28 Oktober 08
typeface.js
Typeface.js Akan menjadi alternatif lain ( yang menurut saya lebih sempurna ) untuk menggantikan sIFR.
Kelebihan utamanya adalah bisa merender font tanpa harus merubahnya dari teks ke gambar atau ke berkas flash.
Typeface.js itu open source , cross platform, & fleksibel. Selain itu disertakan pula aplikasi untuk mengkonversi font berjenis True Type ke format typeface.js.
Penggunaannya juga mudah, setelah selesai mengunduh , tinggal masukkan script javascript untuk memanggil fungsi typeface.js beserta font yang ingin dipakai. Kemudian untuk menentukan teks mana yang akan mempergunakan font tersebut, tinggal mempergunakan rule css font-family dengan nama font sesuai dengan yang ingin dipergunakan.
Mudah.
Baca juga Facelift solusi lain untuk image replacement
tags: browser, css, desain, interesting
22 Oktober 08
TEXTPATTERN : Membuat halaman arsip
Q : Bagaimana cara membuat halaman arsip di Textpattern, tanpa mempergunakan plugin ?
A : Mudah, caranya adalah :
1. Buat sebuah form ( lewat menu Tata Letak / Presentation > Bentuk / Form ) baru dengan nama arsip_bulanan misalnya, dan isi dengan kode tag Textpattern berikut :
<!-- show the year --><txp:if_different><h2><txp:posted format="%Y" /></h2></txp:if_different><!-- show the month --><txp:if_different><h3><txp:posted format="%B" /></h3></txp:if_different><!-- article title and link --><txp:permlink><txp:title /></txp:permlink><code><br />
2. Buat halaman ( HTML ) tampilan dimana nanti arsip akan dimunculkan. Kamu bisa membuat halaman baru atau cukup menyalin dari halaman yang sudah ada jika desainnya sama. Setelah itu beri nama halaman tersebut, misal halaman_arsip.
3. Gubah halaman_arsip , untuk menampilkan daftar arsip kamu bisa mempergunakan tag Textpattern sebagai berikut :
<txp:article_custom limit=99999 form="arsip_bulanan" />
4. Kemudian buat sebuah section baru dan beri nama arsip1 . Setelah selesai, pada properti section uses page pilih nama halaman yang di khususkan untuk arsip, dalam contoh ini halaman_arsip. Untuk CSS silakan dipilih sesuai dengan CSS yang di pergunakan halaman tersebut. Untuk pilihan lainnya kasih centang saja ke Tidak / No.
5. Selesai, coba kunjungi halaman arsip baru kamu dengan URL http://domain.mu/nama section untuk arsip, dalam hal ini http://domain.mu/arsip . Selamat mencoba.
1 Jika kamu kasih nama arsip, maka halaman section ini bisa dipanggil dengan bentuk URL http://domain.mu/arsip .
tags: desain, textpattern, tutorial
17 Oktober 08
Jika Nokia memiliki desain seperti ini...

Jika Nokia memiliki desain seperti ini, mungkin saya akan beralih dari Sony Ericsson fans boy ke Nokia. Desain ini dibuat oleh Mac Funamizu, kalau dilihat dari namanya jelas lah kalau si Funamizu ini salah seorang Apple fans boy. Dan kalau dilihat memang desainnya di buat mirip dengan desain iPod Nano.

Gambar diatas ini cuma mock up, dan belum tentu akan dipakai oleh Nokia untuk desain produk handphone nya. Tapi seandainya Nokia tidak mau mempergunakannya, saya berharap Sony Ericsson mau, walupun mereka juga memiliki handphone dengan bentuk yang mirip iPod di seri W350i
sumber :
1. Mac Funamizu : Just a sketch : mobile phone.
2. Yanko Desain : If Nokia’s Aeon And A Nano Had Sex….
tags: berita, desain, interesting, sony ericsson
9 September 08
Text Shadow di Opera 9

Cakep banget, cuma Opera dan Safari ( Webkit ) yang baru bisa. Firefox ??? masih lama kayaknya.
29 Agustus 08
Textpattern : Membuat tampilan tanggal ala tumblr

Kasus :
Kamu adalah seorang blogger yang aktif menulis atau memperbaharui isi dari blog mu, sehari bisa mengisi lebih dari 1, mungkin 2 , 3 , atau 5 tulisan , artikel, gambar dan lain – lain. Tapi kamu ingin menampilkan format tanggal hanya muncul di artikel terakhir di publikasikan, dan yang lainnya hanya tampil jamnya saja. OK lebih mudahnya, tampilan ala tumblr , seperti yang dicontohkan oleh tema tumblr Digital Wood yang ini.
Solusi :
Bisa mempergunakan tag dari Textpattern yaitu if_different. Dengan tag ini TxP akan memproses isi dari statemen pertama dan kemudian membandingkan dengan statemen kedua, dan akan mengeksekusinya jika ( isinya ) nilainya berbeda.
Kode yang dipergunakan adalah :
<txp:if_different>
<txp:posted format="%d %B %Y" />
<txp:else />
<txp:posted format="%H" /> : <txp:posted format="%M" />
</txp:if_different>
Mudahkan?
tags: cms, desain, textpattern, tutorial
6 Agustus 08
Facelift , solusi lain untuk image replacement
Kukatakan ya! , karena aku tidak begitu suka dengan flash untuk mengggantikan teks atau font di web. Secara beberapa browser yang dipergunakan banyak orang masih belum mendukung plugin flash dari adobe.
Jadi Facelift memang benar – benar solusi. Kukatakan ya lagi.
tags: desain, php, tipographi
7 Juli 08
Tampilan administrasi Textpattern
Akan semakin baik di versi selanjutnya, mungkin akan hadir di versi 4.0.7 atau di 4.1.
Textpattern akan mendukung pemakaian tema untuk tampilan administrasi situs. Perubahan lengkap bisa di lihat di Google Code.
Selain itu ada juga beberapa pemakai Txp yang membuat mock-up untuk tampilan administrasi, yang mungkin nantinya bisa dipergunakan. Salah satunya dari SimpleCandy .

Bagaimana dengan tema untuk tampilan situs ?
Saat ini tidak didukung, dan kemungkinan tidak juga didukung dalam waktu dekat. namun ada plugin juga untuk melakukan hal tersebut, walau tidak sebagus CMS lain. Setidaknya ada.
Sabar menunggu TxP 4.1
tags: berita, cms, desain, textpattern
18 Juni 08
Desain Situs Firefox nendang
Aha ha ha ha tampilan situs Firefox untuk versi 3 nya benar – benar nendang :D
tags: browsr, css, desain, firefox
29 Mei 08
Tipo..
DebianArt is a place for high quality artwork and themes for the Debian Desktop.
DeviantArt is a place for artwork, photos, and another related to graphic design for all.
7 Mei 08
DragonFly
Mainan baru dari Opera , memiliki fungsi yang sama dengan Firebug.
Pengguna Opera dapatkan segera, DragonFly.
tags: app, berita, browsr, desain, opera
6 Mei 08
Ada yang kepengen nyoba aviary?
JIka jawaban kamu adalah ya, saya punya 5 4 undangan tersisa untuknya, jika berkenan silakan meminta lewat kolom komentar di bawah. Jika kesulitan untuk melakukannya bisa menghubungi saya lewat email .
tags: app, berita, desain, gimp
Komentar [6]
1 April 08
960.gs
Ini alternatif lain untuk CSS Framework selain Blueprint . 960.gs diusung oleh Nathan Smith untuk mempermudah melakukan desain situs berdasarkan fenomena grid css.
Dilihat dari kekayaan pustaka CSS, 960.gs tidak selengkap Blueprint, dalam bundelnya 960.gs hanya menyertakan sebuah CSS dasar dengan nama 960.css dan CSS reset buatan Eric Meyer.
Namun 960.gs menyertakan beberapa berkas yang bisa dipergunakan untuk mempermudah pendesainan situs, yaitu berkas berisi tampilan lembar grids yang bisa di cetak, dan kemudian bisa dipergunakan untuk sket pembuatan desain. Ini luar biasa dan sangat membantu.
Beberapa templates yang bisa digubah juga tersedia diantaranya untuk Fireworks, Visio, OmniGraffe, serta Photoshop ( & Gimp ).
Kus akan pakai grids
Saya berencana untuk memakai 960.gs ini untuk pendesainan selanjutnya, 960.gs sangat menarik.
Sebelumnya saya sudah melakukan pendesainan untuk blog ini dengan mempergunakan grids CSS juga. Yang pertama mempergunkan Yahoo! UI Grids dan kemudian Blueprint.
Semuanya bagus, dan sekarang saya ingin memberikan kesempatan untuk 960.gs .
tags: berita, css, desain, grids
Komentar [4]
25 Maret 08
Kembali ke FireFox
Saya lama mempergunakan Epiphany sebagai aplikasi penjelajah internet utama. Bahkan sampai menyampingkan Iceweasel ( Firefox ).
Tapi untuk urusan web desain, Epiphany tidak lagi bisa diandalkan. Epyphany memang ditenagai oleh XUL Runner, mesin yang juga digunakan oleh Firefox, tapi soal penampilan CSS dan HTML , Epiphany masih kalah denagn Firefox.
Di batas paling awalpun, soal menampilkan besar ukuran jenis huruf Epiphany masih kebingungan, dan untuk orang yang mementingkan tipograpi seperti saya, hal ini sangat mengganggu.
Untuk perubahan desain Weblog Kus selanjutnya, terpaksa saya harus kembali mempergunakan Firefox. Dan harus bersiap diri dengan crash dan kejengkelan akan kelambatan sistem.
tags: berita, browsr, css, desain, epiphany, weblog kus
ZenHeron
Hardy Heron???
Bukan!!!, ini Zenwalk dengan tampilan wallpaper milik Hardy Heron.
Wallpaper diambil dari Hank.Ballew
tags: desain, flickr, gnome, linux, slackware, xfce, zenwalk
6 Maret 08
Linux Media Content Manager.
Era Linux identik dengan segala kesusahan dan kerumitan dengan tampilan penuh huruf putih diatas papan hitam sudah hampir berlalu, sekarang jamannya desktop nice eye catching . Dulu , perkara tampilan keindahan serta kemudahan dalam menangani berkas multimedia memang menjadi kelebihan Windows dan Mac OS, mereka memiliki segudang cara dan inovasi untuk memudahkan penggunanya untuk mengorganisir koleksi berkas multimedia , entah itu musik, gambar , atau film sekalipun.
Sementara itu Linux masih berkutat dengan cara kuno, semua harus diketik, kalaupun ada aplikasi sejenis, tapi datang dengan tampilan yang kurang sedap dipandang dibandingkan kompatriotnya.
Sekarang berbeda. Di Linux pun sudah ada pelbagai aplikasi untuk mngolah berkas multimedia dengan tampilan yang tidak kalah dengan aplikasi di Windows maupun Mac, beberapa diantaranya:
- My Media System Adalah aplikasi untuk mengorganisir berkas multimedia, kelebihan dari aplikasi ini adalah kemampuan untuk menampilkan dan mengunduh informasi multimedia ( film atau clip ) dari TV ( asal tersambung ke PC ). Juga kemampuan untuk mengorganisir berkas – berkas permainan ( game ), entah itu permainan yang khusus untuk Linux, atau permainan yang dijalankan lewat emulator seperti
- Entertainer Baru di luncurkan dan langsung mendapatkan banyak aplous di pelbagai tempat, Entertainer adalah solusi media center yang dikhususkan untuk Gnome dan xFce. Dibangun dengan python, dan membutuhkan banyak dependencies yang harus dipenuhi, namun hasil akhirnya tidak akan membuat kecewa, Entertainer adalah salah satu yang terbaik.
- Elisa Elisa adalah aplikasi cross platform yang di desain untuk memanajemen koleksi multimedia kamu, dengan tampilan indah dan mudah, Elisa memberikan pelbagai fitur diantaranya kemudahan untuk menampilkan koleksi gambar , musik , dan video serta kemudahan untuk memount ipod, kamera digital, dan pemutar musik portable lainnya.
- Sofa Aplikasi ini lebih cocok sebenarnya jika digunakan sebagai Music Manager, tapi dia juga memiliki kemampuan untuk mengorganisir berkas multimedia seperti aplikasi sebelumnya.
snes, epsx



