD yang akan dikirimkan oleh Sun adalah 10 buah untuk Solaris ( pengguna biasa ) dan juga ada Solaris Express Developer Edition 5/07 DVD untuk developer.
Mumpung gratis, silakan kunjungi halaman pendaftaran untuk mendapatkan kiriman DVD gratisnya.
Berharap Microsoft juga memberikan layanan gratis CD / DVD OS nya , seperti yang sudah dilakukan oleh Ubuntu dan Sun dengan Solarisnya. Amin
Jika saya mendapatkan sebuah komputer baru, insya Allah saya akan memasangnya, pun jika tidak kesampaian maka BeleniX adalah pilihan yang bagus untuk merasakan dunia BSD.
Komentar [10]
29 Mei 07
Ini benar - benar berita buruk
Hari ini, kebetulan temen kerja setelah pulang kerja mengajakku untuk mampir ke sbuah warnet “baru”. Kebetulan warnet bersangkutan mempergunakan komputer dengan sistem operasi Linux, tepatnya PC Linux OS dengan desktop bawaan KDE alias Kus K Desktop Environtmen.
Di KDE aplikasi perambah internet standarnya ya sudah pasti adalah konqueror1. Saya mencobanya dan hasilnya, tampilan desain situs ini menjadi agak kacau.
Seperti halnya Konqueror, Safari juga menampilakan desain yang agak kacau, ya mau bagaimanapun Safari dibangun dengan mesin milik Konqueror. Cuma ada perbedaan sedikit, yaitu tag <h1> masih ditampilkan dengan baik.Hal pertama yang bisa saya pastikan adalah penampilan tag <h1> tidak dirender sebagaimana mestinya umumnya seperti di perambah bermesin Gecko. Selain itu , sidenotes tidak ditampilkan dengan sempurna. Hanya judul dan tautan yang ditampilkan di samping, sedangkan isinya masih ditampilkan di dalam artikel. Ini benar – benar , gak benar.
Kemudian saya membandingkan dengan perambah lain, yang ternyata juga terpasang yaitu Opera. Awalnya kupikir semua akan baik – baik saja, tapi ternyata…. tampilan desain situs di Opera malah tampil semakin ngaco. Semua huruf di dalam tag <p> ditampilkan dengan font besar. Ahrrrgg.
Penasaran dengan hasil yang mengecewakan, kemudian aku langsung lari ke Browsershots , dan mencoba menangkap hasil tampilan situs ini dengan berbagai perambah internet yang tersedia.
Dan hasilnya?
Lihat hasil tangkapan layar di Flickr/kusaeni.Opera salah, Konqueror salah, Safari agak salah, Firefox sempurna, Dillo yah aku tahu kamu gak ngedukung CSS, IceWeasel agak Ok deh, Ephipany Like it, Galeon agak sempurna.
IE , bagaimana dengan IE ?
eh .. aku malah tidak melihatnya, aku tak tahu pasti, tapi aku tak berharap banyak pada IE. Cuma semoga dia tidak mengikuti jejak perambah lain yang tidak sesuai dalam menampilkan desain situs ini sesuai dengan seleraku.
Siapa yang salah?
Tiada yang salah hanya aku manusia bodoh. Ini tentu karena perbedaan pembacaan dan pemahaman CSS oleh perambah internet. Jujur saja, aku memang bukan desainer yang bagus. Semua desain yang kubuat disini hanyalah terinspirasi oleh pelbagai desain situs yang bagus, dan mencoba menerapkannya disini. tanpa berpikir bahwa gak semua yang kulihat itu bener.
Setelah mengetahui ini, sepertinya sudah saatnya untuk membuat ulang templates. Aku gak suka memperbaiki yang sudah ada. Sekalian buat ulang. Lebih menarik.
1 Konqueror adalah perambah internet buatan komunitas KDE. Aplikasi ini sebenarnya gabungan dari web browsr, File Manager, Archieve Manager, File Share Manager ( dengan EDonkey ), Audio Browsr dengan fasilitas ngeRIP,FTP dan SSH Manager . Banyak sekali fitur yang diusung oleh Konqueror. Mungkin oleh sebagian orang hal inisangat menyenagkan, tapi tidak buatku. Kebanyakan fungsi hanya akan membuat aplikasi berjalan lambat dan pengembangannya tidak terfokus, intinya akan ada kompromi akan kemampuan utama. ↩
tags: browsr, css, desain, linux, textpattern
Komentar [9]
|









