Kusaeni Gooners & Random

Virtual Box full screen dan seamless windows

Virtual Box adalah sebuah aplikasi yg dapat menjalankan sebuah atau lebih sistem operasi di atas sebuah environment yg sering disebut Virtual Machine.

VirtualBox dengan Full Screen Window

Normalnya, Virtual Box hanya akan berjalan dengan 2 buah jendela kecil. Satu adalah Oracle VirtualBox Manager, dan satunya adalah jendela berisi OS yang sedang dijalankan.

Settingnya lebar jendela akan menyesuaikan dengan resolusi layar yang dipergunakan. Semakin besar resolusi yang dipakai maka jendela akan menyesuaikan. Sudah dicoba berulang kali, tapi dengan pengaturan resolusi paling besarpun. Jendela Virtual Box tetap tidak bisa menjadi full screen.

Ternyata, untuk mengatur agar ukuran jendela bisa menjadi full screen itu tidak hanya terbatas pada ukuran resolusi. Namun Virtual Box menyediakan opsi lain yang lebih baik yaitu dengan memasang OS tersebut sebagai guest dalam sistem. Sehingga OS tersebut bisa berintegrasi dengan baik yang pada akhirya membuat OS guest menjadi berjalan lebih gegas.

Sebagai contoh, saya punya komputer yg sudah terpasang Archlinux dan Virtual Box dengan OS Windows XP Profesional. Agar Windows XP bisa menjadi guest maka perlu memasang virtual-box-utils

 $ sudo pacman -Syu
 $ sudo pacman -S virtual-box-utils

yg akan secara otomatis akan memasang kebutuhan yg lain yaitu virtual-box-utils, virtualbox-guest-modules, dan virtualbox-guest-iso.

Setelah selesai pemasangan, biasanya VirtualBox selalu mengsyaratkan reboot. Kemudian dicoba dengan meload modul - modulnya terlebih dahulu

 $ sudo modprobe -a vboxguest vboxsf vboxvideo

Selesai. Langkah selanjutnya adalah menjalankan Windows XP dengan VirtualBox.

Setelah Windows XP berjalan, yg perlu dilakukan adalah memasang modul Guest Addition di Windows XP. Caranya dengan klik menu Devices dan pilih Insert Guest Addition Disc Image yg secara otomatis akan memasang berkas - berkas dan drivers Windows XP.

Selesai memasang, Windows XP akan mereboot sendiri dan akan muncul dengan jendela sepenuh layar.

Seamless Integration

Adalah fitur VirtualBox Guest Addition yg memberikan manfaat yaitu jendela - jendela aplikasi yang berjalan diatas lingkungan Virtual Machine VirtualBox bisa berdampingan dengan jendela - jendela aplikasi dari native sistem operasi yang dipakai. Sehingga dengan ini bisa dilakukan perintah copy - paste antar aplikasi, sinkronisasi waktu, pemakaian jaringan internet bersamaan, bahkan berbagi berkas secara langsung.

Untuk menjalankan Seamless mode sangat mudah, yaitu dengan menekan tombol CTRL KANAN + L akan membuat Guest OS menjadi transparan dan mempergunakan wallpaper sistem operasi asli.


19/07: Yang menarik hari ini

  1. Saat sedang mencoba tersambung dengan jaringan dengan Vidalia + Tor. Semua aplikasi pengakses internet yang akan dipergunakan di atas Tor harus ditutup. Sudah dicoba saat Vidalia mencoba tersambung ke jaringan, pada saat yang sama peramban Luakit masih terbuka.

Ketika Vidalia sudah tersambung ke jaringan, agar Luakit bisa berjalan di atas Tor. Maka harus dijalankan dengan perintah torify luakit.

Namun jika pada saat Vidalia sedang menyambung sudah ada Luakit terbuka (tidak berjalan diatas Tor) maka peramban Luakit yang dijalankan dengan torify luakit tidak akan bisa mempergunakan akses Tor.