Elisa sangat lengkap dari segi fitur dan cukup indah dari tampilan, cuma Elisa datang dengan paket yang cukup besar dan dibangun dengan python. Pada proses pemasangannya dibutuhkan kejelian dalam mengerti depedencies apa saja yang harus di penuhi. Cukup rumit tapi untuk Elisa apa sih yang nggak dilakukan??

Tapi dibandingkan yang lainnya, Sofa tidak memiliki banyak fitur, seperti menampilkan gambar, podcast , dan perekam TV. Namun menurut pengembangnya, fitur tersebut akan hadir di rilis selanjutnya. Patut ditunggu.

Saya senang dengan kenyataan bahwa Linux tidak lagi menakutkan, dan meiliki banyak pilihan aplikasi yang indah dan menarik. Linux sudah tidak lagi kalah dengan OS lainnya. Linux sudah tidak lagi identik dengan command line.
Itu menyenangkan.
5 Maret 08
We’ve decided that IE8 will...
“We’ve decided that IE8 will, by default, interpret web content in the most standards compliant way it can. This decision is a change from what we’ve posted previously.” - Dean Hachamovitch General Manager IE
tags: berita, browsr, desain, quote
22 Pebruari 08
Kus dengan efek Lomo

Kus dengan efek Lomo, di buat dengan GIMP + Fx Foundry.
11 Pebruari 08
Gimp Plugins Registry
Gudang plugins gimp, punya berton – ton stok plugin yang menarik, tidak kalah dengan Photoshop ataupun Pixelmator.
Kunjungi Gimp Plugins Registry
6 Pebruari 08
Akatsuki Dance
Akatsuki Dance oleh Ugly-Baka-Girl, ( via Deviant Art )
Dari atas kiri : Zetsu – Itachi Uchina – Kisame – Deidara – Tobi
Dari Bawah kiri : Pain – Konan – Master Kusaeni Sasori – Hidan – Kakuzu
Let,s Dance!
1 Pebruari 08
Masuk ke WarnaDunia
“WarnaDunia,
Apa itu WarnaDunia?
Tahukah kamu apa itu WarnaDunia?
WarnaDunia adalah blog Thomas Arie Setiawan”
Tapi itu dulu. Cuma untuk Old Skool.
Sekarang WarnaDunia sudah bukan lagi menjadi tempat ngeblog dari si Thomas. Entah apa yang dipikirkannya, sekarang dia menunggangi Orange Scale, padahal dulu Warna Dunia sudah identik dengan Thomas, kalau orang ngomong tentang WarnaDunia ya pasti nyangkut ke Thomas, begitu pula sebaliknya.
Sedangkan sekarang, brand terbaru Thomas tidak begitu kental lagi, ketika orang bicara tentang Orange mereka akan berpikir tentang Jus, Sebuah perusahaan Web Hosting luar , sebuah perusahaan Web Desain luar, dan tentu Timnas Belanda. Bukan Thomas lagi.
Tapi biarlah, bukan urusanku.
Yang menjadi urusanku saat ini adalah desain situs ini, masuk ke WarnaDunia. Oh ya lupa mengatakan kalau WarnaDunia seudah berubah menjadi situs galeri desain dari situs umum atau blog khususnya dari blogger yang berasal dari Indonesia ( gak peduli tinggal dimana, mau di Yogya, Jakarta, Hard Rock Cafe, Bali, Berlin, atau Kutub Utara ).
Padahal desainnya jelek, gak bagus dan gak sesuai standar W3C dan yang lainnya. Aku tidak tahu apa yang dipikirkan Thomas & co girlfriend. Ya tapi gak masalah lagi. Syukur bisa masuk, soalnya gak semua situs bisa masuk.
Itunya aku dihargai, walau desain situs ini bukan murni ide ku, Ini sangat terinspirasi dengan desain Garret Murray dari Maniacal Rage. Cuma porting ke Textpattern template tags.
Terakhir, ku ucapkan banyak terima kasih kepada Thomas & co girlfriend , ini sangat berarti bagiku. Terima Kasih, Matur Nuwun.
Oh ya, latar belakang dan sedikit CSS sudah kurubah nih, skrinsyut ku di punya kalian belum terupdate tuh!.
tags: cms, desain, weblog kus
Colors Of Auntumn
– Oleh Haani , sepertinya bagus jika dijadikan background.
17 Desember 07
Pemanasan * { padding: 0px; margin:0px; }
Fuuih, akhir – akhir ini aku banyak membaca tulisan blog yang membahas tentang “pembubaran konsorsium CSS Work Group“ yang di ajukan oleh Andy Clarke, seorang desainer web dari Inggris yang sangat populer.
Opera melawan Microsoft
Hal ini dipicu oleh tuntutan Tim Opera terhadap monopoli Microsoft dalam dunia perambah internet. Bisa dipahami kalau sebagian besar pengguna Internet di seluruh dunia mempergunakan perambah IE sebagai alatnya. Dan melihat itu, Microsoft sendiri membuat sebuah standar pribadi untuk urusan perenderan tampilan dan fungsi dari sebuah halaman situs.
Pengguna IE sangat besar karena IE disertakan dalam paket pemasangan sistem Operasi Windows milik Microsoft. Sehingga hal itu membuat Microsoft seolah – olah memiliki kekuatan untuk menentukan pasar. Hal ini yang membuat Microsoft dengan mudah dan congkak untuk tidak mengikuti standar dari Open Web Standar.
Komentar [4]
1 Desember 07
I've Redesigned : _erised
I’ve redesigned. Oh wait, or was it realigning?
If you’re not reading this on my website, go on and check out the new look!. There not many changes applied, you can still find what was where from the previous layout.