Solusi? . Tutup semua peramban, kalo perlu matikan dengan paksa.

$ ps -ax | grep luakit
$ pkill luakit

Kemudian restart Vidalia. Baru jalankan Luakit dengan torify luakit. Untuk memastikan sudah berjalan diatas Tor, bisa diperiksa dengan mengunjungi lama Tor Check</li>

  1. Akhirnya terlepas dari Adblock Plus. Sebagai pengganti dipilih hostsblock.

Hostsblock adalah aplikasi atau lebih tepatnya sebuah script yang memanfaatkan berkas HOST yang ada di sistem UNIX-Like guna melakukan filtering terhadap paket - paket jaringan internet. Tidak terbatas pada iklan - iklan, domain berbahaya, trackers, dan situs yang tidak di inginkan.

Pada dasarnya hostsblock membantu untuk memblok isi dari situs - situs yang didaftarkan. Bisa berupa situs iklan bahkan sampai ke akses situs pornografi.

Pengguna Archlinux, bisa memasang hostsblock lewat AUR

  # untuk pengguna cower
  $ cower -d hostsblock
  $ cd Build/hostsblock
  $ makepkg
  $ sudo pacman -U hostblock.0.12.3-1.tar.xz

  # untuk pengguna yaourt (lebih mudah)
  $ yaour -S hostsblock

Agar hostsblock bisa berjalan dengan gegas, ada baiknya memasang juga dnsmasq untuk dns caching daemon

 
 $ sudo pacman -S dnsmasq

 $ sudo vim /etc/dnsmasq.conf

 listen-address=127.0.0.1
 addn-hosts=/etc/hosts

 $ sudo vim /etc/resolv.conf

 nameserver 127.0.0.1
 
  $ sudo vim /etc/hostsblock/rc.conf

 postprocess(){ 
	systemctl restart dnsmasq.service 
	}

Alternatif lain bisa dengan memakai Provoxy </ol>


lftp dan jekyll

Jika tidak dihost di Github, maka untuk mengunggah berkas - berkas HTML statis hasil dari Jekyll bisa dengan mengunggahnya secara manual lewat kontrol panel maupun ftp. Standarnya Jekyll mempergunakan fungsi Git untuk mengpush repo ke Github.

Perlu diketahui, dengan mempergunakan Git, maka berkas yang diunggah adalah berkas - berkas yang termodifikasi saja. Sayangnya git tidak didukung oleh (sebagian besar) penyedia layanan hosting.

Glynn

Selama ini, saya mempergunakan Glynn. Memakai Glynn ini sangat membantu dalam proses unggah berkas, selain itu Glynn dibuat juga dengan bahasa Ruby sehingga bisa menyatu dengan Jekyll dengan baik.

Namun begitu, Glynn juga memiliki sebuah masalah yaitu ketiadaan fungsi untuk mengunggah berkas berdasarkan timestamp. Sehingga berkas - berkas yang diunggah Glynn adalah semua berkas yang ada dalam 1 folder _site. Hal ini selain menjadikan besaran berkas yang diunggah meningkat, juga memperlama waktu pengunggahan.

lftp

Alhamdulillah ketemu dengan lftp, sebuah aplikasi ftp yang berjalan di Terminal. lftp ini mendukung fungsi untuk membandingkan isi berkas di remote dengan yang di local, dan kemudian mengunggah berkas - berkas yang sudah termodifikasi saja.

Awalnya saya pikir ini adalah fitur khusus yang dimiliki oleh lftp, namun ternyata hampir semua aplikasi ftp terbaru sudah memiliki fitur yang sama. Namun saya lebih suka lftp, selain cepat dan ringan. lftp jalan di Terminal :).

Di Archlinux bisa dipasang dengan perintah :

 $ sudo pacman -S lftp

Untuk mengunggah berkas Jekyll dengan lftp maka yang harus dilakukan adalah :

 # pastikan bahwa berkas sudah selesai di regenerate 
 # oleh Jekyll
 
 # pindah ke direktori _site di jekyll
 $ cd /home/poes/kusaeni.com/_site

 # lftp login ke server hosting ~/public_html
 $ lftp ftp.situsku.com

 # masukkan user & password
   lftp ftp.situsku.com:~> user loginku
   Password :
   lftp loginku@ftp.situsku.com:~> cd ~/public_html

 # upload files dengan lftp
   lftp loginku@ftp.situsku.com:~> mirror --reverse\
   					--only-newer\
   					--ignore-time\
   					--parallel=5\
   					--verbose	

Bagian terpenting dari proses dan perintah lftp ini adalah di baris ke-16. Kalau ditulis dalam 1 baris maka :

 mirror --reverse --only-newer --ignore-time --parallel=5

Maksud dari kode diatas adalah :

  • --reverse : memerintahkan lftp untuk mengunggah berkas, bukan mengunduhnya.
  • --only-newer : hanya mengunggah berkas terbaru saja. Agar bisa memilih berkas terbaru, diperlukan opsi lain yaitu --ignore-time.
  • --ignore-time : normalnya lftp tidak akan mengupdate timestamp makaya fungsi --only-newer tidak akan berjalan sesuai keinginan. Harus dikombinasikan dengan fungsi ini.
  • --parallel=5 : untuk mengatur jumlah threads upload/download
 # hasil dari perintah diatas
 Total: 28 directories, 47 files, 0 symlinks
 New: 1 file, 0 symlinks
 Modified: 8 files, 0 symlinks
 342281 bytes transferred in 10 secs (33.4 KiB/s)

Secara kemampuan memang lftp belum bisa disejajarkan dengan git. Tapi setidaknya lftp lebih baik daripada Glynn. Mampu mengcopy sedikit fitur git sehingga bisa mempercepat dan memperingan tugas unggah mengunggah berkas HTML statis hasil regenerate Jekyll. :)


RainbowStream

Rainbowstream adalah sebuah Twitter klien yang dibangun dengan python dan berjalan di Terminal. Kelebihan dari Rainbowstream adalah kemampuan untuk menampilkan twit secara realtime, mengirim dan mencari twit, menampilkan list dan lain - lain tapi dalam tampilan yang Colorfull.

Rainbowstream

Cara pemasangannya mudah, karena Rainbowstream mendukung 2 versi Python, yaitu 2.7 dan 3.4 sehingga tidak ada masalah khusus dalam pemasangannya.

 $ sudo pip install rainbowstream # untuk python2
 $ sudo pip3 install rainbowstream # untuk python3

Namun, saya lebih suka untuk memasang aplikasi ini didalam virtualenv karena lebih nyaman mempergunakan Python 2.7 dibandingkan yang versi 3 keatas.

 $ mkdir venv 
 $ virtualenv2 --system-site-packages venv
 $ source venv/bin/activate
 $ pip install rainbowstream
 $ rainbowstream

Setelah terpasang, untuk menjalankannya cukup ketik rainbowstream didalam virtualenv.

 (venv)$ rainbowstream

Jika ingin menampilkan gambar didalam Terminal, bisa mempergunakan opsi -iot (image on terminal).

 (venv)$ rainbowstream -iot

rainbowstream -iot

Pertama kali menjalankan, rainbowstream akan meminta PIN untuk menghubungkan dengan Twitter. Seperti aplikasi klien Twitter pada umumnya. Setelah masuk, di interactive terminal mode bisa ketik h untuk menampilkan bantuan perintah - perintah.

Rainbowstream juga datang dengan beberapa pilihan tema. Tema - tema populer seperti Monokai, Solarized, Larapaste sudah disediakan.