Title, tagline and main navigation menu are realigned, just repositioned to fit the new idea.
So what not new then?
Homepage still have big colony of text, but now using 2 coloumn with sidebar on right. Sidebar ( like my pre previous templates ) still contains my super-simple-opossiting profil information. And recents comment .
The subtitle headings are now positioned on the left and I have sidenotes too now, yay!
Yeah Code is Pottery not Poetry
Powered by Textpattern – Code is Pottery off course.
And .. Other than that, I forgot, seriously. Sorry, it’s the weekend excitement guys! Happy weekend everyone!
tags: desain, textpattern
Komentar [14]
15 November 07
Styling CPreview di Textpattern
Di Textpattern , Comment Preview tidak hanya penting untuk menangkal serangan Spam , namun juga memberikan peringatan kepada pengunjung yang ikut serta berinteraksi lewat kolom komentar tentang isi komentar mereka. Apakah sudah benar atau apakah ada yang perlu di perbaiki.
Ini Esensial.
Textpattern, sejak versi 4.0.2 sudah memberikan fasilitas untuk membuat tampilan CPreview bisa dibedakan dengan penampilan komantar jika sudah terkirim. Bedakan! dengan membuatnya berbeda!, karena tidak semua komentatormu mengerti beda antara pratampil komentar dan komentar terkirim.
Di beberapa desain situs yang mempergunakan TxP, saya menemukan bahwa si pembuat desain tidak begitu peduli dengan hal ini. Hal yang sangat disayangkan mengingat hal tersebut bisa menyebabkan missunderstanding kepada komentator artikel. Ketika mereka mengklik tombol preview atau kilasan jika memperguanakan backend Indonesia, maka kebanyakan dari mereka akan mengira bahwa komentar sudah terkirim. Ini salah. Akibatnya komentar tidak muncul.
Jadi kostumisasi CPreview sekarang juga
Ini solusi dari TxP.
Gunakan fungsi yang sudah ditawarkan TxP, oh maksudku selami tag TxP dan daya gunakan kehebatannya.
<txp:if_comments_preview> <div id="cpreview" style="background-color:#FF0"><b>Aaa Ooo. ini cuma preview komentarmu, periksa dulu apakah sudah benar , jika sudah klik submit untuk mengirimkan</b> <txp:comments_preview form="my_preview" /> <txp:comments_form /> </div> </txp:if_comments_preview>
Kode diatas bisa diperguanakan untuk menampilkan CPreview, Normalnya bisa ditaruh di dalam form comment_display bisa di atas comment_form atau comment list. Terserah sesuka desainernya. Bisa juga di perindah dengan CSS, tinggal ubah selector id nya.
Kelebihannya lagi , pengguna bisa mempergunakan conditional tag untuk memberikan opsi memunculkan seluruh komentar yang sudah terekam pada saat CPreview tampil atau cuma menampilkan CPreview saja.
upd : 15 November 2007 @ 18:20 Waktu Kus.
Untuk bentuk template dari tampilan CPreview pun juga bisa dikostumisasi. Sebagai pengandaian, untuk menampilkan daftar komentar sebuah situs TxP mempergunakan form daftar_komentar.
Sedangkan untuk menampilkan CPreview mempergunakan form my_preview. Yang isi dari form tersebut bisa dibuat berbeda dengan form daftar_komentar.
Kemudian untuk pemakaian conditional tag, bisa di lihat pada contoh di bawah :
<txp:if_comments_preview>
<div id="cpreview">
<div class="highlight"><p>Pratampil dari komentar yang kamu tuliskan. Periksa dulu apakah sudah benar, jika sudah klik <b>kirim</b> untuk memasukkan.</p></div>
<txp:comments_preview />
</div>
<txp:else />
<txp:comments break="" />
</txp:if_comments_preview>
Jika diterjemahkan dalam bahasa manusia maka artinya kurang lebihnya;
Jika ini adalah CPreview, maka tampilkan pesan dan tampilan tagtxp:comments_preview.Jika bukan maka tampilkan daftar komentar
txp:comments
Untuk penampilan komentar dengan tag txp:comments , kupergunakan atribut break=”“ , kenapa ? . Coba baca artikel Walktrough : Textpattern Mysteri , mungkin berguna.
Untuk menampilkan keseluruhan komentar saat CPreview aktif, gunakan kode paling atas.
tags: desain, textpattern, tutorial
Komentar [4]
8 November 07
Vector Magic
Sekarang ini banyak sekali aplikasi layanan untuk melakukan penggubahan gambar atau photo secara online, diantaranya Picnik, pixer.us, Snipshot, dan atau SplashUp yang memiliki tampilan sangat mirip dengan Photoshop.
Dan kemudian datang juga aplikasi untuk melakukan penggubahan dalam format gambar vector. Namanya Vector Magic.
Vector Magic memberikan layanan, pengonversian format gambar dari pelbagai format standar populer seperti jpg, png, bitmap, dll ke dalam format vector. Sekaligus merubah isi gambar tersebut agar tampil seperti jika dibuat dengan aplikasi pengolah gambar vector semisal Inkscape.