  [@kusaeni] theme
     tomorrow_night
     monokai
     larapaste
     default
     solarized
   * custom (loaded)
  [@kusaeni] theme larapaste # pilih tema larapaste
  [@kusaeni] theme current_as_default # tema sbg default

Pelajari lebih lanjut perintah - perintah Rainbowstream di Read The Docs.


DHCP Smartfren Bermasalah

Seperti yang sudah kutulis sebelumnya tentang tidak bisa login ke Masterkey MWN ternyata masalah memang pada alamat IP koneksiku. Tapi bukannya di blacklist atau di ban, melainkan ternyata DHCP Smartfren selalu memberikan IP berubah - ubah setiap beberapa menit (atau mungkin beberapa detik).Sehingga Masterkey memaksa untuk memutuskan sambungan demi alasan keamanan. Hal yang bisa dimaklumi.

Lalu bagaimana dengan penyelesaiannya?

Karena memang Smartfren menerapkan kebijakan (yang kurang bijak) untuk merubah - ubah alamat IP tersebut, entah untuk alasan apa (bisa jadi agar tidak dipakai akses game online) maka salah satu solusi adalah berpindah ke layanan internet dari ISP lain.

Jika tidak, bisa memaksa dengan mempergunakan IP Static agar koneksi tetap lancar. Ada banyak penyedia layanan VPN yang bisa menyediakan IP Static. Beberapa ada yang berbayar dan ada pula yang gratis.

Disini aku pergunakan layanan dari Tor. Tor adalah aplikasi gratis yang bisa menghubungkan ke jaringan terbuka untuk menghindari analisa tranfik oleh pihak ketiga.

Tor is free software and an open network that helps you defend against traffic analysis, a form of network surveillance that threatens personal freedom and privacy, confidential business activities - relationships, & state security.

Dengan Tor, aku bisa dapat IP Static sekaligus status “anonymous” sehingga trafik Internetku tidak mudah di intip dan ditelusuri. Untuk mempergunakannya aplikasi ini harus dipasang terlebih dahulu. Di Archlinux bisa dipasang dengan pacman

 # pacman -S tor torsocks vidalia

Akan memasang tor dan torsock. Sedangkan Vidalia itu optional, hanya dipergunakan jika ingin mempergunakan tor dengan GUI. Setelah terpasang, jalankan aplikasi dan secara otomatis Tor akan mencari daftar jaringan yang terbuka dan kemudian menghubungkan diri ke jaringan terdekat dan tercepat.

Agar aplikasi yang berjalan bisa meluncur diatas Tor, maka perlu dirubah konfigurasi proxynya. Semua lengkap dan bisa merujuk ke situs dokumentasi Tor. Kalo tidak ingin sedikit repot utak - utik bisa juga memasang bundle Tor Browser. Tor Browser adalah peramban web yang dimodifikasi dari Firefox.

Khusus pengguna Luakit, bisa langsung dijalankan dengan perintah $ torify luakit.

Akhirnya memang cara ini yang paling dekat untuk dipilih, dan untuk sementara bisa berjalan dengan baik. Namun begitu, dengan mempergunakan Tor tentu saja pada akhirnya harus mengorbankan masalah kecepatan internet yang harus “berputar” sebelum sampai ke tujuan.

Bagaimana lagi?


2 Hal yg kubenci hari ini

Bah!.

  1. Tidak bisa login ke Masterkey@MWN

    Sudah beberapa hari ini tidak bisa login ke Client Area di MWN, sebenarnya kalo dibilang tidak bisa login tidak begitu. Masih bisa masuk namun setiap mengklik tautan apapun didalam Client Area pasti halaman akan diarahkan ke login form kembali. Menjengkelkan

    Tidak hanya itu, bahkan untuk akses via FTP pun tidak lagi bisa. Payah!