Karena gambar aslinya kecil sekali ( dari gravatar ) , jadi hasil peng vector an nya, menjadi agak kurang jelas walau sudah dalam format high quality sekalipun. Namun begitu layanan ini memang benar – benar menarik, dan bermanfaat sekali.
Komentar [5]
4 November 07
Percobaan gimp 2.4 : Efek teks di Apple Leopard
Veerle, membuat sebuah artikel tutorial menarik tentang “ cara membuat inset text bergaya Mac OS X Leopard “. Tapi dia membuatnya melalui Photoshop. Disini aku mempergunakan GIMP, jadi ?...
Tapi untunglah ada Gimparooo!, yang membuat tutorial yang sama tapi dengan mempergunakan Gimp. Yahooo, au akan mencoba mengikuti tutorialnya, dan akan kutulis disini dengan bahasaku, tentu saja dengan sedikit improvisasi.
Inset Text dengan GIMP
Ok pertama, buka lembar kerja baru, dan buat sebuah kotak ( rectangle ) dengan ukuran terserah , kemudian duplikasikan layer -nya. Beri nama misalkan gradasi.
Di layer gradasi aktif. Klik tombol gradient di jendela toolbox GIMP. Tombolnya bergambar kotak dengan gradasi warna hitam ke abu – abu. Atur dengan pengaturan mode yang dipergunakan normal, 0pacity 100% , dan jenis gradasi Foreground to Background.
Kemudian tentukan warna Foreground adalah #949494, dan untuk Background dengan warna #d1d1d1. Sapukan gradasi dari bawah-ke-atas.
Untuk membuat bayangan di bawah, jika mengikuti tips dari Veerle akan agak sulit untuk pemula, jadi gunakan saja drop shadow langsung. Maka, pastikan kotak masih terseleksi. Tuju menu Filter >> Light & Shadows >> Drop Shadow. Isi dengan offset x = 0, dan offset y = 2 . Warna masih tetap hitam kelam atau #000000, dan 0pacity 20%.
Saatnya memberi teks. Klik tombol teks ( gambar huruf A ) di toolbox, Untuk jenis huruf ( font ) kugunakan Myriad Pro, dengan ukuran 24px. Jika di komputer kamu tidak ada jenis huruf Myriad, bisa gunakan Lucida Grande atau Trebuchet MS ( Trebuchet Mac ) terserah kamu.
Warna huruf nya ##383838. Kemudian ketik isi teks sesuai dengan keinginan. Jika penempatan teks tidak sesuai dengan kotak, cukup menggesernya dengan move tool ( bergambar panah 4 arah ).
Jika sudah selesai. Teks perlu di beri efek drop shadow untuk membuatnya mirip dengan teks di Lepoard. Pastikan teks sudah terseleksi, kemudian pilih Filter >> Light & Shadows >> Drop Shadow.
Isi pilihan dengan offset x = 2, dan offset y = 0 . Warna putih ( #ffffff ), dan 0pacity 50%. Lakukan dan selesai. Untuk bagian ini, bisa di improvisasi sesuai keinginan, sehingga tampilan tentu sesuai keinginan, walau kadang belum tentu sesuai dengan Leopard. Siapa peduli ?.
Oh iyah, hasil dari olahan ini bisa dilihat disamping diatas.
Komentar [10]
1 November 07
Article Glyph lewat jQuery
AListApart memiliki hal unik dalam penampilan artikel nya. Di setiap akhir bagian dari artikelnya ada sebuah gambar kecil ( logo ALA ). Unik.
Hal ini mengingatkanku dengan desain pada koran dan majalah – majalah, biasanya di setiap akhir artikel selalu muncul gambar semacam itu. Itu namanya Article Glyph.
Di desain sebelumnya, yang begaya koran ( dengan penampilan artikel dalam kolom – kolom ), aku sempat hendak mempergunakan juga article glyph sebagai pelengkap. Dan kebetulan sekali Textpattern memiliki sebuah plugin yang berguna untuk menampilkan article glyph.
Namun sayangnya format dari glyph nya adalah berupa ampersand encoded character, atau bisa dibilang hanya untuk karakter ASCII saja.
Walau ada kemungkinan untuk menghack plugin tersebut agar bisa menampilkan gambar, namun fungsi plugin mengharuskan untuk mengganti tag body dengan tag bawaan plugin. Agak riskan mengingat ada beberapa plugin yang membutuhkan hal serupa. Selain itu plugin ini akan otomatis mengset ke none jika tidak bisa menemukan karakter yang di maksud, alias plugin tidak akan menampilkan karakter.
Selebihnya masalah browser yang kadang tidak kompatibel dengan ASCII.
jQuery datang masalah hilang
Setelah berpikir, akhirnya datang ide untuk menampilkan article glyph lewat pemanfaatan DOM Javascript.
Aku kemudian berbincang – bincang dengan Anima tentang kemungkinan untuk menampilkan article glyph lewat JS. Dan dia mengatakan :
...secara logic bisa, mungkin dengan append…
Yep, benar. Append bisa melakukannya. Dan framework yang kupilih adalah jQuery, karena kebetulan jQuery sudah di bundel dalam TxP, sehingga tidak perlu lagi mengunduhnya.
Logikanya, untuk menampilkan article glyph adalah lewat manipulasi DOM. Saya memerintahkan kepada jQuery untuk memeriksa artikel yang diletakkan dalam sebuah div dan kemudian mencari paragraph terakhir, dan menyisipkan gambar di akhir paragraph ( sebelum tag </p> ) untuk article glyph.
Jadi jika di terjemahkan dalam bahasa JS jQuery kira – kira akan menjadi seperti ini:
$(document).ready(function() {
// membuat fungsi bernama artikel glyph
function artikel_glyph();
// sekarang isi fungsi artikel glyph
function article_glyph() {
// mencari paragraph terakhir, hanya paragraph di dalam div ber ID content, DOM diletakkan di akhir paragraph.
var paragraph_terakhir = $("#content p:last") .find("p").end();
// Append ( sisipkan ) gambar di paragraph terakhir
paragraph_terakhir.append( "<img src='http://kusaeni.com/css/img/kus.gif' class='tengah' />" );
};
Pertama aku harus mencari paragrap terakhir, yang merupakan paragrap artikel blog. Untuk menyeleksi hanya paragrap dari artikel blog saja yang akan dicari, maka ruang pencarian dipersempit dalam area div#content.
div#content adalah area tempat artikel blog berada. ( Sesuaikan dengan keadaan ).
<div id="content"> <p>Lorem ipsum....</p> </div>
Kemudian seleksi paragrap dalam div#content , dipilih yang paling akhir karena disana tempat menaruh glyph. Disini digunakan kode p:last & .find("p") & .end() .
Terakhir append, untuk memasukkan “sesuatu” kedalam setiap elemen yang sesuai ( dalam hal ini paragrap terakhir ). Syntaxnya dalam jQuery adalah : $("p").append("<b>Hello</b>"); , diartikan masukkan kata <b>Hello</b> ke dalam akhir p .
Untuk Glyph, aku ingin memasukkan gambar , jadi kuisi dengan tag img. Selesai. Dan sebagai contoh, kamu bisa melihat ada gambar kecil bertuliskan kus di bagian bawah di akhir paragrap.
Penutup
Cara ini berjalan baik, sudah kucoba di Firefox, Safari, dan Opera. Berjalan baik, namun untuk penampilan di situs ini, ada sedikit masalah di Opera. Glyph ditampilkan memang di akhir paragrap, tapi bukan paragrap artikel, tapi benar – benar di akhir paragrap halaman.
Sebelumnya di test bed semua berjalan lancar, mungkin perlu sedikit perubahan di div nya. Sekarang dinikmati saja, setelah ini baru dikerjakan.
tags: desain, javascript, tutorial
Komentar [14]
20 Oktober 07
Inspirasi desain
Menjelajah situs pengepul desain situs indah, akhirnya saya menemukan beberapa situs dengan desain yang menarik untuk dijadikan inspirasi. Ada situs dengan penampilan teks yang jika dilihat seolah – oleh seperti penerapan efek inner shadow di Photoshop. Kemudian situs dengan tampilan informasi cuaca di bagian kop nya, dan contoh penerapan style switcher yang juga ditentukan secara otomatis dengan Javascript.
OK, mari dilihat contoh tampilannya.
Skema Warna
Dari Kindred Spirits, tampilan h1 , terlihat seperti penerapan efek inner shadow hasil olahan aplikasi photo editing. Awalnya saya berpikir ini adalah sebuah Image Replacement, tapi ternyata saya salah, itu asli teks!.
Semakin menarik, setelah meneliti beberapa lama sekaligus mengintip CSS nya, saya menemukan kalau tidak ada penerapan CSS yang khusus. Semua rumus yang dipergunakan adalah rumus dasar. Dan saya ambil kesimpulan bahwa si pembuat desain berhasil memanipulasi mata saya dengan menempatkan skema warna yang sesuai, sehingga benar – benar menipu.
Sempurna.
Dulu saya pernah belajar membuat gambar teks dengan efek inner shadow dengan mempergunakan Gimp, namun selalu gagal. Sampai seseorang yang sulit dikenali dari nama samarannya Pria.Purnama, kemudian menunjukkan hasil pengolahan gambar serupa dengan mempergunakan Photoshop, dan menunjukkan caranya. Dengan itu akhirnya sayabisa mengaplikasikannya di Gimp.
Namun sekarang, sepertinya saya harus meniru trik di Kindred Spirit, penerapan skema warna.
Informasi Cuaca
LJWorld situs berita kota Lawrence – Kansas ini menampilkan informasi cuaca di bagian kopnya. Dengan penambahan dekorasi ikon ilustrasi untuk sesuai jenis cuaca, tampilan informasi ini terlihat lebih manis.
Ada juga sebenarnya desainer Indonesia yang mengaplikasikan informasi cuaca di kop situsnya. Namun sayang akhir – akhir ini tampilan tersebut tidak muncul, entah karena apa. Mungkin saja alat pengecek suacanya lagi bermasalah? .
Style Switcher
Otomatis mengubah tampilan berdasarkan waktu, jika siang tampilan cerah dengan latar belakang warna putih, kalau malam jadi gelap dengan latar belakang hitam. Kereen.
Marius juga memberikan pilihan untuk mengubah tampilan secara manual, untuk pengunjung yang tidak ada waktu untuk menunggu waktu. Tinggal klik dan tampilan akan berubah sesuai keinginan, malam bisa dijadikan siang, siang bisa dijadikan malam.
Inspirasi banget..
Jadi saya memutuskan untuk mempelajarinya, walau belum tentu mengaplikasikannya pada desain “kali ini” ( v 9999999999 ++ ). Saat ini saya sedang senang dengan desain gaya koran. Sederhana, bermain dengan kolom. Dan yang lebih penting cepat untuk di load, walau hasil tes YSlow masih belum memberikan hasil yang menggembirakan.
Inspirasi desain diatas, ada beberapa yang sepertinya kurang cocok untuk diaplikasikan di desain “kali ini”. Sebagai contoh style switcher siang – malam, sampai sekarang saya belum menemukan desain situs koran + majalah yang berlatar belakang hitam. Saya pikir nanti hasilnya bakal aneh, jadi tentu tidak akan di ambil.
Namun ilmu diatas tetap akan dipelajari, siapa tahu kelak ada “panggilan jiwa” untuk redesain lagi. Versi Kus Siang-Malam 24 Jam Non-Stop.
Sepertinya akan menarik.
27 September 07
Pixelmator
Aplikasi photo and design editor baru yang berjalan di Mac OsX ini terlihat mirip dengan GIMP. Jangan - jangan cuma portingan dari GIMP ke OsX? . Kunjungi situs Pixelmator.14 September 07
Inspiratif
ManicalRage & co, weblog , podcast dari Garret Murray benar - benar memiliki pola desain yang inspiratif. Yang paling kusuka adalah desain background nya yang sederhana namun terlihat glamour dan indah. Sempat berpikir bagaimana cara membuatnya dengan mempergunakan GIMP. LIhat kumpulan desain dari ManiacalRage di Flickr.13 September 07
Aside di Textpattern
Awalnya Kottke. yang menulari virus aside kepada para blogger, kemudian bergerak dan meyebar dengan cepat.
Apa sih Aside itu?
Aside artinya di samping, maksudnya Aside adalah artikel pendek yang diletakkan di samping artikel utama ( sidebar ), namun seringkali diartikan artikel pendek di bagian utama. Inline. Kalau masih belum paham bisa merujuk ke tulisan Matt Mullenweg tentang Aside. Dah yahhh Matt memakai Wordpress.
Textpattern?
Khusus untuk Textpattern, Aside bisa di buat dengan mudah, ada sedikitnya 2 pemodelan aside yang bisa dibuat, yaitu Aside yang di tempatkan di sidebar, dan Aside yang ditempatkan / disisipkan dianatara artikel utama ( long article ). Dengan cara pembuatan sebagai berikut :
Aside disisipkan di antara Artikel Utama
Mudah, sangat mudah. Yang dibutuhkan untuk hal ini adalah sebuah form berjenis article yang berisi template tags dari tampilan Aside kita nantinya.
OK, katakan kita ingin membuat tampilan Aside kira – kira seperti ; judul , isi tulisan dalam satu baris, kemudian ditambah dengan penampil jumlah komentar.
Maka yang harus dilakukan adalah. Dari tab Presentation > Form ,buat sebuah form baru , katakanlah dengan nama aside.
Isi dengan template tags seperti ini :
<div class="aside">
<p><span class="title-aside"><txp:permlink><txp:title /></txp:permlink></span>
| <txp:body />
<span class="quiet">(<txp:permlink><txp:comments_count /></txp:permlink>)</span></p>
</div>
Kemudian simpan dengan pengaturan jenis bentuk ( form ) berjenis article. Kenapa harus article, karena hanya form berjenis article yang bisa dipanggil dengan tag <txp:article />.
Sebagai catatan , ada tag p di sana, tag tersebut dipergunakan untuk menampilkan Aside sebaris dengan judulnya. Nah di bagian ini ada yang penting untuk di ingat. TxP mempergunakan Textile sebagai tools pengformatan teks ke HTML. Dan setiap isi artikel akan di awali dengan tag p, sehingga tidak cocok untuk dipergunakan di Aside, karena penempatan teks akan berada di bawah judul.
Jadi di halaman penulisan artikel, gunakan mode pengformatan tulisan tanpa Textile. Atau gunakan kode pengnonaktifan Textile dengan syntax :
notextile. isi dari artikel bisa dengan HTML juga
Ditulis di dalam areateks di halaman tulis artikel.
Kemudian trik untuk menampilkan Aside agar tampil beda dengan forms default article yang dipergunakan adalah; sebelum artikel disimpan, gunakan fungsi Override forms.
Pada pilihan yang ada, pilih form Aside. Ini berarti bahwa artikel yang ditulis akan mempergunakan form Aside, bukan form default. Sehingga penampilannya bisa berbeda.
Contoh nyata : Weblog Kus
UPD
Dan tunggu ada tambahannya. Jika dirasa ingin menampilkan lay out aside secara full post ( single post ) , biasanya di halaman komentar, maka yang harus dilakukan adalah menambahkan tag conditional <txp:if_individual_article> yang akan menyaring apakah artikel sedang di tampilkan dalam daftar artikel ( halaman depan ) atau dalam single post mode ( halaman komentar ).
Jadi kodenya diperbaharui , sebagai berikut :
Kode diatas bisa di improvisasi / kustomisasi sesuai keinginan kamu.
Selesai.
Aside di Sidebar
Untuk penempatan di Sidebar, caranya berbeda cukup jauh. Disini kita harus membuat sebuah section dan form baru.
Buat sebuah section , beri nama misal asidebar, kemudian cek semua pilihan pengaturan ke tidak kecuali sindikasi jika ingin punya RSS untuk aside tersebut.
Kemudian buat sebuah form baru sebagai wadah / template tags dari desain aside nya. Bisa di improvisasi sedemikian rupa.
Untuk menampilkan aside di sidebar bisa dengan mempergunakan tag <txp:article-custom />, lengkapnya :
<div class="sidebar">
<h4>Notebook</h4>
<txp:article_custom section="asidebar" limit="10" form="aside" />
</div>
Dari tag di atas bisa diartikan, tampilkan artikel dengan aturan hanya artikel yang ditulis di section asidebar, dengan batasan jumlah yang ditampilkan adalah 10, dan mempergunakan wadah desain aside.
Selesai. Eh jangan lupa untuk menampilkan aside di sidebar ini, pastikan artikel ditulis hanya untuk section asidebar.
Contoh nyata : Kriwil Personal Note
Penutup
Bisa dibilang tidak hanya MT dan Wp yang bisa menampilkan Aside, TxP pun juga. Kalau istilahnya dalam FAQ TxP adalah Can I use Textpattern to build a web site like...
Textpattern bisa di kostumisasi sesuai selera dengan mempergunakan template tags dan plugins. Dan semua open source yang mana kita bisa memodifikasi kode sesuai kebutuhan. Jadi singkatnya jawabannya adalah YES!!!! BISA!!, dengan Textpattern kamu bisa membangun sebuah atau lebih situs yang “bagus” seperti yang kamu inginkan.
Sebagai contoh kamu bisa mengunjungi :
- TXP Magazine
tags: aside, berita, desain, textpattern, tutorial