    Sudah bertanya ke MWN via Twitter, dan dijawab agar mencoba untuk membersihkan cache dari peramban yang dipergunakan. Kalau tidak bisa, agar mencoba masuk dengan peramban lainnya

    Semua yang disarankan oleh MWN sudah dilakukan, bahkan sudah pakai 4 peramban berbeda (Luakit, Midori, DWB, dan Firefox) namun hasilnya nihil. Tidak ada tanda - tanda bisa dipergunakan. Aku curiga IP dari komputerku di blacklist atau di ban oleh MWN. Karena jika mempergunakan komputer lain dengan IP berbeda, pasti bisa lancar masuk ke Client Area.

    Curiga.

    Akhirnya diputuskan pakai Tor, untuk mencoba. Dengan Tor, aku bisa merubah - rubah IP bahkan sampai dengan Anonymous. Hasilnya? Memuaskan. Bisa masuk ke Client Area. Bisa masuk ke SPanel dan melakukan pelbagai manajemen files.

    Sudah memasukkan pertanyaan di Ticket System MWN. Berharap masalah ini bisa segera selesai. Sementara itu terpaksa untuk urusan upload file harus dilewatkan dulu ke Tor. Resikonya? akses jauh lebih lambat. :(

  2. Booting system Archlinux lemot

    Sebelumnya sudah ada perkiraan, gegara akhir - akhir ini sering pasang aplikasi yang membutuhkan daemon untuk jalan lancar.

    Komputer butuh ~ 1 menit untuk booting. Dan tentu yang harus disalahkan adalah systemd

« kusaeni : ~ »» systemd-analyze blame 
    38.946s dhcpcd@eth0.service
    2.807s systemd-vconsole-setup.service
    2.612s systemd-fsck@dev-sda4.service
    1.892s systemd-journal-flush.service
    1.444s udisks2.service
    1.393s alsa-restore.service
    1.390s ifplugd@eth0.service
    1.378s tmp.mount
    1.345s systemd-logind.service
    1.325s dcron.service
    1.324s relight.service
    1.283s dev-hugepages.mount
    1.270s sys-kernel-debug.mount
    1.236s dev-mqueue.mount
    1.217s sys-kernel-config.mount
    1.203s systemd-rfkill@rfkill0.service
    1.192s systemd-remount-fs.service
    1.017s polkit.service
    987ms systemd-tmpfiles-setup-dev.service
    876ms systemd-udev-trigger.service
    842ms systemd-rfkill@rfkill2.service
    813ms systemd-rfkill@rfkill1.service
    666ms systemd-rfkill@rfkill3.service
    654ms dev-sda2.swap
    570ms kmod-static-nodes.service
    316ms systemd-tmpfiles-setup.service
    302ms home.mount
    301ms systemd-sysctl.service
    228ms user@1000.service
    195ms systemd-tmpfiles-clean.service
    192ms systemd-backlight@backlight:acpi_video0.service
    169ms systemd-random-seed.service
    140ms systemd-fsck@dev-sda1.service
    124ms systemd-update-utmp.service
    115ms systemd-user-sessions.service
    66ms systemd-udevd.service
    15ms boot.mount
    2ms sys-fs-fuse-connections.mount 

Butuh 38.946 detik untuk memanggil dhcpcd@eth0.service, sepertinya ini karena sebelumnya pernah pakai koneksi LAN, tapi sekarang sudah tidak lagi pakai. Sedangkan yang lain masih dalam tahap wajar.

Jadi?

Terpaksa bunuh servis untuk dhcpd eth0.

 $ sudo systemctl disable dhcpcd@eth0.service

Habis perkara :)


Jr

Jr adalah sebuah aplikasi sejenis dengan Jekyll, tapi lebih sederhana dan tidak membutuhkan banyak depends yang harus dipenuhi. Cukup dengan dukungan terhadap Javascript yang asyiknya tentu sudah tersedia di pelbagai peramban web modern saat ini.

Dengan hanya tergantung pada Javascript tentu Jr bisa menghemat pemakaian daya komputer untuk merender halaman HTML yang dibuat. Untuk urusan markup, Jr mempergunakan Markdown.