11 September 07
Greader Theme 1.2
Jon Hicks dari Hicksdesign meluncurkan versi terbaru dari Google Reader Theme, setelah versi sebelumnya tidak compatible dengan Gogle Reader versi terbaru. Termasuk penambahan fungsi pencarian dan sekarang batang akun selalu tampil di bagian atas.Selamat, ayo segera download.tags: berita, browsr, css, desain

25 Agustus 07
Blueprint CSS
Blueprint dan CSS framework lainnya

3 Agustus lalu , Olav Bjørkøy meluncurkan sebuah CSS Framework yang diberi nama BluePrint CSS.
Mirip dengan YUI Grids, BluePrint memberikan kemudahan kepada desainer untuk membuat lay out sebuah situs. Bedanya YUI datang dengan kelengkapan yang lebih banyak dibandingkan dengan BluePrint. Diantaranya adalah komponen javascript dan DOM serta CSS Grid yang terintegrasi. BluePrint dalam sisi yang lain hanya menyertakan fitur untuk membangun desain sebuah situs dengan grid saja.
Kalau di ukur dari besar berkas yang disertakan, YUI memiliki ± 11 MB1 berkas yang harus di unduh dan puluhan berkas didalamnya. Sedangkan BluePrint hanya sebesar ± 19KB. Dari perbandingan ukuran ini saja bisa di perkirakan bahwa YUI akan membuat sistem bekerja lebih lambat di bandingkan BluePrint. Itu pasti.
Fitur BluePrint
Dengan ukuran yang kecil dan hanya berorientasi kepada pembangun desain situs lewat grid CSS, BluePrint hanya menyertakan fitur untuk itu, diantaranya :
BluePrint Versi 0.3
- Kemudahan dalam meng-kostumisasi grid CSS.
- Menyertakan beberapa tipograpi standar2.
- Penggunaan jenis huruf dan besarnya dengan mudah, yang bisa diletakkan dimana saja.
- CSS reset untuk beberapa perambah yang mendukung penuh W3C3.
- Print CSS. Style Sheet untuk tampilan halaman situs jika dicetak.
- Dan tentu saja kecepatan akses :)
BluePrint Versi 0.4
- Mendukung penuh incremental leading dari Mark Boulton
- Pembetulan terhadap bug jika dibuka dengan IE.
- ... dan masih banyak lagi, untuk selengkapnya silakan melihat di situs proyek ini di Google Code, dan di blog Olav.
Bagaimana cara mempergunakan BluePrint?
Pertama kali tentu unduh terlebih dahulu berkas BluePrint framework nya.
Untuk mempergunakannya, letakkan kode dibawah ini di antara tag
HEADdi dalam template HTML desain situs.<link rel="stylesheet" href="css/blueprint/screen.css" type="text/css" media="screen, projection"> <link rel="stylesheet" href="css/blueprint/print.css" type="text/css" media="print">Dengan artian bahwa
css/blueprint/adalah jalur tempat peletakkan berkas BluePrint.Dan BluePrint siap untuk di jalankan.
bersambung....UPD : 26 Agustus 2007
Pembangunan Grid
Standarnya di BP lebar grid yang sudah di standarkan adalah sebesar 960 px, dengan 14 kolom, rentang 50px dan 20 px jarak antara kolom.
Seseorang bernama Kematzy, membuat sebuah aplikasi web untuk membangun kode CSS berdasarkan BP. Di aplikasi web ini kita bisa memasukkan jumlah kolom sesuai keinginan dan generator akan membuatkan BP Grid CSS yang sudah di kostumisasi berdasarkan jumlah kolom. Jika dibutuhkan untuk mengurangi atau menambah jumlah kolom, bisa mempergunakan perhitungan sebagai berikut :
Total Lebar = (jumlahkolom * 70) - 20Setelah selesai menentukan jumlah kolom ( dalam hal ini ada baiknya memakai kolom standar saja, sudah cukup baik, dan mencukupi kebutuhan ), maka sekarang bisa membangun lay out dengan mempergunakan kode – kode HTML.
<div class="container"> <p>Halo Dunia!</p> </div>Kemudian di dalam area class container, gunakan tag
divdengan selectorclass“column“ .Contohnya :
<div class="container"> <div class="column span-14"> Header. </div> <div class="column span-3 first"> Sidebar kiri , karena pake first maka akan tampil lebih dulu , dikiri. </div> <div class="column span-8"> Utama, bagian tengah. </div> <div class="column span-3 last"> Sidebar kanan, pakai last. </div> <div class="column span-14"> Kaki </div> </div>Apa artinya ? , jawaban yang paling jelas mungkin harus dengan membaca kode CSS dari berkas
grid.css.Class column digunakan untuk membangun kolom. Jumlahnya tentu sudah di sebutkan diatas, bisa dikostumisasi sesuai keinginan. Jika membuat dengan jumlah 10, maka rentang nya ( span akan berakhir pada angka 10 )
span-10. Standarnya ada 14.Jadi kode HTML pertama setelah tag HTML
div class containerberarti :Memerintahkan kepada BP untuk membuat halaman dengan jumlah kolom 14. Di ikuti dengan kolom dengan
span-3artinya memerintahkan BP untuk membuat kolom dengan lebar yang sudah di tentukan di CSS class span-3 yaitu :190px.Untuk lebih jelasnya bisa dilihat di table berikut:
BluePrint CSS Kolom dan Span Template Class Lebar dalam px span-1 50 px span-2 120 px span-3 190 px span-4 260 px span-5 330 px span-6 400 px span-7; 470 px span-8 540 px span-9 610 px span-10 680 px span-11 750 px span-12 820px span-13 890 px span-14 960 px, dan dengan margin 0 px Jika jumlah kolom melebihi standar, misalkan 20 kolom, maka tinggal menambahkan class span-(jumlah kolom), dengan lebar antarsebesar 70 px. Bersambung lagi …
Catatan kaki
1 1 MB = 1024 kb. 11 MB berkas di kompres dengan format zip. ↩
2 Berdasarkan pada typogrify. ↩
3 Mempergunakan CSS reset buatan Eric Meyer. ↩
tags: berita, css, desain, tutorial

21 Agustus 07
Google Reader Trends Kus
Ini adalah artikel lama yang saya tampilkan kembali di blog ini. Sebelumnya tulisan ini di arsipkan di data blog sebelumnya. Tapi aku tak bisa membendung keinginan untuk menampilkannya disini. Yahhh sebagai obat pelepas hiatus.
Kembali mesra dengan Greader
Kira – kira sudah sebulan ini saya kembali melanggani Google Reader . Ini semua dipicu oleh Jon Hicks dari Hicksdesign yang merilis theme OSX untuk Greader.
Sebelumnya saya memang sudah mempergunakan Greader, tentu untuk menyedot feed dari situs – situs favorit yang saya langgani. Kemudian karena berbagai hal kemudian saya fakum dalam melakukan ritual membuka Greader, dan beberapa RSS feed yang saya langgani jadi terbengkalai. Ada yang sudah tak aktif lagi karena berubahnya alamat RSS, ada pula yang karena situsnya sudah KO.
Selama sebulan ini, saya memulai ulang pendataan semua situs yang saya biasanya buka langsung dengan perambah. Dan mengorganisirnya dalam Greader.
Dan hasilnya, 30 hari ini saya bisa melihat trends dari kegiatan saya tersebut.

Dari 66 RSS yang saya langgani selama 30 hari ini, saya mendapatkan setidaknya 861 item yang saya baca, dan 53 item diantaranya saya tandai sebagai yang terfavorit
Fiuuh sungguh tak terasa, selama sebulan itu saya sudah membaca sebanyak itu!.
Trends Bacaan si Kus

Terlihat top ten dari RSS yang saya baca. Dengan statistik ini, saya bisa mengetahui selera dari saya sendiri tentang tipe bacaan yang disukai dan keseringan dalam mengunjungi,
Untuk Subscriptions trends ada statistik yang menunjukkan beberapa RSS situs yang sudah tidak lagi aktif. Dan yang selalu aktif untuk memperbaruhi isi dari situsnya.Dari sini saya bisa menilai situs mana yang kinerjanya dinilai buruk dan sudah saatnya untuk di reshuffle.
Greader gratis, jadi kenapa tidak mencobanya?
Selama 30 hari ini saya puwas dengan kinerja Greader. Dan sekarang kembali menjadi bagian dari ritual harian setiap online.
Lebih mempersingkat waktu online karena dengan memanfaatkan fasilitas Greader ini, saya bisa melihat situs mana yang sudah di perbaharuhi tulisannya , daripada harus mengunjungi setiap situs, yang memakan waktu dan juga bandwidth.
Bagaiamana dengan Anda?
Sudahkah memiliki Greader? Jika belum , Ayo segera mendaftar . Gratis tidak dipungut biaya.
Komentar [4]