Benar - benar murni Markdown, artinya yang dipakai adalah Markdown dari John Grubber. Bukan Markdown yang telah dimodifikasi dan dikembangkan oleh pihak ketiga seperti Maruku, Kramdown, dan atau Github-flavored Markdown. Sehingga ada beberapa entities HTML yang belum/tidak tersedia.

Cara installnyapun sangat mudah, yaitu :

  1. Download Jr
  2. Buat berkas dengan akhiran .HTML
  3. Tulis isi artikel dalam berkas, bisa dengan mempergunakan Markdown, kemudian di akhir tulisan sisipkan kode : <script src="jr.js"></script>

Yang harus diunggah ke web server adalah berkas - berkas hasil dari olahan Jr. Terdiri dari berkas Javascript, CSS, dan file HTML. Kelebihan dari Jr adalah, saat menulis artikel tidak perlu dengan komputer yang sudah terpasang aplikasi Static Site Generator. Karena Jr sama sekali tidak memperlukan pemasangan apapun selain Javascript. Tentu ini berbeda dengan Jekyll atau aplikasi SSG popular lainnya.

Sangat sederhana, dan tentu saja fitur - fitur yang dibawa tidak banyak. Bahkan bisa dibilang sangat manual. Sebagai contoh, tidak ada dukungan terhadap permalink, RSS, dan manajemen arsip. Sepertinya Jr memang diperuntukkan untuk pembangunan sebuah situs sederhana saja.


Denda Mencabut Sumpah

Allah Ta’ala berfirman:

فَكَفَّارَتُهُ إِطْعَامُ عَشَرَةِ مَسَاكِينَ مِنْ أَوْسَطِ مَا تُطْعِمُونَ أَهْلِيكُمْ أَوْ كِسْوَتُهُمْ أَوْ تَحْرِيرُ رَقَبَةٍ فَمَن لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ ذَلِكَ كَفَّارَةُ أَيْمَانِكُمْ إِذَا حَلَفْتُمْ وَاحْفَظُواْ أَيْمَانَكُمْ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

"Maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan pertengahan yang biasa kalian berikan kepada keluarga kalian, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barangsiapa yang tidak sanggup melakukannya, maka hendaknya dia berpuasa selama tiga hari. Itulah kaffarat sumpah-sumpah kalian bila kalian bersumpah (dan kamu langgar). Dan jagalah sumpah-sumpah kalian. Demikianlah Allah menerangkan kepada kalian ayat-ayatNya agar kalian bersyukur (kepada-Nya)." (QS. Al-Maidah: 89)

Janganlah mudah bersumpah jika kamu tidak yakin akan mampu menepatinya. Karena sumpah itu hukumnya wajib untuk dilaksanakan, maka jika melanggar harus membayar denda (kafarat) :

  1. Memberi makan 10 orang miskin, atau
  2. Memberi pakaian kepada mereka (10 orang), atau
  3. Memerdekakan seorang budak

Jika masih tidak sanggup, harus berpuasa selama 3 hari.


4 Aplikasi Android yang keren di bulan April

Bulan April 2014 sudah mau lewat, dan selama sebulan ini menemukan 4 aplikasi Android yang keren dan mesti dipasang di Smartphone Android.

  1. Fenix for Android

  2. Sudah banyak aplikasi klien Twitter untuk Android, dan sebenarnya Fenix muncul di saat yang kurang tepat. Namun kesederhanaan tampilan, fitur, dan fungsi membuat pengguna Twitter beranjak untuk mencobanya. Pertama kali muncul, Fenix dirilis di grup komunitasnya di Google+. Sampai versi rilis stabil dilempar di PlayStore dan dihargai Rp. 32.000,00. Cukup mahal untuk ukuran klien Twitter baru dengan banyak fitur yang masih dalam tahap coba - coba. Tapi sekali lagi, aplikasi ini menarik untuk dimiliki karena tampilannya yang bagus dan gegas.
  3. Fleksy Keyboard

  4. Kenapa suka dengan keyboard ini? Tampilan yang bagus dan benar! dengan keyboard ini bisa dengan mudah mengetik dengan cepat!. Ada banyak gesture menarik yang bisa mempercepat cara mengetik kata - kata. Tapi ada satu hal yang masih menjengkelkan dari aplikasi ini adalah ketersediaan dukungan kamus Bahasa Indonesia masih belum ada. Dengan harga cuma Rp. 31.000,00 sepertinya sudah menjadi cukup alasan untuk pindah dari Swiftkey :). Dapatkan Fleksy di Playstore.
  5. Flyne Reader

  6. Flyne Reader adalah sebuah aplikasi pembaca feed atau RSS. Bedanya Flyne menampilkannya dengan menarik. Kelebihan lainnya adalah, Flyne bisa menampilkan isi dari feed secara offline. Flyne hanya bisa mengambil feed dari Feedly dan dari Timeline di Twitter. Flyne gratis, namun sayangnya untuk mengambil feed dari Feedly maupun Twitter akan dikenakan biaya sekitar Rp. 16.000,00 dan Rp. 24.000,00 . Namun Flyne juga menyediakan sumber feed gratis dan populer yang bisa dirujuk. Tidak tersedia pilihan untuk memasukkan alamat feed secara manual. Dapatkan Flyne di Playstore
  7. Falcon Pro

  8. Sebuah aplikasi twitter lagi, namun Falcon Pro beda. Aplikasi ini mengijinkan penggunanya untuk mempergunakan API sendiri. Hal ini dikarenakan Falcon Pro sangat populer dengan fitur dan kelengkapannya, sehingga jumlah token API Falcon Pro habis. Yang kemudian memaksa penciptanya untuk merilis Falcon Pro dengan dukungan custom API. Falcon Pro sangat hebat, bahkan untuk beberapa hal jauh lebih bagus daripada Fenix. Terlebih lagi aplikasi ini gratis. Dapatkan Falcon Pro

Nonton Indonesia U-19

Untuk pertama kalinya nonton pertandingan Timnas langsung di lapangan. Walaupun levelnya Under-19 tetap saja atsmofir pertandingan sangat seru. Apalagi lawannya kali ini adalah Malaysia, negara tetangga ini beberapa kali mempecundangi Timnas. Dan rasa sentimental yang kuat membuat para fans membencinya.

Seperti biasa, Timnas selalu seperti kehilangan daya ketika melawan Malaysia. Seandainya Timnas adalah Superman, maka Malaysia adalah Cryptonitenya. Babak pertama Malaysia unggul 1 gol, dan Timnas memperagakan permainan yang buruk dengan bola - bola atas directnya yang mudah diantisipasi barisan pertahanan Malaysia.

Di babak ke-dua, permainan Timnas membaik setelah masuknya Maldini. Sampai kemudian berhasil menciptakan gol dan menyeimbangkan permainan. Bahkan beberapa kali pemain Timnas mempunyai kesempatan 99% gol yang gagal dimanfaatkan. Sampai pertandingan usai skor bertahan sama kuat 1 - 1 tapi sudah cukup membuat Timnas melaju ke semifinal :) .

Nonton langsung seperti ini seru sekali, bertemu banyak orang dengan minat dan tujuan sama. Berteriak - teriak sampai tenggorokan kering dan suara hilang. Atau beradu argumentasi mengenai ulasan taktik dan siapa yang perlu disalahkan atas kegagalan. Dan masih banyak lagi.

Satu lagi, senang melihat banyak elemen suporter ( Bonek, Ultras Deltras, The Viking, Pasoepati, Aremania, Laskar Sakera, dll ) yang bisa bersatu mendukung Timnas. Semoga bisa membuat kualitas persepakbolaan Indonesia semakin baik. Amiin.