28 Juni 07
Form di Textpattern
Mempelajari pembangunan templates di Textpattern
Satu bulan yang lalu saya sempat menulis artikel berjudul mempelajari pembangunan templates di Textpattern. Pada artikel itu telah saya sebutkan bahwa untuk membangun sebuah template Textpattern dibutuhkan bahan – bahan nya yang antara lain section, pages, form , dan css.
Penjelasan tentang section, pages, dan css sedikit banyak sudah disebutkan ditulisan tersebut, jadi saat ini mari kita bahas tentang form yang saya cuplik dari artikel di Wion.
Form
Forms adalah salah satu elemen penting dalam pembangunan template, seperti halnya section,pages, dan css. Satu alasan yang tepat adalah forms menginjinkan pengguna TxP untuk melakukan Global Editing, yang bisa menentukan bentuk template keseluruhan atau sebagian dari situs.
Fungsi forms hampir sama dengan penggunaan script server side yang bisa di inject atau di tampilkan dalam desain dengan mempergunakan fungsi
includepada kebanyakan kode pemrograman.Khusus untuk forms pada Textpattern sendiri, untuk memasukkan sebuah forms dipergunakan tag standar
<txp:output_form form="nama form" />. Dengan tag ini maka semua kode HTML, PHP, Inline CSS, dan atau Flash yang terdapat pada atau didalam forms=“nama forms” akan ditampilkan1.Sederhanya forms mirip dengan widget, kecuali fungsi drag n drops yang tidak dimilikinya.
Selain dengan mempergunakan tag
<txp:output form form="nama form" />, forms juga bisa dipanggil dengan mempergunakan tag TxP lainnya yang merujuk pada penggunaan forms sebagai penampil isi.Sebagai contoh tag
<txp: article />akan selalu merujuk ke forms bernama default sebagai forms standar template the loop pada penampilan article. Untuk penggunaan forms lain sebagai penampil maka bisa dengan mengganti nama form dengan form yang dimaksud.Contoh :
<txp:article form="single" />, maka tag article akan mempergunakan template form bernama single untuk menampilkan the loop.Jenis Forms dan fungsinya
Sampai saat ini jenis forms dalam TxP dibagi menjadi 5 klasifikasi. Antara lain article, comment, link, miscellaneous, dan file. Pengetahuan akan jenis forms ini sangat penting bagi pengguna TxP. Karena penggunaan jenis forms yang salah hanya akan membuat perintah tidak akan bekerja dan menghasilkan halaman kosong2 .
Mudahnya, Jika kita ingin membuat forms untuk menampilkan daftar artikel , maka kita harus membuat forms tersebut berjenis article , maka dengan begitu seluruh tag yang berkorelasi dengan article tag seperti
<txp:body /> , <txp:posted /> ,<txp:permlink />, <txp:title />bisa dipergunakan di forms tersebut.Untuk forms comments jelas dipergunakan untuk menampilkan blok templates pembangun tampilan komentar. Normalnya kita tidak perlu membuat forms baru untuk membangun tampilan komentar, TxP menyediakan 3 buah forms standar yaitu : comments display, comments, comment_form.
Comments Display form dipergunakan untuk menampilkan komentar yang menyatu dengan halaman artikel ( full post ) , termasuk didalmnya tag penampil form comments dan comment form. Comment form dipergunakan untuk membentuk tampilan template pada blok penampilan komentar, seperti nama komentator, tanggal komentar di buat, dan isi komentar sendiri. Disini kita bisa memasukkan fungsi gravatar juga (!).
Comment form-form dipergunakan untuk membangun template blok penampil bagian isian formulir komentar.
Sedangkan fungsi dari masing – masing forms ( standar ) akan dijelaskan dengan tabel dibawah ini
Klasifikasi Forms standar di TxP. Nama Jenis Fungsi / Guna comments comment Menampilkan komentar dari komentator setelah komentar tertulis dan diterima. comments_display article Menampilkan keseluruhan blok komentar, Termasuk didalamnya daftar komentar dan kolom isian komentar. Jika komentar pada suatu artikel diaktifkan, maka forms ini akan dieksekusi, dan sebaliknya. comment_form comment Kolom isian Komentar. Sudah jelas untuk semua orang tahu. default article Menampilkan halaman artikel secara penuh ( full post ). Hanya berkeja untuk halaman index. files file Menampilkan tautan yang mengijinkan seorang pengunjung untuk mengunduh file dari server. links link Menampilkan blok tautan atau blogroll. Blogroll harus di atur dulu di halaman Links lofi° article Sampai sekarang saya masih ragu apa fungsi forms ini? Apa sejenis easter egg? Noted° link Sama dengan link. plainlinks° link Hampir mirip dengan Links , tapi lebih untuk menampilkan tautan secara penuh dengan judul dan deskripsinya popup_comments° comment Tampilan komentar di tampilkan dalam mode pop-up ( dalam jendela lain ) search-results° article Mendefinisikan tampilan dari hasil pencarian. Single° article Menampilkan halaman full post. Jika bentuk halaman full post kamu berbeda dengan forms default. ° Yang diberi tanda ini, adalah forms yang bisa dihapus(!). Seperti halnya beberapa forms yang bisa di hapus dan dibuat, seluruh isi dari forms bisa dikostumisasi dengan mudah, sesuai dengan keinginan.
Kesimpulan
Forms adalah salah satu elemen penting dalam pembangunan templates di Textpattern. Forms berfungsi untuk menampilkan blok bagian dari kotak – kotak pembangun halaman situs.
Jika situs dianalogikan kedalam rumah, maka rumah tersebut adalah pages nya, kemudian atap, tembok, pintu, dan lantai adalah masinh – masing forms nya. Sedangkan cat dan aksesoris lain adalah css.
Demikian dan selamat belajar Textpattern.
Referensi
- Wion : Textpattern Building Block Mechanics
- Textbook : Textpattern Manual Hand Book
1 Tag output form hanya bisa dipergunakan untuk menampilkan isi forms berupa HTML dan sebagainya. Tag berjenis article, tidak bisa dipergunakan disini, karena forms output-form mempergunakan form jenis misc. ↩
2 Dalam Live Mode, jika dalam Debug mode error akan ditampilkan. ↩
tags: css, desain, textpattern, tutorial
Komentar [10]

11 Juni 07
Kostumisasi Klipnya GReader
Google Reader mengijinkan penggunanya untuk menampilkan atau membagi tag atau article dari suatu situs yang feed nya dilanggani, kepada orang lain.
Yang harus dilakukan untuk hal ini adalah, berlangganan suatu feed dari sebuah situs dengan Google Reader. Kemudian lewat menu setting kita bisa membuat sebuah tag menjadi public . Semua tag yang bisa dijadikan klip cuma tag yang berstatus public.
Setelah tag berstatus public, akan muncul sebuah tautan bertuliskan add clip to your site. Di halaman baru yang muncul, kita bisa mengatur tampilan dari Google Reader Clip ini.
Kostumisasi Callback functions
Standarnya GReader hanya memberikan opsi tampilan klip seperti judul tautan, tautan ke sumbernya , dan nama penulis artikel. Namun dengan mempergunakan callback functions kita bisa mengaturnya agar tampil lebih.
Okay disitu kita dapatkan callback functions dan sekarang mari di kostumisasi.
Dari skrip diatas kita mendapatkan sebuah JS array yg kira – kira adalah sebagai berikut :
Nah sekarang kita bisa membuat sebuah skrip JS baru yang merujuk ke fungsi callback .
Contoh :
Dengan catatan skrip JS dari Google Reader dimasukkan didalam sebuah div ber ID container.
Tutorial diambil dari sini
Styling GReader Clip dengan CSS
Google Reader memberikan setidaknya 8 buah jenis tampilan dari GReader clip, namun jika dirasa , tampilan tersebut tidak sesuai dengan desain situs, kita bisa merubahnya sekehendak hati dengan mempergunakan script CSS.
Caranya adalah meletakkan tag ul dan li.
Khusus untuk GReader Clip, class dari ul dan li yang dipergunakan adalah :
.reader-publisher-module> ulSedangkan untuk li adalah :
.reader-publisher-module> ul> li.Dan dari class tersebut, kita segera bisa membuat gaya dari GREader Clip agar tampil dengan gaya CSS yang diberikan.
Selamat berkreativitas.
tags: css, desain, javascript, tutorial

4 Juni 07
Template simple milik Kus
Beberapa orang yang mulai tertarik mempergunakan Textpattern, bertanya – tanya bagaimana cara untuk membuat atau bekerja dngan templates.
Template di TxP susah, lebih mudah di WP
Dan sebagian besar dari mereka banyak yang mengeluh kalau pembuatan templates dan atau penggunaanya tidaklah lebih mudah daripada WP.
Dan itu benar.
Di WP mereka sudah terbiasa melakukan ritual unduh , pasang, dan pakai , sangat mudah dan hal itu tidak ditemui di TxP.
Di TxP, penggunanya di minta untuk kreatif untuk membuat templates sendiri, yah bisa juga mempergunakan templates milik atau buatan orang lain. Dan diminta untuk emasukkan tag – tag templates secara manual, dengan harapan pengguna lebih memahami proses dan cara kerja pembangunan template di TxP.
Bukan hanya menjadi konsuen yang bisanya pakai, pakai, dan pakai.
Masalahnya kenapa sepertinya pengguna TxP begitu kesusahan dalam membagun template situsnya?
Jawabannya adalah bil niat!.
Jika ada niat pasti bisa. Dan masalah yang menghadang cuma proses. Semua butuh proses, dan proses akan menyaring orang yang benar – benar punya niat dan tujuan, seta mengeliminasi sebagian dianatara mereka yang putus asa.
Proses pertama yang menghadang adalah masalah komunikasi dan pengetahuan. Sudah sering dibicarakan kalau TxP dibangun oleh komunitas dunia, dan bahasa yang di pergunakan untuk komunikasi adalah bahasa Inggris. Dan sebagaian dari kita tentu paham bahasa tersebut, namun tidak kurang juga yang kesulitan.
Dan dari kesulitan tersebut akhirnya mereka terpaksa menyerah dan kalah.
Dan dokumentasi resmi TxP tentu berbahasa Inggris.
Menyingkapi hal tersebut, sekaligus memperkecil jumlah pejuang yang menyerah dan kalah, maka saya mencoba memberikan pencerahan dengan menunjukkan template yang saya pergunakan untuk membangun situs ini.
Kode – kode TxP tag yang saya pergunakan bisa di lihat disini.
Anda akan melihat 3 buah folder yaitu : pages, forms, dan style .
Folder pages berisi daftar halaman yang saya pergunakan, forms berisi forms yang saya pergunakan, dan begitupula dengan style.
Semua mempergunakan TxP tag standar, dan beberapa diantaranya memprgunakan plugins. Untuk plugins bisa di unduh di TxP Resource.
Silakan diunduh dan dipelajari. Anda juga bisa mempergunakan di situs Anda , tapi tolong digubah dibeberapa bagian yang merujuk ke URI situs ini.
Jika hendak memasangnya di situs Anda, silakan dan gunakan plugins : hcg_tmplates untuk memasangnya.
Semoga bermanfaat.
tags: desain, textpattern, tutorial
Komentar [13]

29 Mei 07
Ini benar - benar berita buruk
Hari ini, kebetulan temen kerja setelah pulang kerja mengajakku untuk mampir ke sbuah warnet “baru”. Kebetulan warnet bersangkutan mempergunakan komputer dengan sistem operasi Linux, tepatnya PC Linux OS dengan desktop bawaan KDE alias
KusK Desktop Environtmen.Di KDE aplikasi perambah internet standarnya ya sudah pasti adalah konqueror1. Saya mencobanya dan hasilnya, tampilan desain situs ini menjadi agak kacau.
Seperti halnya Konqueror, Safari juga menampilakan desain yang agak kacau, ya mau bagaimanapun Safari dibangun dengan mesin milik Konqueror. Cuma ada perbedaan sedikit, yaitu tag <h1> masih ditampilkan dengan baik.Hal pertama yang bisa saya pastikan adalah penampilan tag <h1> tidak dirender sebagaimana
mestinyaumumnya seperti di perambah bermesin Gecko. Selain itu , sidenotes tidak ditampilkan dengan sempurna. Hanya judul dan tautan yang ditampilkan di samping, sedangkan isinya masih ditampilkan di dalam artikel. Ini benar – benar , gak benar.Kemudian saya membandingkan dengan perambah lain, yang ternyata juga terpasang yaitu Opera. Awalnya kupikir semua akan baik – baik saja, tapi ternyata…. tampilan desain situs di Opera malah tampil semakin ngaco. Semua huruf di dalam tag <p> ditampilkan dengan font besar. Ahrrrgg.
Penasaran dengan hasil yang mengecewakan, kemudian aku langsung lari ke Browsershots , dan mencoba menangkap hasil tampilan situs ini dengan berbagai perambah internet yang tersedia.
Dan hasilnya?
Lihat hasil tangkapan layar di Flickr/kusaeni.Opera salah, Konqueror salah, Safari agak salah, Firefox sempurna, Dillo yah aku tahu kamu gak ngedukung CSS, IceWeasel agak Ok deh, Ephipany Like it, Galeon agak sempurna.
IE , bagaimana dengan IE ?
eh .. aku malah tidak melihatnya, aku tak tahu pasti, tapi aku tak berharap banyak pada IE. Cuma semoga dia tidak mengikuti jejak perambah lain yang tidak sesuai dalam menampilkan desain situs ini sesuai dengan seleraku.
Siapa yang salah?
Tiada yang salah hanya aku manusia bodoh. Ini tentu karena perbedaan pembacaan dan pemahaman CSS oleh perambah internet. Jujur saja, aku memang bukan desainer yang bagus. Semua desain yang kubuat disini hanyalah terinspirasi oleh pelbagai desain situs yang bagus, dan mencoba menerapkannya disini. tanpa berpikir bahwa gak semua yang kulihat itu bener.
Setelah mengetahui ini, sepertinya sudah saatnya untuk membuat ulang templates. Aku gak suka memperbaiki yang sudah ada. Sekalian buat ulang. Lebih menarik.
1 Konqueror adalah perambah internet buatan komunitas KDE. Aplikasi ini sebenarnya gabungan dari web browsr, File Manager, Archieve Manager, File Share Manager ( dengan EDonkey ), Audio Browsr dengan fasilitas ngeRIP,FTP dan SSH Manager . Banyak sekali fitur yang diusung oleh Konqueror. Mungkin oleh sebagian orang hal inisangat menyenagkan, tapi tidak buatku. Kebanyakan fungsi hanya akan membuat aplikasi berjalan lambat dan pengembangannya tidak terfokus, intinya akan ada kompromi akan kemampuan utama. ↩
tags: browsr, css, desain, linux, textpattern
Komentar [9]

26 Mei 07
Mempelajari pembangunan blok di Textpattern
Disini saya akan menuliskan artikel yang mencoba menjawab kegelisahan dari pertanyaan yang diajukan oleh Jauhari.
Dalam pembangunan template di Textpattern kita memang diwajibkan berhubungan dengan : section, pages, forms, dan styles . Dan tentu saja template tags pembangun template.
Textpattern dan struktur umum sebuah situs
2 buah elemen dasar dari sebuah situs adalah pengorganisiran isi situs dan tautan antara masing – masing lokasi.
Untuk urusan tautan , mungkin semua orang sudah paham , jadi kita mari kita berbicara tentang pengorganisiran isi.
Di Textpattern semua isi dari situs yang berupa artikel , gambar, tag , dan files semuanya di simpan dalam sebuah database1 . Untuk memudahkan pengorganisiran maka TxP menyediakan 2 buah fungsi yaitu Catagories dan Section.
Seperti di mesin blog lainnya, kategori berguna untuk memilah – milahkan jenis artikel, sedangkan Setion berguna untuk memilah – milahkan jenis artikel sekaligus dengan kategorinya.
Section juga bisa digunakan untuk membuat halaman situs.
Section dan Halaman (depan) situs
Pada kebanyakan situs halaman depan darinya hampir selalu berada pada root domain atau URL. Katakanlah saya punya domain kusaeni.com maka alamat depan situs saya bisa diakses dengan mengetikkan alamat URL saya yaitu kusaeni.com.
Di Textpattern penampilan halaman depan tersebut bisa diatur dengan mempergunakan fungsi section yang bisa ditemui dibawah tab presentation.
Di halaman ini, ada 2 buah section siap pakai yang dibuat oleh TxP yaitu About dan Article . Kemudian di halaman ini juga kita bisa menentukan section yang manakah yang akan dipergunakan untuk blog, archive, about, dan lain – lain.
Khusus untuk menampilkan halaman pertama / depan tadi, kita bisa mengaturnya lewat section default.

Tapi apa sih section itu ?
Section adalah psuedo class dari URL blog. Jika kita membuat sebuah section dengan nama misalnya arsip , maka bisa dipanggil dengan alamat URL : http://domain.tld/arsip .
Dengan begitu, maka akan terbuka section arsip.
Sebuah section sendiri menjadi tempat bergantung sebuah pages dan CSS. Dari contoh diatas, section arsip akan terpanggil, namun akan menampilkan sebuah halaman kosong karena tidak ada pages dan CSS yang di asosiasikan dengan section arsip. Maka agar halaman ( section ) arsip bisa berisi kita harus mengasosiasikan sebuah pages dan CSS untuk section tersebut.
Di halaman section, pada pengaturan section arsip. Bisa kita asosiasikan dengan memberikan pengaturan seperti gambar berikut :

Dalam gambar, saya mempergunakan pages arsip dan CSS blog . Lalu dimana kita bisa membuat halaman arsip? .
Halaman arsip bisa dibuat dengan “menyalin” halaman default, kemudian menuliskan kode – kode HTML padanya2 .
Sedangkan halaman CSS blog, bisa dibuat dengan menyalinkan CSS default, seperti halnya pages, kita bisa mebulis ulang CSS jika dirasa tidak sesuai dengan gaya yang akan dipakai pada halaman arsip3 .
Namun isi dari sebuah section tidak hanya bisa dibuat lewat penulisan di halaman pages saja, isi section juga bisa berupa artikel blog. Ditulis di halaman tulis artikel. Dengan catatan artikel tersebut harus disimpan di section tempat artikel ingin ditampilkan.
Sebagai contoh; saya menulis sebuah artikel ini, dan ingin menampilkannya di section blog, maka yang saya lakukan adalah mengatur pada menu dropdown sort and display section di halaman tulis agar merujuk ke section blog.
Oh ya bahkan artikel itu juga bisa mengaktifkan kolom komentar jika mau, jadi semua artikel dari semua section bisa dikomentari!.
Awal dari akhir penjelasan

Intinya untuk membangun sebuah blok pada TxP kita harus paham dengan section dan pengaturan halaman serta CSS.
Section adalah psuedo dari URL, dimana section adalah sebuah halaman dinamis dari Textpattern, bukan sebuah folder berisi file ( static). Namun lebih kepada pengaturan atas kemampuan dynamic publishing yang dimiliki TxP.
Sebuah section membutuhkan pages dan CSS sebagai “kelengkapan isinya”, kemudian pages membutuhkan forms agar bisa menampilkan setiap detailnya4 .
Di Textpattern jumlah section tidak dibatasi, begitupun dengan pages, forms, maupun CSS. Sehingga kita bisa berimprovisasi dengan membuat banyak desain dengan perlbagai section. Dengan begini kita bisa mencoba desain secara live.
Akhirnya, mungkin ada bagian dari tulisan ini yang ingin kalian tanyakan, silakan memberitahu aku lewat fungsi komentar di bawah , atau cukup hubungi aku lewat halaman kontak .
Bersambung ke penjelasan forms…........ segera di blog kesayangan keluarga Indonesia.
1 Textpattern membutuhkan 1 buah database untuk sebuah blognya. Tidak perduli berapa jumlah penulis dan artikel di dalamnya. 1 buah database tersebut bisa juga digunakan untuk beberapa blog, dengan membuat prefix nama database pada masing – masing pemasangan. ↩
2 Kode – kode HTML bisa baru dan berbeda dengan halaman default, terserah dan sesuai selera serta penampilan hamlaman arsip yang diinginkan. ↩
3 CSS bisa dibuat berbeda – beda disesuaikan dengan setiap halaman. Namun jika dirasa kebanyakan, CSS juga bisa dijadikan satu CSS untuk semua. Tentu kode CSS harus lengkap untuk semua section. ↩
4 Untuk forms akan dibahas nanti. ↩
tags: desain, textpattern, tutorial
Komentar [9]

19 Mei 07
Google Analytics Reboot
Google Analytics v2
Google meluncurkan versi ke 2 dari tampilan Google Analyticsnya pada hari 8 Mei kemarin. Namun tidak semua pengguna Google Analytics bisa menikmati perubahan desain pada hari itu juga. Google memilih beberapa penggunanya yang benar – benar sering mempergunakan aplikasi ini.
Dan setelah menunggu hampir 2 minggu, akhirnya akun ku dipilih untuk menikmati perubahan desainnya.
Desain v2 ini benar – benar berbeda secara total dan radikal dibandingkan dengan versi awalnya.

Yang paling mencolok dari semuanya adalah tampilan Dashboard yang lebih sederhana , namun kaya warna – warni yang indah dan sedap dipandang. Jika melihatnya saya jadi teringat dengan Measuremap. Mirip!.
Tapi kalau tidak salah Measuremap dan Adaptivepath situs penyedia layanan pencatat statistik ini sudah dibeli oleh Google. maka tidak heran jika tampilan Dashboard Google Analytics dibangun sama dengan milik MeasureMap dan AdaptivePath. Sebuah inovasi dan perubahan yang bagus.
Mari menjelajahinya.
Setelah masuk ke dalam akun Google Analytics > View Report, maka saya langsung di suguhi tamilan Dashboard.
Di Dashboard saya bisa melihat laporan statistik kunjungan ke situs saya dengan filter berdasarkan visit, page views, new visit dan lain – lain yang ditampilkan dalam diagram grafik yang indah.
Kemudian di bawahnya total statistik yang ditampilkan dalam angka, kemudian tampilan Geo Map pengunjung dan tranfic referring source .
Hampir semua halaman statistik ditampilkan dengan desain yang sama, namun dengan peletakkan fungsi – fungsi yang sangat memikat dan mudah digunakan. Salah satunya adalah pemilihan segmental dari hasil laporan statistik yang ingin diperiksa. Semua bisa dilakukan dari halaman depan. Beda dengan desain sebelumnya yang untuk melihat laporan persegmen, harus mengklik dan memilih setiap item laporan. Kali ini lebih gegas dan mudah.

Selain itu Google Analytics juga datang dengan fitur baru diantaranya fungsi untuk mengirimkan laporan statistik ke email penggunanya. Bahkan dengan fungsi ini saya bisa meng share data statistik kepada orang lain dalam group.
Content Overlay!!

Fitur ini mengingatkanku akan Crazy Egg. Dengan fitur ini saya bisa melihat hot link, tautan – tautan mana yang merupakan favorit dan sering di klik oleh pengunjung Weblog Kus.
Kemudian ada navigation summary , yang menunjukkan bagaimana pengunjung situs Weblog Kus bisa menemukan situs ini. Darimana saja mereka tahu, oleh siapa , dan kapan.
Hey dengan ini aku bisa me spying para pengunjungku asyiiik.
Penutup
Terlampau banyak fitur yang diusung oleh Google Analytics, sehingga membuat saya repot dan susah untuk mebahasnya satu per satu. Jika ada waktu silakan melihat sendiri di Google analytics Blog , dan kalian bisa mempleajari dari sana.
Tahukah kamu? : Mint adalah statistik yang dibangun dengan mempergunakan bahasa pemrograman PHP, dan sukses menjadi program stat paling populer. Mint dihargai $30 per satu lisensi untuk seumur hidup pemakaian.Sekarang, sungguh dalam hatiku sudah tidak lagi ada keinginan untuk memiliki Mint, Google Analytics sudah memberikan segala kebutuh statistik web untukku.
Jika kalian belum mempergunakan Google Analytics, kenapa tidak segera mempergunakannya? . Google Analytics gratis , dan setelah mempergunakannya kalian akan segera tahu kalau dia memberikan berbagai manfaat yang ( mungkin ) tidak ada di layanan stat lainnya.
Masih belum cukup?
Sudahlah silakan daftar saja. Garansi 100% uang kembali.
tags: berita, desain, google, javascript, statistik

17 Mei 07
Textplates 2007
Textplates adalah kompetisi membuat template untuk Textpatern, berdasarkan template original milik Textpattern.
Pada kompetisi tahun lalu, Textplates benar – benar meraup sukse besar, dengan banyaknya peserta yang ikut dan themes yang dihaslikan sekitar 40 an dan sudah di unduh lebih dari 100.000 kali.
Tahukah kamu? : Thomas Arie S , salah satu blogger dan desainer Indonesia memenangkan peringkat ke tiga dalam kompetisi textplates 2006.Di bandingkan kompetisi tahun lalu, Textplates 2007 datang dengan berbagai kejutan baru, mulai dari desain situs kompetisi yang baru dan yang pasti jumlah total hadiahnya yang WOW mencapai $11,000 !!.
Dari sekian itu di alokasikan pada :
- $900 untuk hadiah pertama Mac Mini1 dan hosting akun Pro seumur hidup!! di foing2.
- $300 untuk runner up pertama, yang hadiahnya terdiri dari :
- 6 Buku dari katalog milik Friends of Ed and Apress.
- Lagi ikon dari Icon factory.
- Plugins komersial TxP Redirect pro dari Thresholdstate.
- $200 untuk Runner up ke 2 dan 3 masing – masing mendapatkan :
- 3 Buku dari katalog milik Friends of Ed and Apress.
- Lagi ikon dari Icon factory.
- Plugins komersial TxP Redirect pro dari Thresholdstate.
- Dan yang terakhir untuk 50 pengirim pertama mendapatkan gratis hosting 1 tahun dari Foing3
Kalian harus ikut , kenapa kalian tidak ikut? , Ayo segera daftar!!.
1 Mac Mini di persembahkan oleh SiteGround. ↩
2 Karena TOS dari SM , saya tidak bisa menunjukkan tautan ke situs Foing dan SiteGround. Jika berkehendak silakan gunakan google. ↩
3 Tidak termasuk domain. ↩
tags: berita, cms, desain, textpattern

16 Mei 07
Footnotes dan sidenotes
Membangun footnotes dengan textile
Textpattern mempergunakan Textile sebagai alat untuk mengformat teks untuk menggantikan tag – tag HTML. Sebagian besar tag – tag HTML sudah didukung oleh Textile sehingga pemformatan bisa dilakukan segera tanpa harus hafal tag HTML. Tentu dengan catatan harus hafal juga dengan tag – tag Textile.
Did You know?Textile takes plain text with simple markup and produces valid XHTML. It’s used in web applications, content management systems, blogging software and online forums. Try it for yourself with the Textile quick reference and preview.~textileTapi jangan khawatir Textpattern membundle Textile dalam paket distribusinya. Termasuk didalamnya halaman bantuan untuk menampilkan tag – tag Textile. Mudah kan.
Untuk membuat footnotes dengan mempergunakan Textile caranya mudah.
Format tag Textile untuk membangun Textile adalah
Kusaeni[1]dan kemudian setelah line break diteruskan denganfn1. <a href="http://kusaeni.com">Kusaeni</a>, adalah cowok cakep, keren, dan kool yang tinggal di RT1 RW 1.Catatan : Karena textile bisa diletakkan dimana saja, maka untuk referensi lanjut footnotes
fn(num).bisa diletakkan dimana saja, tidak harus selalu di footer atau kaki, walaupun aslinya harus diletakkan di bawian kaki.Dan jika di implementasikan langsung maka hasilnya adalah sebagai berikut: Kusaeni1
1 Kusaeni, adalah cowok cakep, keren, dan kool yang tinggal di RT1 RW 1. ↩
Kode diatas juga akan membangun tag XHTML sebagai berikut:
<p>test<sup class="footnote"><a href="#fn1953684272464b12ec8659a">1</a></sup></p> <p id="fn1953684272464b12ec8659a" class="footnote"><sup>1</sup> just test</p>Kelemahan footnotes milik textile saat ini adalah tidak adanya fitur untuk melakukan back to reference link seperti yang dimiliki oleh Markdown.
Sidenotes
Sidenotes lebih banyak digunakan di dalam penataan layout buku. tapi tidak ada jeleknya jika di aplikasikan ke dalam desain web. Seperti footnotes, sidenotes juga digunakan untuk memperjelas maksud dari suatu blok kalimat. Bedanya sidenotes tidak memiliki tautan referensi seperti footnotes.
Textile tidak mengaplikasikan sidenotes kedalam fiturnya, namun kita bisa membuat sidenotes dengan mempergunakan HTML dan CSS.
Cara untuk menampilkan sidenotes harus di pahami bahwa sidenotes dibangun dengan posisi absolute dalam CSS. Pertama atur blok – blok HTML yang berkaitan dalam posisi relatif2
Kemudian membuat style sebagai berikut:
span.sidenotes { position: absolute; left: 20px; padding-right:8px; width: 180px; line-height:14px; font-size:10px; }Setelah itu untuk mengaplikasikannya cukup dengan menuliskan tag sebagai berikut:
<span class="sidenotes"> isi sidenotes</span>Tag ini bisa diletakkan dimana saja, biasanya saya meletakkan di blok konten karena disalah artikel saya dimunculkan.
Teknik ini bisa berjalan di berbagai perambah seperti Firefox Win/Mac, Safari, IE 5 Mac, IE 6 Win, and IE 5.5 Win, dan Opera. Intinya bisa berjalan di hampir semua perambah populer.
2 Di set di CSS. Dalam hal ini saya memiliki 2 buah kolom. 1 konten dan 1 sidebar. Maka saya mengatur konten dan sidebar dalam posisi relatif. Jika di CSS posisi ini tidak di definisikan langsung, maka CSS akan menganggap bahwa relatif adalah definisi standar. ↩
tags: css, desain, textpattern, tutorial

15 Mei 07
Reshuffle
Weblog Kus sedang di Reshuffle. Maaf jika tampilannya agak … gimana getu :)
UPD : 15 Mei 2007 ; 21.05 WIB
Apa dan mengapa?
Seperti yang sudah saya tulis sebelumnya di mekanisme template CMS, saya telah banyak mempergunkan berbagai macam CMS/Blog untuk memuaskan hasrat di hati dalam urusan ngeblog .
Setiap m


